
"Cinta itu memang indah, tapi jika dibarengi dengan ikhlas apakah akan tetap indah seperti sebelum nya?"
~ Calon Imamku ~
• Happy reading •
Pagi yang indah dengan kicauan burung yang menggema, seorang wanita terlihat sedang memoles wajahnya dengan sedikit make up, ya dia Adinda. Sudah tiga hari dia menginap di rumah orang tuanya, dia rindu. Dia ingin menemui Fandy sekarang namun, sebentar lagi mereka akan terpisah Fandy baru saja mengirim pesan agar Adinda. Untuk membicarakan tentang perpisahan itu, Adinda berat untuk melakukan ini dia juga merasa kalau ini yang terbaik, Mungkin.
”Din?" Suara dari balik pintu membuat Adinda langsung menghentikan dan membukakan pintu kamar yang sengaja dia kunci.
Ada sang Ummi yang tengah membawa susu dengan Roti selai coklat, Kadiya tersenyum hangat pada Adinda, Adinda membalasnya dan segera menyuruh wanita yang amat dia sayangin ini masuk dan berbicara sebentar sebelum pergi kerumah Fandy untuk mengurus perceraian.
”Kamu makan dulu ya, Nanti Kak Andi yang antar kamu kerumah Nak Fandy. " Ucap Kadiya sambil mengelus puncak kepala Adinda yang terbalut jilbab.
”Mi. Adinda bakal beneran di ceraiin ya?" Tanya Adinda dengan Mata yang berkaca-kaca, Kadiya langsung memeluk Putri satu-satunya itu, memberi kekuatan agar Adinda dapat melewati segalanya dengan lapang Dada.
”Adinda harus kuat, Anak umi gak boleh lemah, Allah punya banyak rencana yang tak terduga jadi harus yakin bahwa apa yang kamu alami saat ini adalah takdir dan Dinda harus bisa ikhlas dan kuat ya Nak." Kadiya sebenarnya tidak tega dengan sang anak tapi mau bagaimana lagi.
”Tapi Adinda baru aja rasain indahnya berumah tangga, Adinda baru merasakan nyamannya bersama Kak Fandy. Dan... Adinda harus melepaskan nya dengan cara yang amat Membingungkan Ummi."
”Sttss sabar ya, Insya Allah Adinda kuat, Udah jangan nangis." Kadiya mengelap Air mata Adinda dan menyerahkan susu rasa coklat yang tadi dia buat.
Adinda langsung meneguk habis minumannya dan memakan Roti Selai Coklat walaupun pikirannya sedang tidak nyaman untuk memakan apapun sekarang.
”Dek Ayo!" Suara Andi langsung menyambar telinga Adinda. Dia menghentikan kegiatannya dan menatap sang Ummi sejenak.
Kadiya mengangguk mengisyaratkan semua baik-baik saja, Terdengar helaan nafas Dari Adinda.
”Bismillah, Ayo!"
🍃🍃🍃
__ADS_1
”Kak Andi. Nanti gak usah jemput Adinda pulang naik taksi aja." Sahut Adinda dari kursi belakang mobil Andi.
Adinda telah sampai di kediaman Fandy. Dengan rasa gugup bercampur dengan rasa takut dia melangkah kan kakinya untuk masuk kerumah yang pernah menjadi rumah nya juga.
”Dek!" Panggil Andi. Adinda langsung menoleh dan menatap sang kakak yang tengah melambaikan tangan nya kearah Adinda.
”Iya kak?" Jawab Adinda sambil berjalan mendekati mobil Andi yang terpakir tak jauh dari gerbang rumah Fandy.
”Hati-hati ya, dan jangan mudah nangis kamu adek kakak yang kuat jangan lemah nanti, apapun yang akan terjadi nantinya kamu harus yakin kalau itu terbaik." Ucap Andi panjang lebar, dia hanya tidak ingin melihat sang adik menangis dan menjadi lemah walau kenyataannya hal ini sangat menyakitkan.
Adinda hanya mengangguk dengan mata yang kembali berkaca-kaca, Adinda segera menarik kembali air mata yang ingin tumpah saat ini juga.
”Iya kak Andi. Insya Allah." Jawab Adinda sambil tersenyum tipis.
”Kakak diluan ya dek Hati-hati." Setelah mengatakan Andi langsung melajukan mobil nya untuk pergi kekantor.
”Bismillah, Apa pun yang terjadi pasti itu yang terbaik, Ya Allah kuatkan hati hamba dan lapangkanlah agar hamba dapat menerima segala takdir yang akan terjadi untuk ku." Ucap Adinda pelan sambil melangkah-kan kaki mungilnya memasuki rumah berlantai dua itu.
”Assalamualaikum!" Salam Adinda. Sambil sesekali memencet Bel rumah Fandy.
”Makasi Ma." Setelah Adinda dituntun oleh Anita untuk masuk dan duduk di sofa yang seperti nya baru. Tunggu-tunggu Sofa baru? Kenapa seperti nya rumah Fandy disulap sehingga membuatnya bak seperti akan ada acara? Apa akan ada acara? Sudah lah Adinda mengalah dia tidak ingin berpikir aneh sekarang.
”Din!" Mata Adinda membola sempurna saat sosok yang amat dia rindukan tengah memanggilnya dengan nada dingin.
Adinda menoleh dan menatap Fandy yang baru turun dari lantai dua mata keduanya saling bertemu sebelum akhirnya Adinda yang memutusnya, karena hatinya tak sanggup untuk menatap mata teduh milik Fandy. Sakit rasanya jika mengetahui bahwa dia dan Fandy akan berpisah.
”Ra. Kamu tunggu sini ya Mama mau kedapur dulu." Ucap Anita dan dibalas anggukan oleh Adinda.
Fandy mendekat kearah Adinda terlihat dia memegang sebuah Amplob ya pasti itu surat perceraian nya dia bener-benar ingin melepas Adinda.
”Ini Din. Buka dulu trus loe tau lah." Ucap Fandy. Entah apa yang menyerang Fandy. Dia berbicara seolah ini hanya permainan tapi Adinda? Dia sudah tidak sanggup membendung air matanya sekarang, satu tetes keluar dari ujung matanya, dia menarik nafas dalam sambil membuka Amplob berwarna putih itu.
__ADS_1
”Tunggu dulu!" Cegah Fandy tiba-tiba.
”Ke-napa kak?" Tanya Adinda dengan bibir bergetar.
”Kita tunggu semuanya dulu dan ada tamu penting juga nanti." Jelas Fandy. Adinda hanya mengalah disini dia memutus kan untuk menaruh Amplob itu diatas meja dan duduk sambil menahan tangis yang ingin sekali pecah.
”Minum dulu ya nak." Ucap Anita sambil menaruh teh dihadapan menantunya itu.
Tidak lama muncul Ayah Fandy dari arah luar, Dia mendekat kearah Anita dan menyerahkan sesuatu. Seperti nya bahan makanan, benak Adinda berbicara.
”Nak Dinda." Abdul mengelus puncak kepala sang menantu. Adinda hanya tersenyum tipis, akan tetapi tiba-tiba suara pintu utama terbuka dan menampakan sosok wanita dengan dres selutut.
”Hayy Fandy!"
Mata Adinda membola sempurna saat Salsa dengan tidak ragunya mendekat ke Fandy dan duduk begitu saja, Fandy tidak marah, Apa orang yang diakatan Fandy penting itu Salsa?
Dada Adinda tiba-tiba menjadi sesak mata nya kembali panas, Bibirnya bergetar kakinya lemas tapi rasanya juga ingin lari.
”Ya Allah. Sesak banget!" Ucap Adinda pelan dengan air mata yang terjatuh begitu cepat.
📕📕📕
Assalamualikum.... Kuyy Part mendekati Ending siap-siap Tisu:v
Dan siap-siap tegang karena aku tidak menjamin Ending akan bahagia:v
*Author Ketawa jahat😂
Doakan saja yang terbaik buat Adinda dan Fandy okey👌 Intinya semoga suka aja deh, dan dukung terus agar aku tambah semangat nulisnya😉
Jangan lupa Vote Dan Komen!
__ADS_1
See you next Part💞
🌹Syukran🌹