
Kini Alea sudah berada di poli kandungan dan sedang menunggu antrian namanya di panggil.
"Ibu Alea Andara." Panggil perawat yang ada di depan pintu ruangan dokter kandungan.
Alea pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati pintu itu.
"Silahkan masuk Bu." Ucap perawat.
Alea pun masuk kedalam ruangan dokter.
"Selamat pagi Ibu Alea." Sapa dokter wanita yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Selamat pagi dok." Balas Alea.
"Silahkan duduk Bu." Perintah dokter itu sambil menunjuk kursi yang ada di depannya.
Alea pun duduk di kursi yang tadi di tunjuk dokter.
Dokter pun mulai mengajukan beberapa pertanyaan untuk melakukan pemeriksaan awal.
"Sudah melakukan pemeriksaan mandiri?" Tanya dokter.
Alea menggeleng.
"Kalau begitu, kita langsung usg saja." Ucap dokter sambil berdiri lalu berjalan menuju ranjang yang tak jauh dari meja kerjanya.
"Silahkan berbaring." Ucap dokter.
__ADS_1
Alea pun naik keatas ranjang lalu berbaring. Setelah Alea berbaring perawat yang ada di ruangan itu pun menaikkan baju Alea sampai sebatas dada lalu menuangkan gel keatas perut Alea.
Setelah gel dituangkan diatas perut Alea, dokter pun meletakkan alat usg diatas perut Alea sambil matanya menatap layar komputer untuk melihat kantung janin.
"Selamat yah Bu Alea, Anda hamil. Ini dia kantung janin-nya." Ucap dokter sambil menunjuk kantung hitam yang masih sangat kecil yang pastinya Alea tidak paham.
Air mata Alea menggenang mendengar itu.
"Kalau dilihat dari ukurannya, janin Anda sudah masuk delapan minggu." Kata dokter lagi.
"Berarti sudah dua bulan dok?"
Dokter menganggukkan kepalanya.
Air mata yang menggenang itu pun mengalir membasahi pipi-nya.
Pemeriksaan pun selesai.
Setelah selesai dokter dan Alea pun kembali duduk di kursi. Dokter pun meresepkan vitamin dan obat penambah darah untuk Alea.
"Ini resep vitamin dan penambah darah-nya yah Bu, jangan lupa di minum. Dan jangan lupa melakukan pemeriksaan tiap bulan. Boleh kerumah sakit atau klinik kandungan atau puskesmas terdekat." Kata dokter sambil menyerahkan resep pada Alea.
"Iya dok." Balas Alea sambil mengambil resep itu dari tangan dokter.
Dengan resep yang ada ditangannya, Alea pun keluar dari ruangan dokter menuju apotik yang dirumah sakit untuk menebus vitamin yang dokter resepkan.
"Apa aku harus memberitahu Bratt sekarang atau menunggu sampai waktu yang tepat?" Gumam Alea dalam hati sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
*** FLASHBACK ON ***
Hari dimana hakim mengetuk palu-nya atas gugatan cerai Alea untuk Jonas.
"Bagaimana kalau malam ini kita merayakan hari kebebasan mu dari gi*golo itu?" Tawar Bratt.
"Memangnya perceraian pantas dirayakan?"
"Kenapa tidak! Bagaimana, mau atau tidak?!" Tawar Bratt sekali lagi.
"Apa kita merayakannya hanya berdua?"
"Bagaimana kalau kita ajak Hesron dan Zhinta?" Usul Bratt.
Setelah Hesron mengusulkan untuk menghapuskan peraturan tentang larangan menjalin hubungan asmara dengan sesama karyawan di perusahaannya, Bratt pun langsung mengorek informasi dari Dan.
Dari informasi yang Dan berikan secara tidak sadar, karena Bratt mengorek informasi dari Dan dengan cara membuat Dan mabuk terlebih dahulu, akhirnya di dapatlah informasi kalau ternyata Hesron dan Zhinta pernah menjalin hubungan spesial dan harus kandas karena peraturan perusahaan.
Bratt menjadi merasa bersalah pada Hesron, apalagi setelah Bratt tahu kalau ternyata Hesron masih memiliki perasaan dengan Zhinta. Namun, Bratt yang mempunyai gengsi sangat tinggi tidak mau mengubah peraturan perusahaan yang satu itu sebelum Hesron jujur padanya.
Dan malam ini, selain untuk merayakan hari perceraian Alea, Bratt ingin membuat hubungan Hesron dan Zhinta membaik lalu membuat Hesron mengaku padanya tentang perasaan Hesron untuk Zhinta.
Alea pun menganggukkan kepalanya setuju dengan tawaran Bratt.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...