
Apartemen Bratt.
Sudah lebih dari satu jam Bratt duduk di sofa dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memejamkan matanya.
Dia sudah berniat untuk pergi ke kantor, tapi ketika dirinya membayangkan Zayn dan Alea yang mempunyai hubungan, hati Bratt kembali panas, niat untuk ke kantor pun Bratt urungkan karena tak ingin melihat Alea. Ia takut kalau dirinya bertemu Alea di kantor, rasa ingin memiliki Alea seutuhnya semakin besar.
Ingat ini hanya obsesi Bratt, hanya obsesi, hanya obsesi! Kau tidak boleh jatuh cinta, tidak boleh!
Berulang kali Bratt memberi sugesti pada hati dan pikirannya untuk memperkokoh benteng anti jatuh cinta yang telah lama Bratt bangun.
Sampai akhirnya Bratt ketiduran di sofa itu.
*
*
*
Kini Alea sudah berada tepat di depan unit apartemen Bratt.
Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya kasar sebelum menekan kode pin yang di beritahu Hesron.
Bip.. bip.. bip.. bip.. bip.. bip.
Enam digit angka pun sudah Alea tekan.
Ceklek. Pintu pun berhasil Alea buka.
__ADS_1
"Ayo Alea semangat, kamu pasti bisa! Apapun yang akan Bratt katakan kamu harus kuat!" Gumam Alea dalam hati lalu masuk kedalam unit apartemen Bratt.
Alea berjalan dengan sangat perlahan sambil matanya berkeliling melihat isi apartemen Bratt.
"Bratt..." Panggil Alea pelan saat dirinya sudah sampai ruang tengah.
"Tuan Bratt.." panggil Alea lagi.
Di dalam kamar.
Bratt mengerjapkan matanya saat samar-samar mendengar suara Alea.
"Alea.." lirih Bratt. Bratt pun beranjak dari atas sofa dan keluar dari dalam kamarnya.
Ceklek.
"Sedang apa kau disini? Dan siapa yang memberitahu mu kode pin ku?!" Tanya Bratt dengan tatapan mengintimidasi.
"Kenapa tidak pulang ke rumah semalam?" Bukannya menjawab pertanyaan Bratt, Alea malah bertanya balik.
"Bukan urusan mu aku mau pulang kemana!" Jawab Bratt.
"Apa kau membawa wanita lain kesini, makanya kau tidak pulang?"
"Sudah ku bilang bukan urusan mu! Kau tidak ada hak mencampuri urusan ku! Hubungan kita hanya sebatas teman ranjang! Dan di kantor kau hanyalah karyawan ku!"
Deg. Hati Alea terasa sakit sekali mendengar kata-kata Bratt. Tapi ia tetap berusaha tenang agar konspirasi yang Hesron rencanakan berjalan baik.
__ADS_1
"Apa maksud Anda bicara seperti itu Tuan? Jadi selama ini Anda hanya menganggap saya sebagai pemuas hasrat Anda?"
"Itu kau sudah tau! Jadi aku tak perlu lagi menjelaskan panjang lebar! Kau hanya objek obsesi ku! Tak ada cinta setiap aku melepaskan hasrat dengan mu!!"
"Apa Anda yakin Tuan?"
"Hei.. Alea! Asal kau tahu, kau bukan wanita pertama yang menjadi objek obsesi ku! Jadi aku sangat yakin dengan apa yang aku katakan barusan pada mu!" Jawab Bratt.
"Lagipula, kau tidak juga tidak dirugikan kan? Kau bukan perawan. Dan kita melakukan itu juga bukan untuk melampiaskan hasrat ku saja. Aku juga membantu mu melampiaskan hasrat mu."
"Kalau memang begitu kenapa Anda membawa saya kerumah Anda! Kenapa Anda bersikap sangat baik pada saya! Asal Anda tahu, karena sikap Anda, saya sudah jatuh cinta pada Anda!" Bentak Alea.
Bratt diam sejenak. Ia juga tidak tahu alasan yang sebenarnya kenapa ia membawa Alea kerumahnya, bersikap baik pada Alea seperti seorang suami yang sangat mencintai istrinya.
"Kan sudah saya bilang, itu semua saya lakukan semata-mata hanya sekedar obsesi saya pada mu!" Jawab Bratt menyangkal isi hati yang sebenarnya.
"Jadi begitu. Kalau begitu, mulai sekarang saya mengundurkan diri jadi bahan objek obsesi Anda! Hubungan kita selesai sampai disini!" Ucap Alea tegas.
"Saya permisi!" Kata Alea lagi lalu pergi dari hadapan Bratt dan keluar dari unit apartemen Bratt.
Bratt sama sekali tak mengejar Alea, tapi setelah mendengar Alea mengakhiri hubungan mereka, hati Bratt terasa sakit sekali, tubuhnya seketika melemas seperti tak bertulang.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...