
Hany dan Ustad Hanafi sudah berada di dalam mobil dan akan kembali ke rumah besar Kakek Bram. Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Keduanya terdiam dan fokus mendengarkan musik yang mengalun pelan dari playlist musik mobil milik Ustad Hanafi.
Ringkasan
Lirik
Dengarkan
Rekaman Lainnya
Hasil Utama
I can see the pain living in your eyes
And I know how hard you try
You deserve to have so much more
I can feel your heart and I sympathize
And I'll never criticize all you've ever meant to my life
I don't want to let you down
I don't want to lead you on
I don't want to hold you back
From where you might belong
You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say but good-bye
You deserve the chance at the kind of love
I'm not sure I'm worthy of
Losing you is painful to me
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to try
Though it's gonna hurt us both
There's no other way than to say good-bye
Lagu goodbye dari Air Supply, menjadi pilihan Hany. Lagu ini selain musiknya enak, liriknya pun memiliki arti yang bagus sehingga menjadi lagu favorit gadis cantik itu.
Kaki Hany terangkat dan bersikap di kursi jok mobil itu, dengan kaki yang terbalut jaket besar milik Ustad Hanafi untuk menutupi kepolosannya.
"Kamu lapar Na? Mau cari makan dulu atau tidak?" tanya Ustad Hanafi pelan sambil fokus dengan jalanan yang lengang.
Hany menatap ke arah Ustad Hanafi dan tersenyum lebar.
"Lapar banget, boleh cari makan dulu," ucap Hany pelan kepada Ustad Hanafi.
"Oke, calon istri kesayangan," ucap Ustad Hanafi pelan sambil terkekeh.
"His, Mas tuh, kebiasaan," ucap Hany pelan.
"Kebiasaan apa?" tanya Ustad Hanafi dengan penasaran kepada Hany.
"Kebiasaan bikin Na kesel," ucap Hany dengan ketus.
Ustad Hanafi tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Hany.
"Seneng ya Mas?" ucap Hany pelan dan kesal.
"Oh tentu saja, kenapa tidak? Ini hal yang buat Mas itu bahagia. Na, mau makan apa?" tanya Ustad Hanafi pelan.
"Apa saja, yang penting makan. Sudah, Na mau tidur dulu, cape," ucap Hany pelan.
Hany menyandarkan tubuhnya di jok kursi mobil itu dengan sangat nyaman sambil mendengarkan musik kembali.
Ringkasan
Lirik
Dengarkan
Rekaman Lainnya
Hasil Utama
I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you're far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Every moment spent with you is a moment I treasure
Don't want to close my eyes
__ADS_1
I don't want to fall asleep
'Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
'Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing
Lying close to you, feeling your heart beating
And I'm wondering what you're dreaming
Wondering if it's me you're seeing
Then I kiss your eyes
And thank God we're together
And I just want to stay with you in this moment forever
Forever and ever
I don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
'Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
'Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing
I don't want to miss one smile
And I don't want to miss one kiss
And I just want to be with you
Right here with you, just like this
And I just want to hold you close
I feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
Don't want to close my eyes
Don't want to fall asleep
'Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
'Cause even when I dream of you (even when I dream)
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing
I don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
'Cause I'd miss you baby
And I don't want to miss a thing
'Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you baby
And I don't want to miss a thing
Don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep, yeah
And I don't want to miss a thing
Musik yang mengalun dengan sangat lembut dari grup band Aerosmith dengan judul I don't want to miss a thing.
"Selera musik kita sama ya Na?" ucap Ustad Hanafi pelan sambil menggoyangkan kepalanya mengikuti alunan musik itu.
Hany hanya menatap malas ke arah Ustad Hanafi.
"Sukanya nyamain aja, cari sendiri dong," ucap Hany ketus lalu memejamkan kedua matanya.
Setelah lagu itu selesai, Ustad Hanafi mencari lagu kesukaannya dari playlist musik tersebut.
Ku redam rasa pilu hati
Walau remuk dan merobek asaku
Kini kucoba tuk tegarkan hatiku
__ADS_1
Dalam menjalani hariku
Namun semua itu terlalu
Terlalu sesakkan nafasku
Saat bayangmu menggodaku
Namun sadarku harus menepis
Semuanya tentang dirimu
Kau t'lah patahkan asaku
Tergores kembali satu luka dihatiku
Mengendap membelai jiwa
Kuingin berlari mencoba tak tersentuh
Oleh hasrat angan jiwa
Namun semua itu terlalu
Terlalu sesakkan nafasku
Saat bayangmu menggodaku
Namun sadarku harus menepis
Semuanya tentang dirimu
Kau t'lah patahkan asaku
Tergores kembali satu luka dihatiku
Mengendap membelai jiwa
Ku ingin berlari mencoba tak tersentuh
Oleh hasrat angan jiwa
Dihariku... ooh
Dihariku... ooh
Ustad Hanafi memilih lagu Luka dari grup band Shifter. Lagu lama yang cukup melegenda hingga saat ini.
"Kok milih lagi beginian sih, gak banget," ucap Hany kesal.
"Karena Mas itu lagi terluka," ucap Ustad Hanafi pelan sambil fokus pada setir mobil.
"Terus?! Na harus gimana? Ngobatin lukanya?" tanya Hany ketus.
"Katanya mau tidur, ya udah tidur aja, gak usah ngurusin lagu, mau pilih apa, terserah Mas dong?" ucap Ustad Hanafi pura-pura kesal.
Padahal dalam hatinya tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan calon istri kesayangannya itu.
Hany hanya mendengus dengan kesal dan memejamkan kedua matanya lagi sambil menutup kedua telinganya agar tidak mendengar pilihan lagu yang dipilih oleh Ustad Hanafi.
Calon suaminya itu kadang bikin kesel Hany, jadi lebih baik tinggal tidur dan menunggu sampai di tempat makan untuk makan.
Ustad Hanafi memutar kembali mencari playlist yang disenanginya untuk mengusir kebosanannya.
Lirik
Dengarkan
Hasil Utama
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya
Aku terluka, tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
Aku terluka, melihat kau bermesraan dengannya
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Oh...
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Lagu kedua, Ustad Hanafi memilih lagu dari Aramada dengan judul Harusnya Aku.
"Harusnya aku yang disana," teriak Ustad Hanafi dengan suara keras, menyanyikan lagu Armada mengikuti alunan musik itu dengan lirik lagu yang asal-asalan karena tidak hapal.
Hany menutup kupingnya rapat-rapat dan menghadap ke arah samping menatap kaca jendela mobil.
__ADS_1