
"Bukan berlebihan, Tapi semua ini nyata dari hatiku untuk mu aku benar-benar tidak sanggup kehilangan sosok seperti dirimu, aku mencintaimu karena Allah.
( Adinda Yaura Permata Wijaya )
.
.
.
• Happy reading •
"Duduk Sa." Ucap Fandy. Sungguh demi apapun ingin rasanya Adinda menangis sekencang-kencangnya sekarang, Akan tetapi dia harus kuat, ya kuat demi Umminya, Kuat demi Abinya, Dan kuat untuk dirinya sendiri.
"Makasi." Jawab Salsa lalu duduk tanpa tanpa menghiraukan Adinda.
Entah ini mimpi atau apa keluarga Fandy bersikap aneh sekarang, kenapa mengundang Salsa dalam masalah ini, Apa kaitan ini semua dengan Salsa. Ini hanya menambah luka dihati srorang Adinda. Terlihat Ayah Fandy yang berdiri dan mengatur nafas dalam sebelum bersuara.
"Oke semuanya sudah ngumpul, Papa mau bertanya Fandy kamu bawa surat yang Papa kasi tadi Pagi?" Tanya Abdul. Fandy langsung mengambil surat yang tadi dia berikan ke Adinda. Adinda hanya diam mematung tak menghiraukan tatapan nya fokus ke Salsa sekarang.
"Din. Kamu bisa buka trus baca dengan keras?" Adinda mendokak dan menatap Papa mertuanya itu, dipikiran Adinda sekarang adalah, kenapa harus dibaca dengan keras toh itu benar-benar menyakiti cukup bagi Adinda untuk membacanya secara pelan, kenapa situasinya seperti permainan, Aneh.
Adinda hanya menatap aneh keluarga Fandy. Dia menghela nafas pelan dan melakukan apa yang tadi diperintahkan oleh Papa mertuanya.
Adinda membuka Amblop itu perlahan, "Bismillah surat ini saya berikan kepada saudari Adinda. Dengan maksud untuk--." Ucapan Adinda terhenti mata nya membola sempurna sebuah simpul senyum tipis terbit dari bibirnya, dan membuat Salsa penasaran dengan apa isi surat tersebut.
"Lanjutin Din." Pintah Fandy. Adinda meneteskan Air mata dan meneruskan ucapan nya.
"Tiket bulan madu!"
"Hah!?" Salsa langsung berdiri dengan wajah tidak percaya, sedangkan Adinda masih setia memperhatikan dan menunggu kejelasan dari Fandy.
Flasback on🍃
"Dia temen Fandy Pa. Temen Fandy waktu SMP!" Fandy mencoba meyakinkan sang papa.
"Trus tadi itu?"
__ADS_1
"Itu semua diluar kemauan Fandy. Salsa langsung meluk Fandy. Tanpa adanya persetujuan Fandy. " Ucap Fandy dengan keringat yang jatuh membasahi keningnya.
Papa Fandy mendekat kearah Sang anak. Dan membuat Fandy menelan salivanya kuat-kuat. "Kamu ceraiin Adinda! " Mata Fandy membola sempurna,
"Pa. Fandy gak mau!" Fandy kali ini meninggikan volume suaranya.
"Ya kamu harus mau, karena ini cuman buat jebakan!" Sungguh demi apapun Fandy bingung setengah mati dengan apa yang ingin Papanya bicarakan.
"Jebakan? maksudnya Papa apa? Fandy bingung." Nafas Fandy terengah seperti seorang yang habis Lari maraton.
"Sttss...Duduk dulu jangan tegang!" Abdul. Menyeret sang putra agar duduk anteng, Fandy makin bingung dengan semua ini?
"Papa mau tanya, Tadi pagi ada yang datang gak trus dia bilang kalau dia selingkuhan Adinda? " Tanya Abdul. Dan membuat Fandy seketika mengakat wajahnya.
"Kok papa tau?"
Abdul cekikikan tidak jelas, dan membuat Fandy mengerutkan dahinya. "Fandy anak Papa yang ganteng, tapi lebih ganteng Papanya! Sebenarnya sewaktu papa sama mama pergi ada yang ngawasin kamu sama Adinda. Papa yang nyuruh, karena Papa takut jika terjadi apa-apa semasa Kami pergi. Dan benar kan." Jelas Papa Fandy.
"Maksud Papa?"
"Siapa Pa?!" Tanya Fandy tidak sabaran.
"Salsa!" Fandy melongo dengan ucapan Papanya itu.
"Salsa?"
"Iya, Papa udah nyuruh orang buat ngawasin kalian sewaktu kami pergi, Jadi semua ini terkendali Fandy." Ucap Abdul-- lagi.
"Trus Mama juga tau ini semua?" Tany Fandy sambil menenagkan dirinya, Dia hampir dibuat serangan jantung dadakan atas ucapan Papanya yang menyuruh dia menceraikan Adinda.
"Iya lah. Bahkan Ummi. Abi. Serta seluruh keluarga Adinda pun sudah tau, Kecuali Adinda. Jangan bilang ini dulu sama dia ya." Abdul. Mendekat dan duduk disamping Fandy. Lalu menepuk bahu Fandy pelan, Memberikan kekuatan agar anaknya itu mau mengikuti renjanannya untuk menjebak Salsa.
Fandy melihat Papanya. "Kenapa Adinda gak boleh tau?"
"Biar keliatan reel dimata Salsa! Udah jangan banyak tanya, Ikuti aja permainan Papa. Kayak Difilm-film itu loh!" Ucap Abdul. Sambil cekikikan.
"Tapi Pa. Kasian Adinda. Dia gak berhak nan-- Ucapan Fandy terhenti seketika.
__ADS_1
"Fan. Nak kamu tolong bantu ya, Biar ini bisa membuat Salsa sadar, Toh Adinda. Gadis yang kuat, Abinya yang bilang ke Papa. Jadi percaya ya." Abdul mencoba membuat Fandy. Mengikuti instruksinya. Fandy menghela nafas berat Lalu bersuara.
"Oke Pa! Fandy ikuti renjana yang Papa buat!" Ucap Fandy dengan menatap sang Papa. Abdul pun langsung menepuk pelan bahu Kanan Fandy. Sambil tersenyum. Mencoba mengatakan ini pasti akan berhasil.
FlasBack off🍃
"Begitu lah. Salsa!" Fandy menatap tajam sahabatnya dari SMP itu, dia tidak habis pikir dengan jalan yang Salsa renjanakan dia pikir Salsa akan sangat senang karena dia telah menikah tapi ternyata? Dia malah ingin mengakhiri hubungan sang Sahabat, miris memang tapi begitulah jika sudah berurusan dengan yang namanya Cinta, seseorang bisa bersikap egois bahkan rela melakukan apapun demi cinta nya.
Adinda meneteskan air mata Anita langsung mendekat kearah sang Menantu dan mendekapnya, Dia sudah ingin melakukan ini dari kemarin akan tetapi tidak bisa karena ide yang direnjanakan sang suami, Anita benar-benar tidak bisa melihat Adinda menangis dia telah menganggap Adinda seperti anak sendiri.
"Sa. Gue mohon pergi dari sini sekarang, Untuk kali ini gue maafin loe karena loe adalah sahabat gue, Jangan pernah coba ngelakuin ini lagi karena ini benar-benar gak lucu!" Ucap Fandy dengan penuh penekanan.
Salsa menggigit bibir bawahnya lalu menyambar Tas yang ada Diatas Sofa dan langsung pergi begitu saja tanpa pamit.
Fandy menghela nafas pelan lalu beralih kepada sang istri. "Din. Maafin gue ya!"
Tidak ada jawaban dari Adinda, dia hanya menangis dalam dekapan Anita. Fandy tahu Adinda masih syok dengan keadaan seperti ini, Tidak lucu memang akan tetapi ini adalah jalan yang paling bener, Menurut sang Papa.
📕📕📕
Assalamualikum😁
Maaf ya agak gaje, dan mungkin kurang ngena di hati kalian, tapi aku bakal coba buat part-part selanjutnya lebih bagus dan dapat Feelnya:)
Btw kayaknya ini cerita alurnya mudah ketebak ya?😂
Apa masih monoton?
Kasi masukan dong biar nanti aku perbaiki setelah tamat. Insya Allah.
maaf keun ya soalnya masih belajar wajar kan masih banyak salahnya:v
Semoga masih suka aja ya, Jangan lupa Vote Dan Komen💞
See you next Part❤
🌹Syukran🌹
__ADS_1