Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 50 : Memulai Kembali


__ADS_3

Meninggalkan Bratt yang sedang galau, ditempat lain tepatnya di depan rumah Zhinta sudah ada Hesron yang menunggu Zhinta pulang. Ada hal yang sangat penting yang ingin Hesron bicarakan dengan Zhinta.


Hesron tahu kalau Zhinta sedang lembur, tapi Hesron tidak mau menjemput Zhinta di kantor, selain karena Zhinta juga membawa mobil, Hesron yakin Zhinta tidak akan mau diajak pulang bersama, jadi lebih baik Hesron langsung mendatangi rumah Zhinta.


Pukul 21.00


Setelah kurang lebih satu jam menunggu Zhinta, akhirnya yang ditunggu pun pulang juga.


Melihat Zhinta sudah memasukkan mobilnya ke garasi, barulah Hesron keluar dari dalam mobilnya.


"Zhinta." Panggil Hesron saat Zhinta sudah sampai diteras rumahnya.


Zhinta pun menoleh lalu menghela nafasnya kasar saat melihat Hesron.


"Ada keperluan apa Pak Hesron datang malam-malam kesini? Kalau mau membicarakan urusan pekerjaan, besok saja di kantor. Saya sudah lelah." Ucap Zhinta ketus.


"Aku kesini bukan mau membicarakan urusan pekerjaan. Aku kesini sebagai Hesron, bukan sebagai atasan kamu!" Balas Hesron.


"Lalu tujuan Anda kesini mau apa?"


"Aku kesini mau membicarakan tentang kita."


"Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa! Lagipula, saya sudah punya tunangan, jadi tidak baik Anda membahas tentang masa lalu kita dengan saya!" Balas Zhinta tegas.


"Jadi lebih baik sekarang Anda pulang, karena saya sudah lelah!" Usir Zhinta dengan elegan.


"Aku tahu kamu bohong! Aku tahu kamu gak punya tunangan! Jangankan tunangan, menjalin hubungan dengan laki-laki lain setelah kita putus aja kamu gak pernah! Iya kan?"


"Sok tahu Anda!" Elak Zhinta. Jantungnya berdegup kencang sekarang karena Hesron sudah mengetahui kebohongannya, tapi ia tetap harus tenang.

__ADS_1


"Sudah sana pulang, saya tidak mau membahas masalah yang tidak penting dengan Anda!" Kata Zhinta lagi. Lalu berjalan mendekati pintu rumah. Dengan tangan yang gemetaran, Zhinta berusaha membuka pintu rumah.


"Sini, aku bantu." Ucap Hesron sambil mengambil kunci itu dari tangan Zhinta lalu membuka pintu rumah itu.


Ceklek. Pintu pun terbuka.


Cepat-cepat Zhinta menarik kunci lalu masuk kedalam rumah dan hendak menutup pintu rumah, tapi ternyata Hesron sudah menahan pintu rumah itu itu lebih dulu.


Hesron mendorong pintu rumah lebar-lebar, lalu masuk kedalam rumah.


"Pak Hesron, ini sudah malam. Tolong Anda keluar, karena saya juga ingin beristirahat." Usir Zhinta halus.


Hesron tak menggubris kata-kata Zhinta dan malah menutup pintu rumah Zhinta.


"Ish.. keluar saya bilang!" Geram Zhinta sambil menari tangan Hesron agar keluar dari rumahnya.


"Kembali lah pada ku Zhin, tolong beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku mohon." Mohon Hesron.


"Aku gak bisa! Aku sudah punya tunangan!" Zhinta masih bersikeras dengan kebohongannya.


"Jangan bohong Zhinta! Aku tahu kamu gak punya tunangan!" Balas Hesron dengan nada yang sedikit meninggi.


"Tahu darimana kamu aku gak punya tunangan, hah!" Balas Zhinta tak kalah meninggikan suara sambil mendorong tubuh Hesron.


"Dari keluarga kamu! Dari Mama kamu, dari adik kamu!"


Wajah Zhinta pun berubah gelagapan.


"Gak percaya? Kamu tanya aja sama Mama kamu, kapan terakhir aku datengin Mama kamu dan menanyakan soal ini!" Kata Hesron lagi.

__ADS_1


Zhinta diam, ia tak bisa lagi mengelak.


"Zhin, tolong kasih aku kesempatan satu kali lagi. Aku mohon." Mohon Hesron lagi.


"Gak bisa Son! Ego kita sama-sama tinggi! Kita gak cocok!"


"Aku janji, kali ini aku akan lebih banyak mengalah untuk kamu! Kamu mau aku keluar dari perusahaan? Oke, aku keluar, besok aku akan mengajukan surat pengunduran diri aku! Yang penting kita bisa kembali bersama dan bisa mempublikasikan hubungan kita."


"Son...." Lirih Zhinta terharu.


Hesron mengambil tangan Zhinta.


"Aku mohon Zhin, kasih aku kesempatan satu kali lagi."


Tak tahan melihat permohonan tulus Hesron, Zhinta yang sebenarnya juga masih memiliki perasaan dengan Hesron pun menganggukkan kepalanya, tanda kalau dirinya mau memberikan Hesron kesempatan satu kali lagi.


Melihat Zhinta menganggukkan kepalanya, sontak Hesron langsung memeluk Zhinta dengan erat.


Ucapan terimakasih dan ungkapan rasa cinta pun terus Hesron ucapkan pada Zhinta.


Dan dua orang yang memiliki ego tinggi itu pun kembali memulai hubungan mereka dengan kepribadian yang lebih dewasa tentunya.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2