Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 90 : Merindukan Sentuhan


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Meninggalkan perusahaan Papa Finola yang masih dalam proses akuisisi, dan Hesron yang sedang bulan madu keliling Eropa, ada Bratt yang sedang berusaha sekuat tenaga menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Alea padahal Bratt sudah boleh menjenguk anak-anaknya.


Seperti malam ini, demi menahan hasratnya, Bratt sampai membawa pekerjaannya kerumah agar ada alasan untuk bekerja diruang kerjanya di rumah dan baru akan keluar dari ruang kerjanya setelah kira-kira Alea sudah tidur.


Pukul 22.30.


Bratt keluar dari ruang kerjanya, karena yakin kalau Alea sudah tidur.


Ceklek. Bratt membuka pintu kamar.


Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar sebelum masuk kedalam kamar.


"Semoga saja Alea sudah tidur." Doa Bratt lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


Bratt menghela nafasnya lega saat melihat Alea sudah tidur.


Bratt pun berjalan mendekati ranjang lalu naik keatas ranjang.


Cup. Ia mengecup kening Alea terlebih dulu sebelum ia memadamkan lampu kamar dengan menggunakan remote dan menyalakan lampu tidur yang ada diatas nakas sebelahnya.


Setelah pencahayaan di dalam kamar redup, Bratt pun mulai memejamkan matanya.


Namun baru juga satu menit Bratt memejamkan matanya, tiba-tiba Alea memeluk dirinya sambil menciumi lehernya.


Ternyata Alea hanya berpura-pura tidur saat Bratt masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Alea tidak bisa tidur karena merindukan sentuhan Bratt. Ingin menyusul keruang kerja, tapi Alea tak ingin mengganggu suaminya bekerja karena tahu sekarang pekerjaan Bratt sedang menumpuk sejak Hesron cuti, sedangkan Dan, asisten barunya hanya mengerjakan pekerjaan yang mudah saja. Maka dari itu Alea menunggu Bratt sampai masuk ke dalam kamar.


Mendapat sentuhan dari Alea, sontak Bratt membuka matanya.


"Kamu belum tidur Sayang?" Tanya Bratt.


"Aku tidak bisa tidur." Jawab Alea sambil terus menciumi leher Bratt untuk memberi sengatan pada Bratt. Bahkan tangan Alea juga sedang berusaha menyelinap kedalam boxer yang Bratt pakai.


Merasakan tangan Alea yang sedang berusaha menyelinap kedalam boxer, cepat-cepat Bratt menangkap tangan Alea dan meletakkan tangan Alea diatas dadanya.


"Tidurlah, ini sudah malam. Kau tidak ingat pesan dokter kalau kau tidak boleh tidur terlalu larut." Ucap Bratt.


"Tapi aku tidak bisa tidur Bratt, aku merindukan mu." Bisik Alea dengan nada menggoda.


"Besok saja yah, aku lelah." Tolak Bratt.


Alea menjauhkan tubuhnya dari Bratt.


"Apa kau habis main dengan wanita lain di luar sana. Apa kau membawa ja*lang ke apartemen mu, hah?!" Tanya Alea mengintimidasi.


"Kau bicara apa sih! Jelas-jelas pulang kerja tadi aku langsung pulang kesini."


"Kan bisa saja siang tadi kau membawa ja*lang itu ke apartemen mu!"


"Aku sudah tidak seperti itu Alea! Percayalah, aku sangat mencintai mu dan tidak akan pernah bermain-main dengan ja*lang lagi."


"Lalu kenapa kau menolak ku! Aku merindukan sentuhan mu Bratt!" Balas Alea sambil terisak.

__ADS_1


Melihat Alea mulai menangis, Bratt pun menarik tubuh Alea dan membawanya dalam pelukannya.


"Kau pikir hanya kau saja yang merindukan sentuhan! Aku juga Alea, bahkan sekarang aku sudah mau gila karena harus menahan hasrat ku dan pasrah menyalurkannya sendiri. Aku takut menyakitimu dan anak-anak kita seperti waktu itu Alea." Balas Bratt.


"Dokter bilang kan tidak pa-pa Bratt asal kau melakukannya dengan lembut."


"Itu dia masalahnya Sayang, aku takut ditengah jalan khilaf dan bermain kasar."


"Alasan! Bilang saja kau sudah tidak bergai*rah dengan ku!"


"Kau masih sangat menggai*rahkan untuk ku Sayang, buktinya sekarang saja Bang Jago sudah bangun." Balas Bratt.


"Aku benar-benar takut khilaf Sayang." Kata Bratt lagi.


"Kalau kau takut khilaf, bagaimana kalau aku saja yang memimpin." Tawar Alea.


"Nanti kau lelah! Aku tidak mau kau lelah! Kalau kau tidak sedang hamil, dengan senang hati aku menerima tawaran mu!" Tolak Bratt.


"Hish!!!" Geram Alea sambil memukul dada Bratt sedikit kencang.


"Jadi kau tidak mau menyentuhku? Tidak mau menjenguk anak-anak mu? Baiklah!! Kalau begitu biar barang imitasi saja yang menjenguk anak-anak mu!" Ucap Alea lalu turun dari atas ranjang. Ia hendak berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil imitasi Bang Jago yang diam-diam Alea bawa sewaktu mengambil barang-barang di apartemen lamanya setelah resmi bercerai dengan Jonas.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2