Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 82 : Persiapan Melepaskan Mahkota


__ADS_3

Hesron dan Zhinta kini sudah sah menjadi pasangan suami-istri. Meski dadakan, tetap saja mereka sah secara agama maupun negara.


Karena sudah sah menjadi istri Hesron, Hesron pun langsung membawa Zhinta pulang ke apartemennya, namun sebelumnya mereka mengambil pakaian Zhinta dari rumah lama Zhinta.


Kini mereka sudah sampai di unit apartemen Hesron.


Sesampainya di unit apartemen Hesron, Zhinta pun langsung membersihkan tubuhnya dengan air hangat karena memang malam sudah sangat larut.


Setelah kurang lebih lima belas menit berada di dalam kamar mandi, Zhinta pun keluar dari dalam kamar mandi dan sudah menggunakan setelan piyama celana panjang dan lengan panjang lalu berjalan menuju meja rias untuk memakai cream malamnya.


Melihat penampilan Zhinta yang seperti itu, Hesron mengernyitkan keningnya.


"Kenapa kau memakai setelan piyama serba panjang?" Tanya Hesron.


"Piyama ku semua seperti ini." Jawab Zhinta berbohong.


Karena sebenarnya, ia hanya memiliki tiga setelan piyama serba panjang dan selebihnya kalau sedang dirumah ia hanya menggunakan tank top dan celana pendek satu jengkal diatas lutut.


Zhinta sengaja hanya membawa tiga setelan piyama serba panjang itu karena dirinya masih belum terbiasa mempertontonkan bentuk tubuhnya pada Hesron.


Hesron berjalan mendekati Zhinta, memeluk Zhinta dari belakang lalu meletakkan dagunya di bahu Zhinta.


"Benarkah? Kalau begitu, besok belilah banyak lingerie! Aku ingin kau tidur hanya menggunakan lingerie!" Bisik Hesron dengan suara yang menggoda.

__ADS_1


Dan kata-kata Hesron berhasil membuat jantung Zhinta berdegup sangat kencang.


"Tidak mau! Aku tidak terbiasa memakai jaring ikan itu!" Tolak Zhinta dengan suara yang bergetar karena gugup.


Hesron membalikkan tubuh Zhinta agar mereka saling berhadapan.


"Kenapa? Apa kau malu memakai lingerie didepan ku?" Tanya Hesron.


"Tidak usah malu Sayang, sekarang kita sudah sah menjadi suami-istri. Semua yang ada dalam dirimu adalah milikku dan semua yang ada dalam tubuh ku adalah milik mu. Lagipula, memangnya kau tidak ingin memanjakan mata suami mu ini dengan kulit kuning langsat mu yang mulus ini serta dengan bentuk tubuh mu yang seksi ini?" Goda Hesron sambil matanya menatap nakal ke arah dada Zhinta, dimana dua gundukan daging yang masih tertutup piyama berada.


"Hish!! Kondisikan mata mu!" Omel Zhinta saat menyadari tatapan nakal mata Hesron pada bagian dada-nya sambil mendorong pelan tubuh Hesron. Tapi sayangnya tubuh Hesron tak bergerak satu jengkal pun.


"Memangnya salah kalau aku melihat aset seumur hidup ku itu! Jangankan melihat, memegangnya saja sekarang aku sudah bisa! Ingat Sayang, aku sudah mengantongi surat izin untuk menyentuh mu." Balas Hesron sambil mengelus pipi lalu bibir Zhinta.


"Zhinta, aku meminta hak-ku sekarang." Ucap Hesron.


"Tapi Son, aku..."


"Jangan minta aku untuk menunggu lagi. Aku benar-benar sudah tidak tahan. Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya." Potong Hesron. Suaranya sudah sangat berat karena menahan hasrat yang bergejolak.


"Kau mandi lah dulu. Tubuh mu sangat lengket." Pinta Zhinta. Ia mencoba mengulur waktu untuk mempersiapkan dirinya.


"Tidak perlu, toh juga akan lengket lagi."

__ADS_1


"Aku mohon, mandi lah dulu. Aku juga butuh persiapan." Balas Zhinta.


"Benarkah? Kau sedang tidak merencanakan sesuatu yang licik kan?" Tanya Hesron sambil memicingkan matanya.


"Tidak! Aku tidak sepicik itu! Cepat lah mandi!" Perintah Zhinta lagi.


Hesron pun melepaskan lingkaran tangannya dari pinggang Zhinta.


"Baiklah aku mandi dulu! Kau tunggu aku diranjang! Jangan tidur! Kau paham?" Ucap Hesron.


Zhinta pun menganggukkan kepalanya.


Melihat Zhinta menganggukkan kepalanya, Hesron pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah Hesron masuk kedalam kamar mandi, barulah Zhinta bernafas lega.


Zhinta pun membalikkan dirinya untuk menatap cermin. Ia bermonolog didepan cermin untuk menyakinkan dirinya sendiri agar dirinya ikhlas melepas mahkota yang selama ini sudah ia jaga.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2