CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
part 19


__ADS_3

Berhentilah untuk mengejar dirinya yang jelas-jelas sudah sah menjadi milik orang lain. apa kau tidak pernah tau ada seorang wanita yang tak pernah lelah untuk mencintaimu bahkan saat dia tau kau menyukai orang lain pun dia tetap setia pada cinta dalam diamnya. ya orang itu memang bodoh tapi apa yang bisa dia lakukan. nama sudah ada didalam do'a cinta semakin hari makin bertambah apa yang harus dia lakukan? Ya Itu lah aku, aku adalah wanita bodoh itu. wanita yang sekalipun tak pernah lelah dalam mencintai mu,


( Mia syaura )


🌼Happy reading🌼


”Selamat ya din!! Ucap seorang pria dengan tiba-tiba


Deg!


Dafid!! Ucap adinda pelan sambil menatap dafid lalu beralih menatap mia yang tengah duduk sambil menatap kearah dafid juga


Dan setelah itu mia tampak merunduk dengan mata berkaca-kaca. rania yang melihat pun langsung mengelus punggung mia agar mia kuat dengan suasana yang terbilang cukup membuat mia ingin menangis sekencang-kencangnya untuk sekarang.


’’Makasi fid," ucap adinda pelan lalu kembali merundukkan pandangannya


Setelah itu dafid pun pergi dari acara sakral itu tampa bersuara sedikit pun, adinda dan fandy hanya bisa menatap punggung lebar dafid yang berjalan keluar tampa menghiraukan orang-orang yang ada disana


Semua ini sudah direnjanakan oleh Allah Dan sudah diatur pula olehnya.


Aku tidak pernah kecewa akan takdir yang telah ditetapan untukku. Karena aku tau dia tidak pernah salah dalam menjodohkan setiap hambanya.


Yang hanya harus kulakukan sekarang adalah, belajar untuk mencintaimu dan akan kucoba untuk menjadi yang terbaik untukmu. Iya hanya untukmu "my imam," --Fandy syauqi ardavan--


"Adinda yaura permata wijaya"


                                      🍃🍃🍃


Hari pertama setelah pernikahan. fandy dan adinda memutuskan untuk menginap dirumah orang tua adinda terlebih dahulu untuk beberapa hari, karena adinda masih ingin bersama dengan orang tuanya sebelum pindah kerumah orang tua fandy,


Adinda terlihat sedang menyiapkan baju ganti untuk fandy yang kini telah sah menjadi suaminya

__ADS_1


”Din? Panggil fandy yang baru datang dari arah kamar mandi


”iya kak," jawab adinda seadanya ya karena suasana memang masih terbilang canggung diantara mereka, bahkan adinda masih  betah dengan panggilan kakaknya untuk fandy begitupun sebaliknya fandy masih nyaman memanggil adinda dengan sebutan din,


”Hmm....baju nya udah siap? Tanya fandy kepada Adinda yang terlihat merunduk


”i..ya...hmm Kak fandy? Ucap adinda lagi


”ya din kenapa?


”kakak cepetan pake bajunya ya," ucap adinda dan masih terap merundukkan pandangannya ya karena fandy saat ini hanya menggunakan handuk kecil yang menutupi bagian bawah badan saja


”oh...i...iya ya," jawab fandy lalu mengambil baju yang sudah disiapkan oleh adinda dan berjalan sedikit cepat kearah kamar mandi,


Adinda yang melihat fandy seperti itu pun hanya bisa tertawa kecil


***


"iya sayang,"jawab kadiya sambil tetap mengaduk sayur yang dia masak


"kata kak fandy. besok lusa kita udah pindah kerumah orang tuanya kak fandy," ucap adinda


"dinda itu emang udah kewajiban seorang istri, dia harus ikut kemana pun suaminya pergi. Jadi dinda harus mau tinggal dirumah orang tua fandy yang sekarang udah jadi mertuanya dinda," jawab kadiya lalu menghampiri adinda yang tengah duduk dikursi meja makan


"iya mi dinda tau. cuman,"


"Cuman apa din? Tanya kadiya pada adinda


" dinda takut kalau dinda gak bisa jadi menantu yang baik buat orang tua fandy. Dan gak bisa jadi istri yang baik," ucap adinda dengan air mata yang kembali jatuh


"Dinda ummi kan udah bilang kemarin kalau kamu gak perlu khawatir. Ummi yakin kalau nak fandy adalah sosok yang sabar. Dan begitu juga mertua kamu. "Jaji aga elo muitauri"  bahasa bugis ( jadi apa yang perlu kamu takuti )

__ADS_1


"Iya ummi. Makasi ya mi dinda gak tau lagi gimana harus berterima kasi sama ummi. Intinya dinda sayang ummi. Maaf ya mi dinda belum bisa buat ummi bangga sama dinda," ucap adinda lagi kemudian langsung memeluk wanita yang telah berjuang melahirkan dan membesarkan nya ini,


"Iya nak ummi juga sayang banget sama dinda," ucap kadiya dan membakas pelukan adinda


"Weyss! Pagi-pagi udah dipeluk ummi. Mau juga dong," kata andan yang baru turun dari lantai atas bersama andi abi dan tentu saja fandy


"Apaan sih kak!," ucap adinda lalu melepaskan pelukannya dengan umminya fandy yang melihat tinggah manja adinda kepada ummi nya pun hanya bisa tersenyum sambil tertawa kecil didalam hatinya


"Duduk makan dulu nak fandy," ucap kadiya


"Iye tante!


"panggil ummi aja. kan nak fandy juga sekarang udah jadi anak ummi sama abi,"Ucap Adi_____ayah adinda kepada fandy menantunya. Fandy hanya mampu tersenyum kuda saat diberitahu seperti itu oleh Adi, bagi fandy Adi. adalah sosok ayah sekaligus suami yang mempunyai sifat lembut kepada dua wanita yang amat dia sayangi yaitu kadiya dan adinda namun juga memiliki sifat tegas kepada kedua putranya yaitu andi dan andan


Dan fandy beruntung memiliki mertua serta istri yang sangat hangat kepada siapa saja. Tak lupa fandy juga beruntung memiliki kedua kakak ipar seperti andi dan andan. Yang terkadang jail kepada adinda dan kadang juga bisa berubah menjadi tegas situasi tertentu, contohnya disaat dafid dan fandy tengah adu mulut. Satu bulan yang lalu


Fandy kemudian duduk dan makan bersama keluarga adinda yang kini juga sudah menjadi keluarganya, mereka sarapan dan sesekali mengobrol.


Pagi yang indah pagi yang hangat dengan keluarga. Dengan candaan. Hal itu adalah kebahagiaan yang paling besar. Jangan biarkan kebahagiaan seperti ini lenyap dari hidupku ya ya Allah. Meski aku tau semua hal tidak mungkin selalu berjalan dengan indah. Akan tetapi jangan biarkan kehangatan seperti ini jauh dariku,


                                    📕📕📕


Assalamualikum...semua😊 author kembali dengan alur yang akan membuat kalian


baper😆 pede banget diriku ya Allah😂


Intinya semoga kalian tetap suka dan tetap mau baca ceritaku yang tidak seberapa


ini ya😂


Jangan lupa like and komen💞

__ADS_1


🌹Syukran🌹


__ADS_2