CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
PHOBIA GELAP


__ADS_3

Wajah Hany masih saling bertatapan dengan Hanafi. Pandangan mereka tak lepas dan memuji kagum di dalam hati mereka masing-masing. Tiga hari mereka bersama, baru kali ini Hany benar -benar merasa Hanafi dekat sekali dengan irinya.


"Mas Afi ... Na ... Haus, ambil minum dimana ya?" tanya Hany pelan dengan suara yang terdengar bergetar.


"Ekhem ... Maaf. Biar Mas, ambilkan. Kamu tunggu di sini ya," jawab Hanafi pelan.


Hanafi berdiridan klear kamar. Hany hnaya mengelus dadanya pelan. Jantungnya baru saja berolah raga agar sehat. Kalau seperti ini terus, tubuhnya akan benar -benar sehat. Cuma mentalnya bisa jatuh. Jatuh cinta maksudnya.


Hany membuka cardigannya dana hanya menggunakan tank top putih dengan celana pendek hipster. Kakinya naik ke atas sofa dan bersila.


ceklek ...


"Ini minumnya, Sayang. Cemilannya juga ada," ucap Hanafi membawa satu gelas besar minuman yang hangat karena asap mengepul di gelas itu dan memberikan aroma wangi rempah.


Hany menatap Hanafi yang kemudian duudk di sampingnya dan memberikan minuman hangat itu.


"Cuaca di sini kan dingin. Dan ini minuman hangat buatan Umi, biar badan gak pegal -pegal. Pesan Umi juga, biar kamu kuat, sayang," ucap Hanafi mengikuti ucapan Umi tadi saat berada di dapur.


"Kuat? Maksud Umi apa, Mas?" tanya Hany bodoh. Hany mengambil gelas besar itu. Beberapa kali ia mengendus minuman hangat beraroma rempah itu dan menyeruputnya pelan. Kalau soal dunia perjamu -jamuan, Hany sudah biasa. Nenek Inggit sering membuatkan jamu yang berkhasiat baik untuk tubuh.


"Ekhemm ... Kuat itu. Masa gak paham?" tanya Hanafi pelan.

__ADS_1


"Kuat itu? Itu apa?" tanya Hany bingung. Ia kembali menyeruput minuman hangat yang entah apa namanya. Rasanya pedas, manis, seger, beraroma yang menggugah selera.


"Kuat gituan," tawa Hanafi langsung menggelegar.


Hany langsung mendengus kesal. Rasanya hari ini Hanafi akan puas menggodanya. Apalagi ini rumahnya sendiri.


"Hei ... Kenapa manyun?" tanya Hanafi pelan melihat bibir Hany yang mengerucut ke depan.


"Gak apa -apa. Boleh di coba? Ini buatan Umi juga?" tanya Hany pelan.


"Ya. Itu juga buatan Umi. Namanya kue talam. Ini enak banget. Umi itu adalah wanita paling terbaik yang pernah Mas temui, dan kamu, adalah wanita istimewa yang selalu ada di hati Mas"' ucap Hanafi pelan dengan penuh ketulusan.


"Kamu gak percaya? Padahal kamu sudah Mas nikahi, Na," ucap Hanafi pelan.


Hany malah asyik menikmati kue talam dari ubi ungu degan lapisan santan di bagian paling atas.


"Siapa yang bilang gak percay? Na cuma tanya? yakin, Na itu wanita istimewanya Mas?" ucap Hany cuek.


Hanafi duduk menghadap ke arah Hany dan memutar dagu gadis itu dan langsung di cium pada bagian bibirnya.


"Masih gak percaya? Mas itu sudah lama mengenal kamu, Na," ucap Hanafi pelan. Perlakuannya barusan pun membuat Hany terkejut hingga kue talam yang di pegangnya pun jatuh ke atas lantai.

__ADS_1


"Ekhemmm ... maaf Mas. Kuenya jatuh, bisa ada semut nanti, karena manis," ucap Hany pelan.


Tangan Hany pun di genggam Hanafi. Hujan besar di luar membuat suhu kamar pun dingin. Tak hanya itu, petir juga menyambar keras dengan kilatan cahaya yang begitu sangat terang.


Lampu kamar itu pun mati. Semua gelap total hingga di luar pun tak ada cahaya sedikit pun yang masuk kecuali petir.


"Arghhh ...." teriak Hany keras. Ia paling takut dengan gelap. Rasanya menakutkan.


Hany langsung memeluk Hanafi yang ada di depannya. Tubuhnya dingin dan berkeringat. Hanya phobia dengan gelap. Padahal ia seorang gadis bar -bar yang yang sangat berani. Ia kalah dengan gelap.


Hany langsung duduk di pangkuan hanafi dnegan kepala bersandar di dada bidang lelaki itu sambil memeluk denga erat seolah tidak boleh pergi menjauh.


"Mas ..." cicit Hany lirih.


"Ya," jawaban Hanafi sambil mengusap punggung Hany pelan dengan gerakan ke atas dan ke bawah.


"Na takut. Jangan pergi," ucap Hany pelan.


"Iya gak, Sayang . Mas di sini bersama kamu," jawab Hanafi pelan.


Jantung Hany berdetak keras. Rasa takut bercampur panik karena gelap membuatnya benar -benar trauma akan sesuatu hal di masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2