
Din..kamu serius!!kata seseorang dari ambang pintu
Abi!ucap adinda pelan sambil menatap kearah sang abi
Siapa din?siapa yang khitbah kamu tadi malam?ucap abi adinda sambil duduk ditepi kasur adinda
A..bi....omongan adinda terhenti,
Dek ada yang nyariin kamu! Ucap andi yang baru tiba dari ruang tengah
Siapa ndi? Jawab ummi adinda
Gak tau mi katanya temen dinda"
Hah siapa kak? Ucap adinda sambil menatap kearah andi
Ya udah suruh tunggu dulu ya ndi" kata abi adinda sambil berdiri dari duduknya
Apa kak fandy? Ya allah...hamba harus gimana ini" ucap adinda membatin
Ya udah ummi nyusul abi dulu ya nak" kata kadiya sambil mengelus punjak kepala adinda dan langsung keluar dari dalam kamar sang putri
Sepuluh menit kemudian, adinda tampak sudah rapi dengan gamis berwarna hitam dan setelan hijab berwarna putih susu miliknya, adinda menuruni satu persatu anak tangga dan mencoba melihat tamu yang ada diruang tengah rumah,
Dan benar saja adinda dibuat terkejut saat telah menangkap sempurna sosok yang tengah duduk didepan abinya sambil berbincang-bincang ringan dengan andi dan juga andan, ya dia fandy
Kak fandy"ucap adinda membatin,
Din sini"ucap kadiya sambil menepuk sisi kanan sofa di sebelahnya, yang ditanya malah bengong sambil masih tetap menatap sendu kearah fandy, yang juga diam-diam mencuri pandang dengan adinda
__ADS_1
Din"
Astagfirullah!! Iya mi"jawab adinda dan langsung duduk disebelah kanan kadiya
Rara!!
Ma!ucap fandy sambil menyiku pelan lengan sang mama
Rara,kaya pernah denger, ucap adinda dalam hati
Silahkan nak fandy, ucap adi___ayah adinda
Tanpa basa-basi lagi fandy langsung membuka suara,
Jadi begini pak saya dan keluarga datang kesini dengan maksud untuk menkhitbah putri bapak yang bernama adinda yaura permata wijaya!ucap fandy dengan satu tarikan nafas,sambil menatap kearah adinda
Sementara adinda hanya diam mematung dengan detak jantung yang lumayan cepat,
Saya tidak bisa memberikan jawab an karena yang menjalani itu adinda, saya selaku ayah hanya bisa memberikan pada adinda biar dia yang menentukan, tapi saya rasa ini terlalu cepat
apa lagi Adinda masih terbilang cukup muda,dia belum siap menghadapi semuanya,tapi kembali lagi semua pilihan ada ditangan putri saya satu-satunya ini,,ucap adi panjang lebar sambil menatap kearah putrinya adinda
Din,gimana menurut kamu?tanya adi kepada Adinda,
Adinda masih terlihat mematung sambil memegang erat tangan kanan umminya itu kadiya yang merasakan tangan adinda yang begitu dingin segera menepuk pelan bahu putri kesayannya ini,
Tapi sebelum itu saya ingin menyampaikan sesuatu dulu pada adinda Om, ucap fandy dan dijawab anggukan oleh adi____ayah adinda
Iya silahkan,
__ADS_1
Fandy tampak melihat kearah sang mama____Anita dan ayah nya____Abdul Arahman
Din?kamu masih inget kan sama anak yang pernah kamu tolongin saat dia jatuh dari sepeda waktu kecil,
Dan seketika Adinda langsung menatap kearah fandy,
Ma..aksud kak fandy apa? Tanya adinda dengan terbata-hati
Kak fan inget gak nama itu??
Kak fan kakak fan gembul,ucap adinda ragu tapi hanya itu yang bisa dia jawab untuk saat ini
Fandy tampak terkekeh pelan sebelum menjawab, iya itu gue inget gak loe...
Apa!!
Jadi yang dibilang mia waktu itu...ya allah" lagi dan lagi Adinda hanya berkata didalam hati
📕📕📕
Assalamualikum... Guys😘
Maaf kan aku ya yang up nya lama pake banget😭
Semoga kalian gak lari ya dari cerita ini, maaf karena update nya agak lama karena aku ada kesibukan dikit jadi aku jarang buka wattpad😖
Semoga kalian masih suka ya, dan maaf kalau ceritanya udah rada kurang nyambung...insya allah nanti diperbaiki ya, ok gitu aja,
Jangan lupa Vote and komen ya😘
__ADS_1
🌹Syukron🌹