
''Memiliki mu adalah anugra terindah yang pernah kurasakan. aku ingin hari ini bisa tetap ada dihidupku. aku mencintai mu karena Allah Rara,"
( fandy syauqi ardavan )
🌼Happy reading🌼
Sekitar tiga puluh menit. Adinda dan fandy kini sudah berada didepan gerbang rumah mewah dengan cat putih serta sedikit corak emas dibagian pagar membuat rumah itu bak istana.
Fandy segera menghentikan mobilnya dan membunyikan klakson supaya satpam segera membuka pintu gerbang agar dia dapat memasuki istana itu. Setelah beberapa saat keluarlah satpam yang sudah bekerja untuk Abdul___Ayah fandy selama 7 tahun.
Fandy segera melajukan mobilnya setelah pintu gerbang sepenuhnya terbuka.
”Din. kamu turun diluan aja. Ada mama kok didalem," Pinta fandy kepada Adinda yang tengah menatap kearah rumah megah itu. Adinda langsung menoleh dan menganggukan kepalanya lalu turun dari mobil dan berjalan masuk ke kediaman Abdul_____Ayah fandy
”Assalamualikum?" Salam adinda saat berada diambang pintu
”Wa'alaikumsalam!" Jawab semua orang yang ada didalam rumah. Setelah itu datanglah ibu fandy dengan wajah yang terlihat sumringah
”Menantu mama! Masuk ra.," Ajak ibu fandy dengan panggilan rara nya untuk Adinda. Adinda sedikit merunduk dan meraih tangan kanan ibu fandy dan mencium nya. Ibu fandy yang melihat itupun tampak memegang kepala adinda dan mengelusnya penuh kasih sayang.
”Rara!" Sahut seorang yang tengah berjalan kearah adinda dan ibu fandy
”Kak fani," Adinda juga melakukan hal sama seperti yang dilakukannya kepada ibu fandy ke fani,
”Rara. Cantik bat lu!" Ucap fani sambil menatap kearah adinda
”Iya dong menantu siapa dulu," Ujar ibu fandy. Adinda tampak sedikir merunduk dan tersenyum singkat.
”Masuk ra. Fandy kayanya masih lama, yok!" Ajak ibu fandy sambil merangkul lengan kanan adinda dan menuntunnya untuk masuk kedalam rumah tingkat dua itu.
Setelah sampai didalam rumah. Adinda melihat ayah fandy yang tengah bersantai diruang tengah dengan segelas kopi ditangannya. Adinda langsung menghampiri lelaki paru baya itu dan mencium punggung tangannya.
”Yah. Apa kabar?" Sahut Adinda sambil menyalami mertuanya itu.
__ADS_1
”Alhamdulillah baik nak," Ucap ayah fandy dan sesekali mengelus puncak kepala adinda. Ayah fandy memang sosok yang terbilang lembut. Namun saat berbicara soal Adil. Atau hukum ayah fandy akan berubah 180 derajat. Ya itu karena ayah fandy adalah seorang Hakim disalag satu ______ jadi tak heran dia memiliki rasa keadilan yang tinggi.
”Papa. Mama," Ucap fandy saat baru datang dari luar rumah. Kemudian dia langsung mencium tangan kedua orang tuanya bergiliran
”Ndy. Kamu anter rara kekamar gih. Dia pasti capek," Pinta ibu fandy. Lalu dijawab anggukan oleh pria bertubuh Atletis itu.
”Din. Ayok gue anter kekamar. Loe pasti capek kan," Ajak fandy lalu berjalan beiringan dengan Adinda menuju lantai atas.
Adinda langsung menelusuri ruangan yang bercat Coklat dengan sentuha corak putih. Disana juga sudah terlihat kasur besar yang seperti nya sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh fandy. Fandy langsung menghempaskan tubuhnya datas kasur, setelah menaruh semua barang dipinggiran ruangan.
”Din...
”iya kak kenapa?" jawab adinda sambil manaruh tasnya di atas narkas
”Nanti kita tidurnya diatas kasur ini ya berdua! Jeda sekian detik ”Tapi bakal dipisah ni bantal guling yang misahin kita oke" ucap fandy sambil memegang bantal guling berwarna putih itu adinda hanya mengangguk dan berlalu kekamar mandi untuk mebersihkan diri.
”Maaf din. Sebenernya gue udah jatuh cinta sama loe dari dulu" Ucap fandy dalam hati nya
🍁🍁🍁
”Ra kamu tolong aduk sayurnya dulu ya nak mama mau ambil garam dulu udah habis, bi tolong bantu rara ya," ucap mama fandy lalu berlau pergi dari dapur untuk mengambil garam yang berada di ruangan lain,
”Hmm...bi? Tanya adinda kepada Art yang sudah bekerja dirumah fandy selama puluhan tahun,
”Iya non? Jawab wanita paruh paya yang sudah berusia sekitar 45 tahun bernama shanti itu,
”Biasanya kak fandy suka makanan apa?" Ucap adinda
”Fandy biasanya suka sayur kankung tumis sama ikan goreng rara!! Kata ibu fandy yang baru datang dari balik pintu dapur,
”Mama," ucap adinda pelan lalu melanjutkan kegiatannya memasak
”Kamu harus ganti dong panggilan kamu buat fandy, jangan kak terus. Kata ibu fandy lagi lalu mendekat kearah sang menantu. Adinda hanya diam sambil terus menatap kearah ibu mertuannya dengan tatapan bingun,
__ADS_1
”Maksudnya ma? Ucap adinda lagi
”Ya maksudnya kamu harus ubah panggilan buat suami kamu, jangan kak mulu, kamu bisa panggil fandy mas atau...ibu fandy menghentikan kalimatnya lalu kembali bersuara. Sayang!" Ucap ibu fandy sambil terkekeh
Sementara adinda hanya diam dengan pipi bersemu merah,
”Ma!" Ucap fandy yang baru datang dari lantai atas atau kamarnya
”Hehe,
Setelah beberapa menit makanan yang dimasak adinda dan jugu ibu fandy pun siap untuk sisajikan, suasan tampak hening sampai akhirnya fandy membuka suaranya
”Pah? Mah? Tanya fandy sambil tetap memakan makanannya
”Ya? Ucap ibu fandy dan ayah fandy secara bersamaan,
”Fandy mau cari kerja besok, doain fandy ya biar bisa dapet kerjaan dengan waktu cepat," ucap fandy
”Hah! Kerja gimana sama kuliah kamu? Tanya ayah fandy
”Kalau urusan kuliah fandy usahain buat kasi jadwal antara kuliah sama kerja, kan ini juga buat beli rumah sendiri biar fandy sama adinda bisa mandiri.
Ayah fandy menghela nafas pelan sebelum bersuara ” yaudah terserah kamu aja papa cuman bisa kasi dukungan dan do'a yang. Terbaik buat kamu" Ucap ayah fandy sambil tersenyum kearah putranya itu. Adinda ibu fandy serta fani pun ikut tersenyum.
Dan mereka menikmati makan malamnya dengan lahap dan dipenuhi dengan tawa. Karena ayah fandy dan ibunya senang membuat beberapa kata yang akan mengundang gelak tawa saat mendengarnya.
📕📕📕
Hallo👋
Assalamualikum semua maaf kalau kurang bagus dan banyak typo bertebaran😂
Semoga kalian masih suka sama cerita ini.
__ADS_1
Jangan lupa vote and komen💞
🌹Syukran🌹