CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
Part 37


__ADS_3

"Seruan angin, Rintik hujan, menjadi satu dan kesatuan dalam heningnya malam penuh arti dan Doa. Dimana aku dan kamu menggelar sajadah dan beribadah dengan lantunan kalam cinta.


~ Calon Imamku ~


-


-


-


• Happy reading •


”Mas Fandy!" Adinda berlari kecil masuk kedalam rumah bertingkat dua itu dengan sebuah Amblop ditangannya sambil memanggil sang suami. Dia bahagia bercampur gugup, Ya saat ini tangannya benar-benar dingin seperti bongkahan es.


Fandy yang tengah berada diruang tamu bersama sang Papa, Reflex berdiri dan menghampiri Adinda.


”Kenapa Ra. Kok teriak teriak?" Tanya Fandy sambil memegang bahu kanan Adinda. Adinda menetralkan napasnya yang masih terengah-engah akibat berlari tadi.


”Gin—." Omongan Adinda terhenti seketika.


”Bicaranya dikamar aja Ra. Biar Mama yang kasi tau Papa." Adinda menuruti Kata Mama mertuanya. Fandy masih terlihat bingung dengan Istri serta Sang Mama.


”Mas Fandy bicaranya dikamar aja ya?" Adinda langsung mendahului Fandy dengan muka sumringah, Sementara Fandy? Masih bertanya-tanya dalam hati.


Fandy mengekor Adinda yang berjalan dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajah cantik nya. Setelah sampai Adinda langsung duduk ditepi kasur menunggu Fandy yang masih didepan pintu.

__ADS_1


”Kenapa Ra?" Tanya Fandy sambil duduk didepan sang istri. Adinda mengibaskan-ngibaskan tangannya kewajah Fandy. Fandy mengerutkan Dahinya lalu menangkap tangan Adinda dan menggenggamnya.


Adinda kembali tersenyum lalu bersuara ”Mas Fandy liat ini." Adinda menunjukan Amplob putih itu pada sang suami.


”Itu apa?"


”Buka aja trus baca." Fandy mengamati setiap detail Amplob yang dipegang Adinda. Lalu mengambil dan membukanya perlahan.


Setelah terbuka sempurna Fandy langsung membaca setiap tulisan dengan teliti hingga suatu tulisan membuat Reflex menatap Adinda dengan mata berbinar. ”Ra. Kamu ha-mil?" Tanya Fandy dengan bibir bergetar Hatinya seperti merasakan sesuatu yang tak dia rasakan sebelumnya.


Adinda tersenyum lalu mengangguk membuat Fandy serasa terbang hari ini ”Alhamdulillah Zaujatinya Fandy." Adinda tersentak dengan Fandy yang tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat, Adinda pun langsung membalas pelukan hangat itu dengan hati yang sangat bahagia sama seperti Fandy.


***


Detak jarum jam terus berputar malam yang dingin dengan suara rintik hujan tak menyurutkan semangat Fandy dan Adinda untuk melakukan sholat Tahajjud yang begitu mereka nanti.


”Nih Mas Fandy." Ucap Adinda sambil memberikan pakaian yang tadi dia siapkan pada Fandy.


Fandy menerimanya dan segera memakainya, Selang beberapa saat Fandy mulai menggelar sajadah dan melakukan sholat Tahajjud dengan khusyuk. Moment yang amat ditunggu pasangan ini dimana mereka dapat mencurahkan segala rasa dalam satu Doa. Dalam satu syaf, Dan melantunkan kalam cinta nya yang diharap akan tetap bertahan hingga maut memisahkan, Cinta sampai kesyurga.


”Assalamualikum warahmatullah." Fandy mengakhiri sholat nya dengan menoleh kekanan dan kekiri dan diikuti oleh Adinda. Kemudian setelah itu Fandy menjulurkan tangan kekarnya ke Adinda.


Adinda menerimanya dan mengecupnya dengan lembut dan cukup lama, Kemudian setelah menlanjutkannya dengan Berdoa memohon pada sang pencipta agar dapat terus bertahan meski mereka tau akan banyak badai yang dapat sewaktu-waktu menghampiri kehidupan rumah tangga mereka.


”Aamiin." Fandy mengusap wajahnya seraya mengucap kalimat penutup doa, Adinda pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Fandy menoleh ke Adinda dan menyentuh ubun ubun kepala Sang Istri lalu mengelusnya pelan, Adinda mendokak dan menatap wajah sang suami, Senyum dari Adinda membuat Fandy langsung mengecup sayang kening Adinda.


”Makasi ya Ra. Udah jadi pelengkap rusuk dari diri ini, menjadi pelengkap jari-jari ini, Menjadi istri sholehah, Dan Insya Allah akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita." Penuturan Fandy membuat mata Adinda terasa panas, seperti akan ada cairan bening keluar dari sana, dan benar saja satu tetes air mata keluar, Adinda langsung menghapus air mata bahagia itu dan menatap wajah teduh sang suami.


”Mas Fandy Makasi juga sudah membuatku menjadi wanita paling beruntung didunia, Tidak pernah kusadari bahwa Mas Fandy yang akan menyempurnakan separu agama ini, Menjadi Imam dalam hidupku, Jujur Mas aku pernah mengharapkan Sosok Calon Imam yang punya tingkat kedewasaan yang tinggi punya tanggung jawab besar, Dan dapat menuntun aku agar menjadi wanita Syurga. Aku kira semua itu tidak ada didiri Mas Fandy. Tapi ternyata Mas Fandy mempunyai itu semua bahkan lebih dari yang kuharapkan. Ternyata Allah emang gak pernah salah menjodohkan setiap Hambanya, Dan sekarang aku adalah wanita paling beruntung karena ada Mas Fandy yang Jadi Imam dalam hidupku dan menjadi Ayah dari anak-anak ku kelak." Air mata Adinda begitu saja Fandy langsung mendekap Adinda. Dengan penuh kasih sayang, Adinda merasakan kenyamanan yang nyata didekapan Fandy.


Adinda ingin terus seperti ini, Menjadi rumah ternyaman untuk Fandy. Dan menjadi wanita yang bersama Fandy hingga maut memisahkan.


"Jika Allah sudah berkata ia jodohmu pastilah kalian akan bersatu dengan berbagai cara yang tak terduga, Dan setiap orang mempunyai kreteria sendiri dalam urusan jodoh, Tapi ingatlah pula bahwa jodoh adalah cerminan dari diri sendiri, jadi seperti apa dirimu sekarang seperti itu pula jodohmu kelak, Allah memang tidak memberikan yang kita inginkan. Tapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan... Paham?"


~ Calon Imamku ~


-


-


-


Assalamualikum semua😁


Alhamdulillah bisa update tinggal menunggu Satu part lahir kewattpad dan berakhirlah cerita ini:v


Kuyy semangatin aku biar endingnya bisa sesuai dengan apa yang kalean mau:)


Dengan cara tekan bintang ⭐ spasi komentar📩 Kirim ke 👉 Novel Calon Imamku yang baru saja kalean baca😂 Gratis guysss:)

__ADS_1


Oke See You Next Part🤗


🌹Syukran🌹


__ADS_2