CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
Part 30


__ADS_3

"Apakah melepasmu adalah jalan yang terbaik? Jika iya maka dengan berat hati aku harus melepaskan mu, Tapi kamu harus tahu satu hal kamu sangat berarti di dalam hidupku, Satu kata buat kamu, Aku mencintaimu"


( Adinda yaura permata wijaya )


.


.


.


• Happy reading •


Fandy keluar dari ruang kerja sang Papa. Wajahnya datar seolah tidak ada lagi senyum setelah hari ini, Fandy naik kelantai atas tepatnya kekamarnya dan Adinda.


Fandy berjalan dengan sedikit cepat setelah sampai didepan pintu Fandy beberapa kali mencoba membuka nya namun tangan dan hati rasanya tidak bisa, Apakah ini efek dari ucapan Papanya?


Ceklek!


Pintu kamar terbuka dan menampakan sosok Adinda dengan mata sembab akibat menangis.


Mata Fandy Dan Adinda saling bertemu sebelum akhirnya Adinda yang memutuskannya, keduanya diam tepat didepan pintu kamar berkutat dengan pikiran masing-masing,


Namun setelah acara diam-diam itu akhirnya Adinda membuang napas kasar lalu berlalu begitu saja tanpa bersuara. Membuat Fandy semakin bersalah disini.


”Adinda!" Namun baru beberapa langkah Adinda dihentikan dengan panggilan dari Fandy. Adinda menoleh dan mendapati Fandy yang merunduk dengan wajah memerah.

__ADS_1


”Iya?" Jawab Adinda seadanya dia tidak tahu ingin berbicara apa sekarang, Fandy berjalan kearah Adinda dengan sedikit cepat dan langsung memeluk Adinda. Adinda terkejut dengan tinggah Fandy. Beberapa kali Adinda mencoba melepaskan tubuh Fandy. Yang memeluknya dengan sangat erat.


”Gue takut kehilangan lu!" Fandy makin mempererat pelukannya, membuat Adinda hampir sesak nafas.


”Kak Fandy. Jangan kayak gini lepas!" Pintah Adinda. Namun tak digubris oleh Fandy.


”Gue gak mau kalau pisah apalagi sampai lepasin loe Ra!" mata Adinda membola sempurna apa maksud Fandy? Pisah? Bahkan Adinda tidak pernah meminta itu kenapa Fandy berbicara seperti itu.


”Lepasin Adinda Fandy. Sebentar lagi kalian bakal bercerai!" Abdul menjawab pertanyaan Adinda. Tubuh Adinda menegang apa yang sedang Papa mertuanya bicarakan. Apa yang Adinda lewatkan, Demi apapun pikiran Adinda kacau saat ini.


Adinda menoleh dan menatap Papa mertuamya itu. ”Ce-rai?!" Monolog Adinda dengan terbata.


”Maaf Nak. Seperti nya ini yang terbaik, Papa sudah bilang ini dengan Ummi Dan Abi kamu, Dan mereka menyerahkan keputusan ini pada Papa. Mereka juga sudah tahu tentang kejadian tadi, Papa kecewa dengan Fandy. Dan Papa gak mau kalau dia nyakitin kamu lagi." Ucap Abdul panjang lebar, tak terasa pula mata mulai berembun, seperti nya sebentar lagi embun itu akan berubah menjadi air yang deras seperti hujan.


Fandy. Hanya merunduk sedari tadi dengan wajah memerah, Adinda menatap Fandy sejenak dan ikut merunduk air mata pun tak terelakan, berat rasanya menahan air mata kekecawaan dan takut kehilangan.


Anita mengikuti langkah Adinda. Dia juga merasakan apa yang kini tengah dirasakan Adinda, Anita merasa berat untuk melepas menantu nya itu, tapi jika dengan berpisah dengan Fandy adalah cara agar Adinda tidak merasakan sakit akibat adanya orang ketiga, Anita bisa apa.


”Ummi!" Adinda langsung memeluk Wanita yang amat dia sayangi ini, Adinda menumpahkan segala isi hatinya, Rindu, Keluh kesah, Dan juga Nyaman, berpadu dalam dekapan hangat penuh arti itu.


”Dinda baik kan nak?" Tanya Kadiya sambil sesekali mengelus puncak kepala putri satu-satunya ini, Dia sudah tau tentang masalah yang tengah dialami sang putri. Ya Ibu Fandy yang memberitahu.


Adinda tidak menjawab justru dia terisak dalam dekapan sang Ummi, Kadiya tidak tega melihat Adinda yang rapuh seperti ini.


”Bu Fandy saya ingin berbicara dengan Ibu nanti, Sebelum nya saya ingin membawa Adinda pulang kerumah saya, Boleh." Adinda mendokak mendengar ucapan sang Ummi. Pulang kerumah? Apakah dia akan benar-benar berpisah dengan Fandy. Seperti kata sang Papa mertua.

__ADS_1


Tapi Adinda sedikit bingung disini, Kenapa langsung memilih jalur bercerai? Padahal dirinya sama sekali tidak memikirkan hal itu dan baru kali ini dia melihat Kadiya yang begitu mendukung, bukan seperti mendukung keputusan keluarga Fandy. Padahal ummi nya lah yang paling membenci hal yang berbau Perceraian. Aneh dan seperti sudah direnjanakan, ini seperti permainan bagi Adinda.


”Kamu siapin baju kamu ya, kita pulang kerumah buat tenangin diri kamu." Pinta Kadiya. Adinda menatap Mama mertuanya sejenak lalu bersuara.


”Tapi Mi——Omongan Adinda terhenti.


”Nak kamu ikutin perintah Ummi mu ya!" Ucap Abi Adinda. Adinda pun hanya pasrah, Dia sudah terlampau bingung dengan semua ini, Jika benar meninggal kan Fandy adalah jalan yang terbaik, Maka Adinda harus ikhlas walau hati kecil nya tidak ingin, Ya Adinda memang kecewa karena kejadian Salsa yang memeluk Fandy. Bahkan Fandy tidak langsung menepisnya. Tapi Adinda yakin bahwa ini semua murni kesalahan Salsa.


Adinda mengangguk sebaik nya dia mengikuti alur ini saja, Adinda bingung. Sangat.


Adinda berjalan menaiki anak tangga ada Fandy yang masih diam mematung di depan pintu kamar wajahnya datar, dia hanya melirik Adinda. Apakah dia tidak tau kalau Adinda akan ikut bersama orang tuanya?


”Kak Fandy tidak ada kah niatan dihati mu untuk menahanku pergi. Aku tidak ingin seperti ini, Kenapa kau seakan membiarkan semua ini. Apa aku sudah tidak ada harganya lagi dihidupmu!" Ucap Adinda dalam hati lalu masuk kedalam kamar dengan derai air mata.


”Din semua ini diluar kemauan gue, Gue sayang sama loe tapi ini adalah jalan yang terbaik untuk sekarang, percaya Din gue gak bakal biarin loe lepas dari gue, Gue gak bakal lepasin loe gue sayang sama loe, Sabar Din semua ini akan berakhir dengan indah, dan itu yang gue harapkan." Fandy pun berbicara dalam hatinya,


📕📕📕


Assalamualikum... Apa kabar semoga selalu baik ya. Seperti nya cerita ini sudah mendekati Ending😁


Dukung terus agar otak ku lanjar terutama dalam membuat Ending yang akan selalu kalian kenang😂. Oh iya maaf ya tentang Prolog yang masih banyak typo In Syaa Allah setelah tamat diperbaiki dan bakal beda Prolognya jadi aku bakal Perbaikin atau berubah sedikit dibagian Prolog biar makin enak dibaca, Dan untuk part-part yang lain juga akan aku perbaiki terutama dibagian awal, karena disitu Cara penulisannya masih jelek dan Banyak typo😂😆


Pokoknya In Syaa Allah bakal lebih enak dibaca buat pembaca baru. Dan pembaca sebelum nya, kalau mau diulang bacanya juga gakpapa😆


Oke sekian pengumuman dari saya, selamat membaca, Jangan lupa Vote Dan Komen💞

__ADS_1


🌹Syukran🌹


__ADS_2