
Hanafi sudah pergi sejak tadi setlah shubuh. Hany pun sedang bersiap untuk pergi ke sekolah. Ia sedang erkca di depan cermin meja riasnya. Merapikan baju putih abunya. Rok abu yang terlihat makin pendek dengan kemeja putih yang terkesan ketat namun hanya pas di badan Hay. Rambutnya di gerasi dengan model curly agar nampak lebih fresh dan girly. Lip tint yang berwarna pink dnegan aroma buah starwberry dan mint membuat bibir Hany nampak sedikit merekah.
Rumha besar itu sudah nampak sepi. Aby dan Umi sudah berad adi masjid ponpes untuk memberikan pelajaran bagi santriwan dan santriwati beserta guru -guru yang ada di sana.
Hany pun turun dari lantai dua menuju garasi rumah itu dan membuka kunci mobil maharnya.
"Pagi ustadzah," sapa beberapa santriwati yang kebetulan lewat dan berjalan melewati Hany. Hany yang kaget pun hanya melempar senyum lebar dan mengangguk kecil.
Terdengar suara bisik -bisik beberapa santri itu yang jelas di telinga hany.
'Cantik banget istri Ustad Afi, rambutnya kayak Lisa blackpink. Cantik dan seksi kayak artis korea,' ucap mereka memuji.
Hanya hnaya menggelengkan kepalanya pelan. Hany malah iri dnegan santriwati seperti mereka. Rasanya juga ingin berpakaian tertutup seperti itu, namun Hany belum siap. Jiwanya masih bergelora ingin bebas dan masih sangat suka bermain.
__ADS_1
Hany pun masuk ke dalam mobil dan memuji mobil yang ia miliki dari sebuah mahar. Mobil yang sangat keren dan istimewa. Mobil ini benar -benar sagat canggih sekali.
Speednya pun sudah mencapai enam, walapun iasanya hanya sampai lima saja. Pelan Hany mulai menginjak gas dan memasukkan kopling dengan sempurna. Tak ada getaran dan semuanya terasa sangat halus seklai. Hany pun tersenyum puas. Mobil yang di idamkan dan akhirnya ia dapatkan dengan mudah, hanya dengan mau menerima pernikahan ats perjodohan.
Tak lama, Mobil pun sudah masuk ke gerbang sekolah. Ia masuk ke halaman sekolah dan parkir bercampur dnegna mobil lainnya yang di miliki oleh para guru. Karena selain Hany tidak ada siswa atau siswi yang membawa mobil.
Hany pun turun dari mobil sport keren itu. Beberapa teman satu sekolahnya berdecak kagum. Siswi pindahan itu tak hanya pintar, cantik, seksi, bar -bar tapi juga sangat keren dan banyak memiliki kelebihan yang tak di ketahui oleh tean -temannya.
"Na ...." panggil Indra dengan suara keras.
"Hei ... Makan yuk? Belum sarapan nih," ajak Hany pelan.
Indra hanya mengangguk pasrah dan berjalan menuju kantin sekolah.
__ADS_1
Keduanya duduk berhadapan. Indra yang sudah memesan teh manis dengan roti bakar isi keju. Sedangkan hany memesan siomay lengkap dengan es susu cokelat.
"Na ...." panggil Indra dengan senyum lebar.
Hany pun mendongak dan menatap ke arah Indra sambil mengunyah siomay yang sudah ada di mulutnya.
"Apa?" jawab Hany sambil mengelap bumbu kacang yang belepotan di sekitar bibirnya.
"Gimana malam pertamany?" tanya Indra tanpa berdosa di iringi dengan pukulan maut Hany.
"Kalau kasih pertanyaan tuh, yang bermutu dikit. Jangan pertanyaan kaku begitu, gak banget," ucap Hany kesal sambil melotot.
"Lho ... Itu pertanyaan untuk berbagi pengalaman," ucap Indra tak mau kalah.
__ADS_1
'Udah diem. Gimana? Ada event lagi gak?" tanya Hany yang ingin mencari sensai lagi.
Rasanya sudah lama tak memainkan gas Camel.