
Keesokan paginya.
Pukul 07.00
"Eugh.." Bratt melenguh sambil mengerjapkan matanya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Hesron yang sedang mengecek kantong infus Bratt begitu melihat Bratt mengerjapkan matanya.
"Dimana aku?" Tanya Bratt sambil berusaha mendudukkan dirinya.
"Di rumah sakit." Jawab Hesron sambil membantu Bratt duduk.
"Ah.. iya!" Balas Bratt sambil memijat pangkal hidungnya.
Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar rawat Bratt terbuka.
Sontak mata Bratt dan Hesron menoleh ke arah pintu.
"Bratt." Ucap Mama Bratt sambil berjalan mendekati ranjang Bratt.
"Mama." Lirih Bratt.
Mama Bratt langsung memeluk anak sulung yang ia lahirkan dari rahimnya. Iya anak sulung, karena setelah bercerai dengan Papa-nya Bratt, Mama Bratt menikah lagi dan memiliki dua orang anak dari suami baru-nya.
"Apa kau memberitahu Mama ku, hah?" Tanya Bratt tanpa mengeluarkan suara sambil melotot pada Hesron.
Hesron menggelengkan kepalanya menjawab.
__ADS_1
"Hesron, apa diagnosis dokter tentang penyakit Bratt?" Tanya Mama Bratt sambil melepaskan pelukannya.
"Dokter bilang hanya asam lambung yang naik dan karena itu juga Bratt terkena vertigo." Jawab Hesron.
"Kenapa bisa asam lambung mu naik? Apa makan mu tidak teratur? Bukankah Hesron bilang kalau sekarang sudah ada yang memperhatikan makan mu?" Tanya Mama Bratt pada Bratt.
Mendengar pertanyaan Mama Bratt, sontak Bratt langsung memberi tatapan tajam pada Hesron karena pasti Hesron sudah menceritakan tentang Alea pada Mama-nya.
"Mmm... Tante, aku permisi pulang dulu, banyak pekerjaan di kantor, lagipula aku harus mengatur ulang jadwal meeting Bratt." Ucap Hesron beralasan agar bisa kabur sebelum Bratt mengamuk padanya.
Mama Bratt menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih yah Hesron sudah menemani Bratt semalaman." Balas Mama Bratt.
Hesron menganggukkan kepalanya.
"Darimana Mama tahu Bratt di rumah sakit?" Tanya Bratt setelah Hesron keluar.
"Dari satpam komplek rumah mu. Katanya saat dia sedang patroli, dia merasa aneh dengan rumah mu. Pintu gerbang dan pintu depan rumahmu terbuka tapi lampu depan mati. Jadi dia masuk dan melihat mu pingsan. Dan kebetulan saat dia menemukan mu pingsan, Mama sedang menghubungi mu, jadi dia yang menjawab panggilan Mama. Mama yang menyuruh satpam segera membawa mu kerumah sakit lalu menghubungi Hesron dan Dan." Jawab Mama Bratt
"Oooh." Bratt hanya membulatkan mulutnya.
"Oh iya, dimana wanita itu sekarang? Apa dia tidak kesini? Mama ingin berkenalan dengannya?" Mama Bratt menanyakan keberadaan Alea.
"Sebenarnya sudah dari bulan lalu Mama ingin mengunjungi mu sekalian berkenalan dengan wanita itu, tapi karena Hesron bilang kau sedang bucin-bucin'nya, jadi Mama urungkan niat Mama untuk mengunjungi mu karena takut mengganggu mu yang sedang kasmaran." Kata Mama Bratt lagi
"Dia sudah pergi meninggalkan Bratt, Ma." Jawab Bratt. Raut wajahnya pun langsung berubah drastis.
__ADS_1
"Apa kalian bertengkar?" Tanya Mama Bratt.
Bratt menganggukkan kepalanya.
"Lebih tepatnya, Bratt yang mengusirnya dari hidup Bratt." Ucap Bratt.
Mama Bratt menghela nafasnya kasar. Ia sangat tahu pasti alasan kenapa sampai usia Bratt yang hampir 36 th, Bratt tak kunjung menikah dan memilih untuk hidup tanpa pendamping. Ia sadar semua itu salahnya karena sudah memberi kenangan buruk pada Bratt tentang rumah tangga-nya dengan Papa Bratt dulu.
Menyesal, jelas. Seandainya waktu bisa di ulang kembali, ia tidak ingin Bratt melihat pertengkaran dirinya dan Papa Bratt.
"Bratt." Lirih Mama Bratt sambil memegang tangan Bratt.
"Apa kau mencintai wanita itu?" Tanya Mama Bratt.
Bratt diam.
"Kalau memang kau mencintai-nya, cari dia, kejar dia dan minta maaf lah padanya, tunjukkan lah padanya kalau kau sungguh-sungguh mencintainya." Mama Bratt menjeda sejenak kata-katanya untuk menarik nafasnya.
"Jangan bohongi hati mu Bratt hanya karena rasa trauma mu melihat rumah tangga Mama dan Papa mu berantakan. Justru seharusnya apa yang terjadi pada kami, kau jadikan pelajaran. Pelajaran kalau dalam sebuah hubungan harus ada yang bisa jadi air disaat pasangan kita sedang menjadi api, harus mau mendengar keluh kesah pasangan dan jangan terlalu mengekang pasangan mu dan yang paling penting adalah komunikasi, bicarakanlah sesuatu yang tidak kamu suka dari pasangan mu dengan suara rendah, bukan dengan nada yang meninggi." Kata Mama Bratt memberi nasihat.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1