CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
JENGKOL RASA RENDANG


__ADS_3

Di dlam kamar, Hany mengacak semu pakaiannya dan semua pakaiannya terbuka. Semua baju Hany tidak ada yang tertutup. Semua pasti memperlihatkan lengan sampai ketiaknya. Belum lagi bagian dadanya pasti sedikit terbuka.


"Argh ... Na harus pakai baju apa?" tanya pada dirinya sendiri.


Hany terus mengacak -acak semua pakaian yang ada di lemari pakaian milik Hanafi. Beberapa kali ia menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Na ... Kok belum ganti baju?" tanya Hanafi pelan.


Hany menatap ke arah Hanafi yang sudah berada di dalam kamar melihat Hany yang masih berdiri di depan lemari pakaiannnya.


"Be -belum. Ekhemm ... Gak ada baju yang tertutup," jawab Hany dengan jujur.


Hanafi pun berjalan menghampiri Hany. Lalu membuka lemari pakiannya. Lalu memeberikan sweater dan celana training. Mungkin cukup membantu untuk di pakai saat makan malam.


"Pakai ini saja Mungkin cukup," titah Hanafi kepada Hany.


Hany pun menerima baju itu dan memakainya.


"Bagus? Gak kebesaraan kan?" tanya Hnay yang merasa tidak percaya diri memakai pakaian besar dan lebih tepatnya ini pakaian laki -laki.


Hanafi melipat tangannya di depan dadanya sambil menatap Hany yang sedang bercermin.


"Sudah bagus. Cocok juga. Gak kebesaran. Pas di badan kamu," ucap Hanafi pelan.


"Oke. Yuk, Na juga udah lapar," ucap Hany pelan.

__ADS_1


Hanafi mengangguk dan menggandeng tangan Hany secara spontan. Hany pun hanya menatap gandengan tangan itu lekat. Hanafi sendiri nampak biasa saja, kenapa Hany malah merasa canggung dan gugup.


Perlahan keduanya menuruni anak tangga secara bersama dalam possi tangan saling bergandengan.


Umi dan Abi memperhatikan pengantin baru itu dengan senyuman menggoda.


"Masih baru, masih anget, masih bucin. Coba setahun lagi gak mungkin kayak sandera begitu," celetuk Dul sambil terkekeh.


Ia masih belum bisa terima Sang Kakak sudah menikah lebih dulu. Jadi tidak ada teman untuk curhat, sharing dan bercanda sampai di ajak berdebat.


"Dul. Itu tanda cinta, bukan hanya bucin semata. Cara menghargai perempuan harus seperti itu," ucap Aby menasehati.


"Sini Na, deket Umi," ucap Umi Afi pelan menyuruh Hany duduk di sebelahnya.


Hany pun menurut dan duduk di sebelah Umi dan di sebelah Hanafi. Hany membuka piringnya yang ada di epannya. Hanafi pun melakukan hal yang sama. Sebenarnya ia menunggu Hany peka yang sudah berkewajiban melayani Hanafi, sumainya. Setidaknya hanya di depan kedua orang tuanya.


Hany menatap semua makanan yang ada di meja. Semuanya terlihat enak namun terlihat asing di matanya.


"Hei ... Kok malah bengong. Mau yang mana. Masakan Umi itu masakan paling enak tidak ada duanya. Kamu harus cicipi semuanya sayang," titah Hanafi pelan.


"Ekhemm ... Nasi putih aja. Nanti, Na, ambil lauknya sendiri," ucap Hany pelan.


"Oke. Harus makan banyak. Gak boleh malu. Umi kan sudah jadi Umi kamu juga," ucap Hanafi pelan menasehati Hany.


Aby pun turut menyela, "Kalau ada apa -apa, silahkan bilang dengan Umi."

__ADS_1


"Iya By," jawab Hnay sopan.


Hanafi meletakkan sepiring nasi putih di depan Hany.


Umi langsung mengambilkan beberapa lauk untuk menantu istimewanya itu.


"Coba ini. Ini cocok untuk pengantin baru, biar subur," ucap Umi pelan.


Hany hanya diam. Hany tak suka sayur. Ia terbiasa makan makanan cepat saji atau yang banyak kalori dan lemak.


"Di makan, di habiskan, gak boleh di sisakan," ucap Umi pelan.


"Iya Umi," ucap Hany pelan.


Hany hanya bisa pasrah.Perlahan ia mencampurkan nasi putih dengan sayur toge pedas dengan tempe mendoan yang masih panas.


Ternyata, masakan itu enak banget, dan membuat nagih. Pikir Hnay, setiap sayur itu tidak enak dan tidak cocok di lidahnya.


"Gimana? Enak? Mau pake itu?" tanya Hanafi pelan.


"Itu apa?" tanya Hany polos.


Maklum, Hany hanya tahu ayam goreng, pizza, sphagethi dan dunia per mie -miean.


"Itu sayur jengkol. Rasanya legit kayak rendang," ucap Hanafi pelan.

__ADS_1


Hany melihat ke semua orang yang mengambil menu itu. Dan memang nampak enak dan menikmati. Hanafi sendiri sudah dua kali nambah dengan lauk jengkol.


__ADS_2