CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
Part 36


__ADS_3

"Sebuah hal yang sulit untuk dijelaskan yaitu rasa bahagia seorang wanita. Kadang sebagian wanita bahagia dengan mengeluarkan air mata Dan banyak berbicara."


~ Calon Imamku ~


• Happy reading •


Adinda berjalan dengan sedikit cepat kearah dapur, dia terlambat bangun hari ini. Setelah sholat subuh tadi entah dia kembali tidur hingga disini lah dia tepat pukul 07 :10 baru terbangun, biasa nya Adinda sudah berada didapur setelah melakukan sholat subuh namun? Entah angin apa yang membuatnya malah tidur lagi. Untung hari ini adalah hari minggu.


”Ma?" Sapa Adinda dengan napas terengah.


Anita menoleh dan menatap sang menantu lalu tersenyum sebelum menjawab. ”Ra. Baru bangun?"


Adinda merunduk lalu mengangguk pelan, Anita tersenyum lalu mengelus pelan puncak kepala Adinda.


”Kata Fandy. Kamu berubah Aneh ya beberapa hari ini?" Tanya Anita lagi. Adinda mendokak dan menatap sang Mama mertua dia baru ingat jika sikapnya beberapa hari belakangan ini sedikit berubah. Dia lebih manja kepada Fandy. Porsi makannya pun bertambah dua kali lipat, Bahkan Adinda lebih mudah merasakan kelelahan, padahal sebelum nya tidak pernah sama sekali seperti ini.


”Duduk dulu Yo Mama mau tanya-tanya sama kamu." Titah Anita. Adinda mengangguk lalu berjalan menuju sofa ruang tengah.


”Duduk Ra. Sini." Ucap Anita sambil menepuk sisi sofa yang berada disampingnya persis.


”Ma. Maaf ya tentang perubahan sikap Adinda. Aku juga gak tau kenapa beberapa hari ini Adinda kayak jadi manja." Kata Adinda sambil menatap sendu Sang Mama Mertua. Dia hanya sedih karena belum bisa menjadi menantu yang baik.


”Gakpapa, Mama tanya kamu udah berapa hari sikapnya manja kayak gini?"


”Udah dari beberapa minggu tapi baru dua hari ngerasa gak bisa jauh dari Mas Fandy." Jawab Adinda dengan Sedikit pelan.


Anita mengangguk-Angguk kan kepalanya paham.”Kamu telat Datang bulan gak?" Tanya Anita.


”Iya kok Mama tau?" Adinda bingung dengan semua pertanyaan sang Mertuanya, namun dia juga ingin tau kenapa sikap mendadak berubah.


”Mama ragu sih, Kamu nanti sore ikut Mama yok mau ya." Ucap Anita dengan nada ceria.


Adinda mengerutkan dahinya.”Mau kemana Ma?" Tanya Adinda dengan Expresi seperti orang kebingungan.


”Udah ikut aja nanti kamu juga tau. Oke kamu istirahat aja Biar Mama aja yang Masak sama Bi  Erna. Kamu disini aja." Setelah mengatakan itu Anita langsung beranjak dan pergi kedapur meninggalkan Adinda yang masih bertanya-tanya dalam hati.


***

__ADS_1


Sore yang sedikit menyejuk kan dengan deburan Angin sepoy-sepoy yang akan menyejuk kan semua jiwa yang merasakan, Terlihat Seorang wanita dengan Gamis dan Khimar panjangnya tengah berada di Teras rumahnya sambil menunggu sang Mama mertua bersiap.


Sore ini Adinda akan diajak oleh Anita pergi entah kemana, Adinda hanya mampu menuruti Kata Anita.


”Hay Istriku!" Sapa seseorang dari arah belakang Adinda. Membuat Adinda reflex menoleh dan menatap si pemanggil yang tak lain adalah Fandy. Suaminya.


”Mas Fandy." Jawab Adinda sambil tersenyum kepada Fandy. Fandy membalas senyuman Manis dari sang istri, dan membubukan kecupan singkat di kening Adinda.


”Cantik banget mau kemana?" Tanya Fandy. Setelah melihat Gamis Putih berpadu Ping yang sangat Cantik tengah melekat pas ditubuh Sang Istri.


”Mama ngajak aku jalan, Tapi aku gak tau mau kemana." Jawab Adinda seadanya.


”Ra. Udah siap ayo pergi sekarang nanti telat." Ucap Anita yang datang dari arah dalam rumah.


”Mau kemana Ma?" Tanya Fandy penasaran.


”Gak usah kepo dulu. Nanti juga tau, Ayo Ra." Jawab Anita. Lalu menggandeng tangan menantunya.


”Iya Ma. Mas Fandy aku jalan dulu ya." Fandy mengangguk sambil bertanya-tanya dalam hati.


🌸🌸🌸


”Ayo Ra." Ajak Anita. Adinda terlihat Merunduk.


”Kenapa kita kerumah sakit Ma?" Tanya Adinda. Anita cekikikan lalu langsung menarik tangan Adinda tanpa menjawab pertanyaan sang menantu.


Anita menghentikan langkahnya saat sampai di tempat yang ramai oleh ibu-ibu muda.


”Ma. Ini ngapain kita disana?"


”Mama curiga kamu lagi hamil. Jadi mama bawa kamu kesini biar jelas." Jawab Anita sambil tersenyum hangat. Adinda membelalakan matanya, Dia terkejut atas penururan sang Mama. Namun ada sedikit rasa bahagia bercampur cemas, ya Cemas jika yang Mama katakan ternyata tidak benar, itu pasti akan membuat sang Mertua kecewa.


”Udah kamu jangan panik. Apalagi takut, tentang hasilnya nanti kita harus bisa terima sama-sama. Toh anak itu rezeki dari Allah. Kalau memang belum rezeki kamu Mama akan siap nunggu, Jangan ngira Mama bakal kecewa ya." Ucap Anita seakan menjawab semua kegelisahan Adinda.


Adinda menghela napas pelan lalu mengangguk perlahan. Anita tersenyum lalu mengajak Adinda untuk duduk setelah mengambil nomor Antrian.


Hampir tiga puluh menit menunggu Adinda merasakan Deburan jantung yang luar biasa, Tangannya pun dingin seperti es.

__ADS_1


Nomor 123...


Tibalah giliran Adinda, Adinda menatap Mama mertua nya itu. Anita mengangguk mencoba menjelaskan bahwa semua akan baik-baik saja.


”Bismillah." Adinda melngkah perlahan dan disusul oleh Anita. Setelah sampai Adinda disuruh untuk berbaring diatas ranjang yang telah disiapkan.


Sang Dokter mulai mengambil alat untuk melakukan pemeriksaan singkat namun sangat ditunggui itu, Dengan telaten Dokter muda itu memeriksa bagian perut Adinda.


Setelah beberapa Menit Dokter yang bernama Sintia langsung menghentikan Aktifitasnya lalu berlalu begitu saja.


Adinda masih ragu dan bahkan tidak bisa membayangkan jika hasilnya nanti tidak sesuai dengan keinginan sang Mertua.


”Ibu Adinda. Selamat ya Ibu sebentar lagi bakal jadi Ummi." Ucap Dokter muda itu sambil memberikan hasil pemeriksaan tadi pada Adinda.


Anita terkejur lalu mengucap syukur berkali-kali, Sementara Adinda diam sambil memegang sebuah Amplob yang akan dia tunjukan kepada Fandy. Tidak-tidak untuk semua Anggota keluarganya termasuk sahabat-sahabatnya.


”Alhamdulillah." Lirih Adinda dengan air mata bahagia yang turun begitu saja. Anita mendekat kearah Adinda dan memeluk sang menantu dengan sangat erat.


”Selamat ya Sayang."


"Ada rasa bahagia bercampur takut saat akan menjelaskan ini padamu. Seorang malaikat kecil yang sebentar lagi akan mengisi hari-hari kita.


Kuharap kau juga akan bahagia sama seperti diriku."


~ Adinda ~


📕📕📕


Assalamualikum👋


Selamat berbahagia atas kehamilan putri kita😂🙏


Kuyyy jangan lupa Vote dan Komen, Biar Otakku Mampu berpikir dalam menyelesaikan Ending sesuai harapan kalean:)


Nantikan Dua part menuju Endingnya ya:v


See you Next Part💞

__ADS_1


🌹Syukran🌹


__ADS_2