CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
part 29


__ADS_3

"Sungguh ini rumit bagi kita, Terutama diriku, entah sampai kapan masalah ini akan terus menghantui diriku dan dirimu"


( Fandy Syauqi Ardavan )


.


.


.


• Happy reading •


”Fandy apa-apaan ini!"


Adinda menoleh dan menatap suara tegas itu.


”Papa. Mama." Ucap Fandy dan Adinda bersamaan, dengan tempat yang berbeda.


Mata Papa Fandy membola sempurna begitupun Mamanya, semburat emosi mulai memenuhi tubuh Papa Fandy saat ini, Dia segera berjalan mendekati Fandy yang tampak ketakutan, ya takut jika sang Papa malah salah paham dengan apa yang dilakukan Salsa barusan, Sementara Salsa? Dia hanya diam dengan senyum tipis, ya ini semua diluar dugaannya, Tapi suasana ini malah membuat Salsa merasa senang.


”Fandy jelaskan semua ini sama papa!" Ucap Abdul––– Papa Fandy. Dengan penuh penekanan, matanya pun tak pernah absen untuk menatap Salsa yang sedang merunduk.


”Pa. Fandy ga––– Ucapan Fandy terhenti


”Pa. Dia temen Adinda. Dia kesini cuman pengen curhat sama Adinda dan Kak Fandy, papa salah paham soal yang tadi. " Tandas Adinda dengan mata yang berkaca-kaca, Dan pikiran serta dada yang rasanya ingin meledak, Dia terpaksa berbohong sekarang.

__ADS_1


”Ra. Jangan belain suami kamu sayang, Mama tahu kamu bohong kan!" Mama Fandy berjalan mendekati sang menantu dan merangkulnya, Adinda pun menangis sambil memeluk sang Mama mertua, Dia lelah, Dia ingin semua kejadian ini hanyalah sebatas mimpi buruk, Baru saja dia dituduh berselingkuh sekarang? Adinda harus melihat adegan yang akan menyakitkan hati setiap istri yang ada didunia ini.


Abdul hanya mampu menatap sang menantu dengan rasa bersalah, Dan menatap Fandy dengan rasa kecewa. ”Fandy. Papa tanya sekali lagi dia siapa?!" Salsa terkejut dengan nada bicara Papa Fandy yang sangat tinggi saat ini.


”Pa. Semua ini salah paham, Salsa sama Fandy gak ada hubungan apa-apa" Fandy mencoba meyakinkan sang Papa bahwa semua ini di luar kemauannya.


”Kamu jangan bohong Fandy. Papa liat dengan mata kepala Papa gak mungkin tadi itu salah liat!" Papa Fandy berbicara dengan penuh penekanan.


”Pa. Fandy gak ngapain-ngapain sama Sal——Ucapan Fandy terhenti.


”Ra. Kamu ikut Mama ke kamar ya, Kita tenangin diri kamu disana. " Pinta Mama Fandy. Sambil menatap sang menantu yang tengah menangis tanpa suara itu.


Adinda mengangguk sebagai jawaban, setelah itu Mama menuntun sang menantu untuk kelantai atas, lebih tepatnya dikamar dia dan juga Fandy.


”Fandy. Papa perlu bicara berdua sama kamu!" Papa Fandy melirik Salsa sejenak lalu melangkah keruang yang biasanya dia tempati kerja.


”Fan. Maafin gue ya ini semua salah gue, gue minta maaf." Ucap Salsa. Sambil melihat Fandy dari samping.


”Sa. Mending loe pulang aja ya. Gue mau nyelesain masalah gue, Tolong jangan ikut campur disini." Pinta Fandy, kemudian Dia melangkah mengikuti sang Papa.


Salsa berkutat dengan pikirannya. ”Maaf Fan. Gue terpaksa, makasi papa mertua udah mempermudah langkah gue untuk mendapatkan Fandy. Pasti sekarang Hubungan kalian tinggal menghitung hari. Maaf Fan. Gue nyadar gue keterlaluan gue terlalu teropsesi sama loe, Gue sayang sama loe. Fandy Syauqi Ardavan!"


Setelah mengatakan itu Salsa langsung meninggalkan kediaman Fandy,


Sementara diruangan Kerja Abdul. Fandy saat ini sudah dilanda keringat dingin. Papa nya terus menatap kearah dirinya, dengan Tatapan seperti ingin membunuh orang.

__ADS_1


”Duduk!" Pinta Abdul saat Fandy diam bak patung didepan pintu ruangan itu, Fandy mengambil langkah cepat Dan segera duduk disofa yang muat untuk dua orang itu.


”Fandy. Kamu jujur dia siapa?" Abdul mulai bersuara sambil menatap kearah Fandy. dengan tangan yang memainkan pulpen Disana.


”Dia temen Fandy Pa. Dia temen waktu SMP gak lebih."


”Trus tadi itu?"


”Itu semua diluar kemauan Fandy. Salsa langsung meluk Fandy. Tanpa adanya persetujuan Fandy. " Ucap Fandy dengan keringat yang jatuh membasahi keningnya.


”Kamu jangan bohong Fandy. " Abdul kini membuang tatapannya dari Fandy.


”Pa. Fandy gak bohong!"


Abdul mendekat kearah Sang anak. Dan membuat Fandy menelan salivanya kuat-kuat. ”Kamu ceraiin Adinda! " Mata Fandy membola sempurna,


”Pa. Fandy gak mau!" Fandy kali ini meninggikan Volume suaranya.


📕📕📕


Assalamualikum... Maaf part ini pendek, semoga masih suka, Dan semoga konfliknya nyambung ya sama alur cerita nya:)


Jangan Lupa Vote Dan Komen!


🌹Syukran🌹

__ADS_1


__ADS_2