Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 39 : Abang Jago Beraksi Lagi


__ADS_3

"Ough.. ah.. uh.." des*ah Bratt saat Alea memainkan Abang Jagonya.


Merasa hasratnya harus segera dituntaskan, apalagi sudah tiga hari Bratt menahannya, Bratt pun menarik kepala Alea lalu mengeluarkan Abang Jago dari dalam goa bergigi Alea.


Setelah Abang Jago keluar dari goa bergigi, Bratt pun duduk di sofa lalu mengangkat Alea untuk duduk diatas pangkuannya. Bratt dan Alea pun saling memantik api gai*rah agar api gai*rah mereka saling berkobar.


Api gai*rah pun berkobar dengan sangat hebat dalam tubuh keduanya. Dengan bibir yang masih saling berciuman panas, tangan Alea juga ikut mengarahkan Abang Jago untuk bertemu dengan Eneng Tembem.


"Tunggu." Bratt menahan tangan Alea.


"Saya sudah tidak tahan Tuan." Protes Alea karena Eneng Tembem sudah berdenyut dibawah sana minta segera dipertemukan dengan Abang Jago.


"Sabar, aku ambil pengaman dulu." Ucap Bratt sambil tangannya hendak menjangkau celana yang ada di dekat sofa.


"Tidak perlu Tuan. Bulan lalu saya baru suntik kb, karena saya pikir bulan lalu si breng*sek itu akan pulang." Ucap Alea sambil menahan tangan Bratt.


"Benarkah?" Tanya Bratt memastikan.


Alea menganggukkan kepalanya.


"Lakukan lah kalau begitu." Ucap Bratt sambil merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa.


Ale yang memang sudah tidak tahan langsung mempertemukan Abang Jago dengan Eneng Tembem.


"Ssh.. akh.." des*ah Bratt dan Alea saat Abang Jago bertemu dengan Eneng Tembem.


"Oh.. damn!!! Ini enak sekali Alea. Aku baru pertama kali merasakan sensasi enak seperti ini." Racau Bratt. Maklum saja, ini pertama kalinya Abang Jago tidak memakai sarung saat mengapel. Baru dengan Eneng Tembem lah, Abang Jago berani tidak pakai sarung.


"Benarkah Tuan." Tanya Alea.


Bratt menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Rasanya lebih enak dari malam panas kita waktu itu." Jawab Bratt.


Alea pun mulai menggerakkan pinggulnya. Racauan dan des*ahan tak henti-hentinya keluar dari mulut keduanya.


Lima menit kemudian, Alea pun sampai lebih dulu di puncak kenikmatan.


"Aaarghhh..." Erangan panjang keluar dari mulut Alea.


"Apa kau sudah kli*maks?" Tanya Bratt.


Alea menganggukkan kepalanya lalu ambruk dalam pelukan Bratt.


"Sekarang giliran ku." Ucap Bratt lalu membalikkan posisi mereka.


Bratt membuat Alea membelakanginya lalu mengarahkan Abang Jago untuk kembali bertemu dengan Eneng Tembem. Lalu menghentak-hentakkan Abang Jago dengan sangat cepat.


"Oh... Alea.. oh Alea..." Racau Bratt.


"Sebut namaku Lea. Ayo sebut!!" Perintah Bratt.


"Oh.. Bratt." Balas Alea.


"Yes Alea.." balas Bratt.


Des*ahan mereka pun saling bersaut-sautan sambil menyebut nama teman duel mereka.


Lima menit kemudian.


"Aaargh..." Akhirnya Bratt pun sampai di puncak kenikmatan dengan keringat yang sudah bercucuran ditubuhnya maupun tubuh Alea.


*

__ADS_1


*


*


Dengan tubuh yang masih sama-sama polos, Bratt dan Alea berbaring di sofa yang baru saja menjadi korban atas tindakan Bratt dan Alea.


"Darimana Anda tahu saya disini?" Tanya Alea sambil memainkan bulu dada Bratt.


"Sangat mudah untuk ku menemukan mu Lea." Jawab Bratt.


"Lalu kenapa Anda menyusul ku kesini?"


"Karena aku penasaran kenapa kau kabur pagi itu."


"Aku malu. Karena malam itu aku menggoda Anda."


"Tapi aku suka kau goda." Jawab Bratt sambil menarik dagu Alea.


Blush. Wajah Alea memerah, cepat-cepat Alea memalingkan pandangannya agar Bratt tidak melihat wajahnya yang memerah.


"Sampai kapan kau akan cuti?" Tanya Bratt.


"Entahlah, aku harus mengurus perceraian ku dulu dengan si breng*sek itu." Jawab Alea.


Dan jawaban Alea membuat Bratt cukup terkejut.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2