Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 86 : Bertemu Finola


__ADS_3

Tak ingin langsung mempercayai Dan hanya karena satu lembaran, Bratt pun mengambil satu berkas lagi secara acak dan memeriksanya. Dan hasilnya sama seperti lembaran pertama yang Bratt ambil, sudah layak Bratt tanda tangani dengan ditandai adanya stempel perusahaan di berkas itu. Harusnya ditandai dengan tanda tangan Hesron sebagai asisten sekaligus wakil Bratt, namun karena Hesron tidak ada dan Dan hanya sebagai pengganti sementara, maka tanda tangan Hesron di ganti dengan stempel perusahaan.


"Cepat juga anak ini kerja-nya." Gumam Bratt dalam hati.


"Bagaimana? Sudah layak kan?" Tanya Dan sambil mengangkat bokongnya dari sofa.


"Mmm..." Jawab Bratt.


"Jadi sudah boleh aku keruangan ku sekarang?"


"Pergilah kau!" Usir Bratt.


"Oh.. iya, apa di lantai ini tidak ada pantry? Aku ingin membuat kopi." Tanya Dan sebelum keluar dari ruang kerja Bratt.


"Tidak ada! Kalau kau mau kopi, kau bisa menghubungi bagian pantry dari meja kerja mu!" Jawab Bratt.


"Aku mau buat sendiri. Aku tidak yakin rasa kopi buatan OB disini cocok dengan lidah ku!"


"Cih.. sombong sekali kau! Pergilah kau ke lantai dasar!" Usir Bratt lagi.


Dan pun keluar dari dalam ruang kerja Bratt.


*


*


*


Kini Dan sudah berada di pantry perusahaan sahabatnya itu dan hendak menyeduh kopi untuk dirinya sendiri.


Kopi pun selesai Dan seduh. Dan pun keluar dari pantry sambil membawa secangkir kopi untuknya.


"Harusnya di lantai atas juga disediakan pantry, agar tidak susah-susah membawa kopi seperti ini!" Gerutu Dan.


Tiba-tiba...

__ADS_1


Bugh..


Dari arah belakang, Dan ditabrak oleh anak kecil yang sedang berlarian.


Untung saja cangkir kopinya tidak jatuh dan hanya kopi yang sedikit tumpah kelantai.


"Astaga Fritz!! Kan sudah Bunda bilang jangan lari-larian!" Teriak seorang wanita dari arah belakang Dan.


Sedangkan anak laki-laki yang berumur tiga tahun itu hanya berdiri mematung ditempatnya karena merasa bersalah karena menabrak Dan.


"Maafkan anak saya Pak." Ucap wanita itu pada Dan sambil menundukkan wajahnya.


Merasa kenal dengan suara wanita yang sedang menunduk dan minta maaf pada-nya, Dan pun memajukan wajahnya untuk melihat dengan jelas wajah wanita berseragam Cleaning Servis itu.


"Finola? Kamu Finola kan?" Tanya Dan.


Wanita itu pun langsung mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah pria yang mengenal dirinya.


"Danendra." Balas Finola dengan raut wajah terkejut.


"I-iya." Jawab Finola. Ia kembali menundukkan wajahnya karena malu.


Malu karena dirinya kini sudah turun kasta.


"Sa-saya permisi dulu Pak. Sekali lagi saya mohon maaf karena anak saya sudah menabrak Bapak." Setelah mengatakan itu, Finola langsung menarik Fritz dan pergi dari hadapan Dan.


Tak terima Finola meninggalkannya begitu saja padahal mereka baru bertemu setelah hampir sepuluh tahun tidak bertemu, Dan pun mengejar Finola.


"Fi... Tunggu Fi... Kita ngobrol dulu Fi, kita udah lama gak ketemu! Atau gak boleh minta nomor ponsel kamu gak?!"


Finola tak menjawab dan malah menggendong Fritz lalu berlari.


"Fi.. Finola tunggu!!" Teriak Dan dan hendak mengejar Finola.


Namun baru dirinya ancang-ancang ingin mengejar Finola, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.

__ADS_1


"Haish!! Siapa sih nih!" Gerutu Dan.


Dan pun merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.


Bratt. Nama yang tertera di layar ponsel Dan.


"Apalagi sih nih orang!" Gerutu Dan.


Dan pun menggeser tombol hijau.


Belum juga Dan mengeluarkan satu patah kata pun, Bratt sudah berteriak mengomelinya.


"Dimana kau! Kenapa lama sekali bikin kopi! Sudah ku bilang..."


"Iya... Iya, aku kesana!" Potong Dan.


Dan pun mengakhiri panggilan itu sepihak lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.


Ia melihat arah depannya untuk mencari keberadaan Finola tapi sudah tak ada lagi tanda-tanda Finola.


"Ku temui Bratt dulu lah, cari Finola-nya nanti saja." Gumam Dan.


Dan pun berjalan menuju lift dengan secangkir kopi yang masih ia pegang.


Ia menenggak kopi yang tinggal setengah lalu menyerahkan cangkir kopi itu pada karyawan yang melintas di depannya.


"Tolong kembalikan ke pantry." Ucap Dan pada karyawan itu lalu berjalan dengan langkah panjang menuju lift.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2