Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 72 : Twins Little Bratt


__ADS_3

Lima belas menit kemudian, perawat datang ke bangsal Alea sambil membawa kursi roda.


"Kita langsung ke ruangan usg yah Bu." Ucap perawat itu.


"Dokter kandungannya sudah datang?" Tanya Bratt.


"Iya Pak, sudah ada diruang usg sekarang." Jawab perawat itu.


Bratt pun mengangkat Alea dari brankar lalu mendudukkan Alea dengan sangat hati-hati di kursi roda.


Setelah Alea duduk di kursi roda, Bratt pun mendorong kursi roda itu dan perawat berjalan lebih dulu untuk menunjukkan jalan menuju ruang usg.


Dan sampailah mereka di ruang usg.


Ceklek. Perawat membuka pintu ruangan usg itu.


"Selamat malam." Sapa dokter wanita saat Bratt dan Alea memasuki ruangan itu.


"Selamat malam dok." Balas Alea dan Bratt bersamaan.


"Langsung di baringkan saja diranjang itu yah Pak." Ucap dokter.


Bratt pun mengangkat Alea dari kursi roda dan membaringkan Alea di ranjang pemeriksaan.


Perawat pun membuka pakaian Alea sebatas dada lalu menuangkan gel diatas perut Alea.


"Mau diapakan istri saya dok?"


"Mau di lakukan usg Pak, untuk memastikan janin yang ada di dalam kandungan istri Bapak baik-baik saja."

__ADS_1


"Oh..." Bratt hanya membulatkan mulutnya. Maklum saja, ini pertama kalinya bagi Bratt melihat proses pemeriksaan usg.


Dokter pun meletakkan alat diatas perut Alea yang sudah di olesi gel lalu menggerak-gerakkan alat itu sambil matanya melihat layar komputer untuk melihat kantung janin Alea.


Alea dan Bratt juga melihat layar monitor yang ada di hadapan mereka, meski sebenarnya tidak mengerti dengan gambar yang terpampang di depan mereka.


Dokter memicingkan matanya lalu mendekatkan matanya ke layar monitor. Ia melihat ada dua kantung janin di rahim Alea tapi kantung janin yang satu belum terlihat sangat jelas.


"Ada apa dok?" Tanya Bratt saat melihat ekspresi dokter kandungan itu.


"Sepertinya Bapak dan Ibu akan memiliki anak kembar." Jawab dokter.


"Yang benar dok?" Tanya Bratt sambil membulatkan matanya.


"Apa ada dari Bapak dan Ibu yang memiliki gen kembar?"


"Saya pernah punya adik kembar dok, tapi baru umur satu bulan salah satu kembaran adik saya meninggal dan dua bulan kemudian, adik saya yang satunya lagi itu menyusul kembarannya." Jawab Alea.


"Bratt.." lirih Alea sambil tersenyum haru.


"Kita akan punya anak dua sekaligus Sayang." Balas Bratt, ia senang sekali.


"Tapi mereka baik-baik saja kan dok?" Tanya Bratt.


"Iya Pak mereka baik-baik saja kok." Jawab dokter.


Bratt dan Alea pun bernafas lega.


"Ngomong-ngomong, jenis kelamin anak-anak saya apa yah dok? Saya sudah tidak sabar menyiapkan keperluan mereka."

__ADS_1


"Masih belum kelihatan Pak, nanti saat kandungannya sudah masuk bulan kelima, baru bisa kita lihat jenis kelaminnya." Balas dokter sambil tersenyum.


Dokter sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan seperti itu, karena kebanyakan orang yang menanyakan hal itu pasti mereka adalah orangtua baru.


Setelah selesai memeriksa Alea, tak lupa dokter mencetak hasil usg untuk diberikan pada Alea dan Bratt.


"Pak, karena kehamilan istri Bapak masih dalam trimester satu, tolong saat berhubungan ritme-nya jangan terlalu cepat dan kalau bisa Bapak pakai pengaman sampai kehamilan istri Bapak masuk di trimester tiga. Karena sper*ma Bapak akan memicu kontraksi seperti yang tadi istri Bapak alami." Dokter memberi saran.


"Ba-baik dok." Jawab Bratt. Ia makin merasa bersalah.


"Tapi saya masih bisa melakukannya berkali-kali kan dok?"


Dokter tersenyum mendengar pertanyaan Bratt. Sedangkan Alea langsung memukul lengan Bratt.


"Memangnya mau berapa kali Pak?" Goda dokter.


"Kalau saran saya, sehari cukup sekali saja atau sesanggup-nya istri Bapak saja. Kalau istri Bapak hanya sanggup seminggu tiga atau empat kali, ya segitu saja." Jawab dokter.


"Dan untuk dua minggu kedepan ini, tolong jangan dijenguk dulu yah si kembar-nya. Bapak puasa dulu, kasih waktu untuk istri Bapak recovery." Kata dokter lagi.


Bratt hanya menganggukkan kepalanya merespon kata-kata dokter.


Setelah melakukan pemeriksaan, Alea pun di antar menuju kamar rawat.


Tak tanggung-tanggung, Bratt menempatkan Alea di kamar rawat VIP.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2