CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
~ Ending


__ADS_3

"Semua hal yang ada didunia ini sama halnya sebuah Film yang sedang terputar dan yang berperan didalamnya adalah manusia ( kita ) Dan yang menulis skenarionya itu Allah, Jadi kita hanya harus mengikuti setiap hal yang Allah perintahkan dan takdirkan atau membantah dan membelokan jalan cerita dengan resiko yang harus diterima."


( Adinda Yaura Permata Wijaya )


-


-


-


*Part Ending mohon kritik dan saran agar aku dapat memperbaiki setiap hal yang harus aku benahi di Novel ini🙏


• Happy reading •


Sore yang indah dengan awan-awan yang memenuhi langit, tampak seorang wanita tengah duduk dibalkon rumah nya sambil menatap langit yang kini akan berubah menjadi indahnya malam, malam yang dipenuhi bintang-bintang yang indah.


”Sayang?" Sebuah suara bariton membuayarkan lamunannya, wanita langsung menoleh dan menatap wajah orang yang baru saja memanggilanya.


”Mas Fandy." jawab nya dengan menatap lekat kedua mata indah yang berhasil membuatnya menjadi wanita paling beruntung diunia.


”Sikecil udah tidur?" Tanya laki-laki berhidung mancung itu lagi.


”Udah." jawab wanita itu dengan posisi yang masih sama.


”Mas fandy?"


”Iya sayang?"


”Aku mau ngomong boleh?" Tanya wanita itu sambil kembali menatap indahnya langit disore hari.


”Boleh mau ngomong apa sayangku?" Ucap pria itu sambil memeluk Adinda dari belakang


 


”Jika aku boleh mengunkapkan segala isi hatiku, aku ingin hanya kamu yang ada disampingku sampai jannahnya, aku ingin kamu selalu ada disiku sampai aku menutup mata, aku mencintaimu sampai akhir hidupku, dan aku ingin menggapai pintu syurga bersamamu, dan aku ingin kamu tetap jadi seorang suami seorang ayah yang baik dan bisa membimbingku hingga kesyurganya kelak intinya jangan pernah pergi dan ninggalin aku dan anak-anak." kata Adinda sambil kembali menatap indahnya langit


”Hiyaaa!! Mantap kata-katanya." jawab fandy sambil tertawa.


”Mas fandy aku serius kok mas malah ketawa?" kesal adinda sambil menghentakkan kakinya kelantai karena kesal dengan ulah sang suami yang menurutnya tidak ada romantisnya sama sekali.


”Ya heran aja seorang adinda yaura permata wijaya, bisa manis juga rupanya." lanjut fandy dengan tawa yang semakin menjadi.


”Ngerusak suasana aja!" Kata Adinda lalu melepas kan tangan Fandy yang melingkar bebas diperutnya.


”Yah kamu marah ya sayangku? Ngambek ya cintaku?" Ucap Fandy lagi dengan nada bicara yang terkesan dibuat-buat, tentu saja itu membuat Adinda semakin memanas ingin rasanya dia menggigit orang yang telah sah menjadi suaminya sejak tiga tahun lalu ini.


"Mas Fandy ini gak lucu ya!! Gak ada romantis-romantisnya." Ucap Adinda dengan nada yang terdengar marah.


”Kamu mau aku romantis? Oke!!” Fandy


mendekatkan wajahnya kewajah Adinda tentu saja Adinda segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


”Mas nanti ada yang liat!"


”Hahahaha! Baru digituin udah takut dasar." Ucap Fandy lalu menjawil hidung manjung Adinda.


”Huh! Nyebelin!!"

__ADS_1


”Masih kaya anak kecil kamu, inget umur dong sayang, kamu juga udah punya anak. kamu harus lebih dewasa dong." Ya karena memang Adinda dan juga Fandy sudah memiliki 1 anak laki-laki berusia dua tahun yang diberi nama ( Satria Syauqi Wijaya )


”Gak kok aku bercanda, aku akan berusaha jadi suami yang baik buat kamu dan buat anak-anak kita, dan aku akan selalu bersama kamu sampai  Syurga insya Allah, akan kujaga dan kubimbing dirimu agar kita bisa kesyurga bersama-bersama, Aku mencintai mu karena Allah zaujati."Ucap Fandy lalu beralih menatap Adinda dan mencium kening sang istri lama.


Pipi Adinda tampak bersemu merah dan bibirnya berkedut menahan senyum sungguh Fandy adalah laki-laki yang dapat membuat Adinda seakan terbang karena keromantis kadang juga dia bisa membuat adinda tertawa terbahak-bahak karena candaan recehnya.


”Papa. Mama. ini mainannya lusak ya?" keduanya langsung menoleh untuk menengok sang putra pertama yang tengah berlari sambil memegang sebuah balok mainan ditangannya.


”Satria anak mama, Itu gak rusak emang gak bisa dibuka aja." Ucap Adinda gemas karena Satria mencoba membukan Mainan Blok yang nyatanya memang tidak bisa dibuka dan diputar.


”Assalamualikum!!" Seseorang dari luar rumah, membuat Adinda dan Fandy kompak turun kelantai bawah dan berjalan kearah pintu depan rumah nya dan dia menemukan Kadiya. Adi. dan anggota kekuarga lainya disana juga ada ibu dan ayah dari Fandy.


”Ummi! mama!" Adinda dan Fandy langsung mencium punggung tangan ummi serta mertua kesayanganya itu dan begitu juga dengan Fandy dan setelah kedua wanita yang amat mereka sayangi kini Adinda pun beralih mencium punggung tangan Abi dan juga Ayah mertuanya begitu pun dengan fandy.


”Satria cucu nya nenek." Ucap Anita lalu mengambil satria dan menggendongnya.


”Adek kakak yang Cuantek!" Celetuk Andi dan Andan yang baru datang dari luar ya tentu saja mereka bersama dengan istri Mereka, Istri Andi sendiri bernama Fitri Qaila Arasyid dan Istri Andan yang bernama Dini Anindi  Yang mereka nikahi secara bersamaan dua tahun lalu dan Anak mereka,  Ya anak, Andi sendiri sudah mempunyai dua Anak kembar berjenis kelamin Laki-laki yang masing-masing diberi nama Daffa Qhaishar Wijaya dan Daffi Qhaishari Wijaya.  Sementara Andan hanya satu yang berjenis kelamin perempuan yang dia beri nama Afifah Chayra Azzahra.


”Kak Andi. kak Andan." Adinda langsung memeluk kedua kakak kembar nya dengan penuh kasih sayang.


”Woy ndy!" Panggil Andan dan langsung menghampiri Adik iparnya yang tengah berbincang dengan Fani____kakak Fandy yang kini juga telah Sah menjadi istri seorang pria kaya yang memiliki perusahaan ternama diindonesia Fani juga telah mempunyai satu Anak perempuan yang diberi nama Dina Faizaah.


”Kak Andi." Jawab Fandy kemudian lalu menghampiri kedua kakak iparnya itu.


”Weys udah jadi Ayah jadi pengusaha pula Adek gua gak nyesel dah pilih elo." Ucap Andi sambil tertawa kecil.


”Kak Andi." Adinda tampak menatap kearah sang kakak denga tatapan horornya.


”Galak bener dah adek gua." kini giliran Andan yang bersuara.


Fandy tertawa kecil melihat Adinda yang begitu dekat dengan sang kakak ”Hmm semuanya aku izin bawa adinda dulu ya." ucap fandy tiba-tiba.


”Hah! Maksudnya Loe mau nyulik Adek gua?" Tanya andan sambil tertawa terbahak-bahak.


”Mas Andan!" Ucap Dini____Istri dari Andan sambil menatap tajam kearah dang suami yang ditatap hanya tersenyum kuda.


”Iya Fandy bawa aja Istrimu Anakmu biar ummi yang jagain ada mama kamu juga." ucap Kadiya. Setelah itu Fandy langsung menarik tangan Adinda untuk pergi kegazebo rumahnya.


”Mas Fandy jangan Ditarik sakit tau." Fandy tidak menoleh Adinda hanya tersenyum sekilas, Fandy menghentikan langkahnya saat sampai disebuah kolam renang pribadinya yang terletak dibelakang rumahnya persis.


”Duduk, Tunggu bentar ya." Adinda mengerutkan Dahinya, Bingung dengan sikap Fandy yang seperti itu. Setelah beberapa saat tampak Fandy yang berjalan dengan sedikit cepat sambil memegang sebuah kresek berwarna putih kecil ditangannya.


Fandy langsung duduk disebelah Adinda. ”Mas Fandy itu apa?" Tanya Adinda penasaran.


Fandy mengeluarkan isi kresek putih itu tampak sebuah kotak kecil yang sangat Adinda Kenal. ”Tespeck?"


”Iya bukan buat dipake sekarang sih, Tapi nanti kalau kamu mau. aku pengen Satria punya Adek." Ucap Fandy sambil tertawa kecil.


Adinda tersenyum sekilas dan mengambil benda itu dan menyimpannya. ”Tanpa harus tunggu nanti. Keinginan kamu udah terkabul." Ucap Adinda sambil menatap Fandy. Fandy hanya mengerutkan Dahinya bingung.


Adinda memegang perutnya yang masih datar berharap Fandy akan peka dengan kode yang dia berikan, Dan benar saja mata Fandy berbinar, Dia menatap sang Istri.


”Kamu Hamil?" Adinda mengangguk sebagai jawaban. Fandy langsung memeluk Adinda tak tau harus berkata apa lagi.


”Makasi Sayang, Ini adalah hal paling indah dalam hidupku." Ucap Fandy sambil mencium kening Adinda beberapa kali.


Adinda melepas pelukan Fandy dan menatap wajah teduh sang suami. ”Ini Adalah anugrah yang Allah kasih. Aku juga mau ngucapin Makasi. Terima kasih karena sudah menjadi Suami serta Ayah yang baik, Aku beruntung bisa jadi Istri dan Ma'mum nya kamu." Fandy tersenyum begitupun Adinda.

__ADS_1


”Yaudah ayo kita kasih tau semua orang tentang Malaikat kecil yang akan jadi anggota keluarga baru kita." Adinda tertawa dan mengangguk, Mereka berjalan beriringan dengan kebahagiaan yang menghiasi setiap langkah keduanya, Memang tidak ada kebahagiaan yang abadi tapi selama mereka bersama dan ada Allah yang mengiringi setiap langkah mereka menuju Syurga, Semua ujian akan terselesaikam dengan pengakhiran yang indah.


"Setiap langkah kita akan senantiasa indah jika Allah terlibat didalamnya. Dan langkah kita menuju Syurga bersama adalah hal yang akan selalu menjadi tujuan sampai maut memisahkan."


~ Calon Imamku ~


-


-


-


• Selesai •


📝 : Kaltara, 3 Juli 2020


      ~ Irakarrella.   


Assalamualikum Warahmatullah Wabarakatuh semua😁


Alhamdulillah Yeyyyy!!! Selesai juga novel ini😁 Maaf ya kalau Endingnya gak sesuai sama Yang kalian bayangin aku berusaha banget buat nulis part terakhir cerita ini agar dapat memuaskan dihatinya kalian, Tapi kalau masih kurang Wahh!!😂 Maapin ya😁🙏


Kasih Kritik Dan Saran kalian dong biar aku bisa benahi Novel ini hingga bagus dan gak banyak Typo😆


Semoga kalean suka semua Karya Yang aku tulis:)


Sampai bertemu dicerita baru aku Selanjutnya😉


🌹Syukran Katsiran And Jazzakumullah Khair🙏



Adinda Yaura Permata Wijaya





Fandy Syauqi Ardavan




#Biar gak penasaran sama Tokoh utamanya wkwk:)


*Oh Iya numpang Promot bentar ya😂


Kuyyy jangan lupa baca Karya Aku yang masih Anget😁


Yang Judulnya ~ Petualangan Cinta Menuju Halal ~


Kalau kalian susah dapatnya Kalean bisa Berselancar di Akun aku sekalian Follow😂🙏


Oke Terima Kasih buat Kalean Jangan lupa Tinggalkan Jejak🌻

__ADS_1


__ADS_2