
Lagi gak ada Quotes nya😂🙏
• Happy reading •
Malam ini Adinda terlihat menyiapkan hidangan untuk makan malam hari ini, Dia sudah bertemu dengan orang tu hanya dan mereka pun sudah menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya, Tidak lucu memang bagi seorang Adinda. Kenapa harus menutupi hal yang sangat menyakitkan seperti ini, Adinda hanya kesal karena dia sudah berpikir yang tidak-tidak dia hanya takut kehilangan Fandy. Hanya itu.
”Din!" Tiba-tiba sebuah suara dari arah belakang menyambar telingannya, Adinda langsung menoleh dan menatap lekat orang yang baru saja menyebut namanya.
”Sebentar lagi Kak. belum jadi makanannya." Jawab Adinda seadanya lalu kembali melanjutkan Aktifitasnya itu.
”Din gue mau bicara berdua sama loe bisa? Sebentar aja." Pinta Fandy.
Adinda mengehela nafas pelan sebelum bersuara ” Bicara apa?" Tanya Adinda sambil mencari-cari keberadaan Mama mertua.
”Sebentar aja mau ya." Fandy menatap Adinda dengan senyum tipis.
”Tapi aku lagi masak."
”Biar Mama aja yang lanjutin nak, Ngobrol aja sama Suami kamu." Ucap Anita yang baru datang dari arah ruang tamu.
Adinda merunduk lalu mengangguk pelan, Setelah itu dia mengikuti langkah Fandy yang telah mendahuluinya, Mereka pergi ke kamar mereka agar tidak didengar oleh Papa serta Mama Fandy. Bukan tanpa sebab karena Fandy sedang ingin memperbaiki hubungannya dengan sang istri agar seperti dulu lagi.
Fandy mengunci pintu kamar, Adinda langsung duduk ditepi kasur sambil tetap merunduk.
”Din kamu marah ya karena kejadian kemarin?" Tanya Fandy dengan nada lembut dan terkesan seperti sedang membujuk anak-anak, Tentu saja itu membuat Adinda menahan tawa, karena jarang Fandy bisa berbicara seperti tadi.
Adinda menetralkan mimik wajahnya, lalu bersikap seolah marah kepada Fandy. Lucu menurutnya jika melihat Fandy berbicara semanis itu. ”Gak!" Jawab Adinda dengan nada dingin, tentu saja Fandy mengira bahwa Adinda tengah dalam mode marah saat ini.
__ADS_1
”Din maafin aku. Aku hanya ingin hubungan kita baik-baik aja, aku lakuin ini buat kamu, cuman buat kamu Zaujati." Senyum terbit dari bibir manis Adinda. Sungguh dia tidak bisa marah kepada suami nya ini.
”Hahaha! Gak lah Kak mana mungkin aku marah sama kak Fandy. " Ucap Adinda dengan tawa yang menyebar keseluruh penjuru kamar mereka.
Fandy mendokak dan menatap sang istri, Dia menghembuskan napas pelan sebelum bersuara ” Jail ya kamu, pengen rasanya aku makan!" Ucap Fandy dengan tatap terfokus pada Adinda. Adinda menghentikan tawanya dan menatap wajah Fandy.
”Ih genit!" Kesal Adinda sambil memukul Fandy dengan bantal guling.
Bug!
Bug!
”Aduh Astagfirullah sakit ibu negara!" Fandy langsung menarik Bantal guling yang dipegang Adinda dan membuangnya kesembarang arah.
Fandy menatap Adinda sambil memegang pergelangan tangan mungil Adinda. Mencari kenyamanan lewat pancaran mata Adinda.
”Din?"
”Boleh gak sih aku manggil kamu dengan sebutan lain biar romantis gitu." Tanya Fandy dengan posisi yang masih sama.
”Panggilan lain kayak gimana?"
Fandy menjauhkan wajahnya dari Adinda dan berucap panjang lebar. ”Misal Sayang, Cinta, Istriku, Kasih sayangku, Ay, Zaujati, Atau adek, apa mau aku panggil Belahan Jiwa Fandy. " Ucap dengan tangan yang diangkat bak pangeran cerita dongeng anak-anak.
Adinda membelalakan matanya rasa senang bercampur jijik muncul dalam fikirannya, entah jin apa yang bersarang ditubuh Fandy. Demi apapun Adinda merasa Fandy lebay saat ini.
”Lebay amat sih om!" Ledek Adinda sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
”Mau dipanggil apa, Jangan panjang cerita." Tandas Fandy. Adinda menghela napas pelan.
”Terserah asal jangan panggilan yang Aneh-aneh." Jawab Adinda sambil tersenyum.
”Oke Sayang aja sepakat ya sayang." Ucap Fandy.
”Kak Fandy?"
”iya kenapa yang?"
”Maaf ya kalau selama ini aku sering nyusahin kak Fandy. Belum bisa jadi istri yang baik buat Kakak, Belum bisa bersikap dewasa, Maaf." Adinda menitihkan air matanya Fandy mengerutkan Dahinya melihat Adinda yang tiba-tiba Menangis.
”Eehh Kok nangis?" Tanya Fandy sambil merangkul sang istri.
”Kamu itu udah luar biasa banget loh, gak ada yang nyusahin aku, Aku suka semua sifat kamu jangan kayak gini ya, Dan soal kamu belum bisa jadi istri yang baik. Itu gak bener bagiku kamu udah yang paling terbaik dan gak bakal ada yang bisa gantiin kamu, Ana Uhibbuki Fillah Zaujati." Jelas Fandy. Perkataan dari suaminya itu membuat Adinda merasa wanita beruntung ya beruntung karena memiliki Fandy dalam hidupnya.
Adinda memang pernah terkejut atas pernikahan dadakannya dengan Fandy. Tapi dengan bersama Fandy Adinda mengetahui bahwa takdir yang telah Allah tetapkan untuk hambanya tak akan pernah mengecewakan.
”Teruntuk dirimu, seseorang yang kini telah menjadi takdir dari kisah cinta maha hebat darinya. Jangan pernah sekalipun berubah dari sikapmu yang sekarang dan kumohon jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku kecuali maut yang memisahkan, Selain itu jangan pernah, aku ingin hanya engkau yang menemaniku hingga Allah memanggilku, Dirimu amat berharga dalam hidup setelah Ummi dan Abiku. Sosok yang menggantikan sosok Abiku dalam menjagaku, kamu adalah orang kepercayaan keluarga dalam membimbing diriku agar menjadi wanita syurga, kumoho genggam selalu tangan ini agar dapat meraih keridhoannya, Aku ingin selalu bersama mu, selalu bersamamu, Zauji.
• Selesai •
Gak deng😂
Kuyy santuyy guys masih ada beberapa part lagi jadi mohon jangan tegang, Dan maaf keun Author yang coba mengerjai kalean:v
Yok kasi semangat buat Saya agar otak selalu lanjar dengan berikan Vote kalian buat cerita ini😂🙏
__ADS_1
Sampai bertemu di part selanjutnya💞
🌹Syukran guys🌹