CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
part 25


__ADS_3

Kecewa, apa itu kecewa? Aku pun tidak sepenuhnya tahu, yang kutahu kecewa itu berat dan sangat menyakitkan, hanya itu yang kutahu, selebihnya, Aku tidak tahu Dan tak ingin tahu, Tapi yang pasti sekarang aku sedang kecewa padamu.


( Adinda yaura permata wijaya )


.


.


.


• Happy reading •


Adinda berlari kecil menuju luar kafe itu, Pikirannya melayang entah kemana, dia terus memikirkan perkataan salsa tadi, Adinda segera menghentikan taksi untuk dia pulang, Dia tidak ingin pulang bersama fandy, Karena Adinda berpikir bahwa fandy masih mengobrol dengan salsa, Dan permasalahan tadi? Dia akan menanyakannya pada fandy dirumah.


Satu taksi berhenti, Adinda segera menaiki dan menuju rumah untuk menenangkan diri sembari menunggu suaminya Dan meminta penjelasannya.


Disisi lain tengah kebingungan mencari keberadaan Adinda, Dia pergi kemobil tapi Adinda tidak ada disana,


”Ya Allah Din, loe kemana" Ucap fandy frustasi sambil mengacak rambut nya yang sedikit gondrong.


Fandy segera memasuki mobilnya Dan melesat membela jalan raya menuju kerumahnya untuk menemui Adinda.


***


Adinda masuk kedalam rumah Dan segera menaiki anak tangga menuju kamarnya, Adinda lelah, baru saja dia dan Fandy mengungkapkan perasaan mereka masing-masing Tapi sudah ada orang ketiga yang Adinda tidak mengerti ada hubungan apa dia dengan sang suami.


Adinda melempar tas panjang nya keatas ranjang dengan asal, lalu berjalan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, Baru saja beberapa langkah Adinda dikejutkan dengan suara dari arah luar kamar,

__ADS_1


”Din! Buka Din!"


Tok...tok...tok


Ya tentu saja itu fandy, Adinda menghela nafas berat Dan langsung membukakan pintu kamar yang sengaja dia kunci,


Ceklek...


”Din!" Entah apa yang terjadi Fandy langsung memeluk Adinda dan membuat mata wanita itu


Membola sempurna.


”Kak Fandy lepasin!" Adinda mencoba melepaskan pelukan Fandy namun Fandy malah makin mempereratkan pelukannya.


”Din. Jangan marah salsa tadi itu bercanda, Loe jangan marah, plis sayank!"


”Salsa bercanda Din. Dia bukan siapa-siapa aku percaya" Fandy merasakan bahu Adinda yang bergetar,


”Tapi kalau itu bener?" Adinda berusaha keras menahan Air matanya.


”Gak Din salsa bercanda, jangan percaya sama dia, Dia emang suka bercanda "


”Aku gak tahu kak, ada hubungan apa kak Fandy sama Salsa, Tapi yang pasti pas aku denger ucapan Salsa tadi hati aku sakit, Sakit banget, Dan aku merasakan hal yang gak pernah aku rasain, Apa kah itu kecewa kak? Atau cemburu? Aku gak ngerti," Air mata Adinda turun begitu saja, tak ada yang mengundang air mata itu, Dan dari mana dia datang?


Fandy merasakan Adinda yang sedang menangis, Fandy langsung melepas pelukannya dan menatap sang istri,


Fandy menggelengkan kepala sebelum bersuara ”Din gue sayang sama loe, Dan salsa itu temen gue dari dulu, percaya ya sama Mas!"

__ADS_1


Apa, mas apa apaan fandy itu, masih sempat-sempat nya dia bercanda, Tapi perkataan itu sukses membuat Jantung Adinda kembali berpaju cepat, Dan terlihat semburan merah pula dipipi nya. Adinda menetralkan mimik wajahnya, Dia ingin bertanya serius kepada Fandy untuk sekarang ini.


”Kita ngomongnya sambil duduk aja kak" Pinta Adinda dan dijawab anggukan oleh Fandy, Adinda Dan Fandy duduk ditepi kasur keduanya diam beberapa saat, sebelum Adinda membuka suara,


”Apa maksudnya Salsa tadi kak, Dia kaya menyatakan perasaannya sama kak Fandy " Tanya Adinda sambil merunduk, Fandy menatap Adinda dan langsung menggenggam tangan sang istri,


”Dia bercanda din, selama ini Salsa hanya aku anggap temen, bahkan aku sering cerita tentang kamu, tentang kita waktu dulu" Fandy mencoba meyakinkan sang istri,


”Tap...omongan Adinda terhenti saat merasakan sentuhan hangat dikeningnya


Deg!


”Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, gak bakal ada yang gantiin kamu selamanya gak ada, Aku mencintaimu karena Allah Zaujati" Fandy berbisik tepat ditelingan Adinda, pipi Adinda bersemu merah, Fandy barusan mencium keningnya lama, dan berbisik seperti itu, Tapi bukan hanya itu, Fandy menatap Adinda Dan semakin memajukan wajahnya kewajah Adinda, Reflex Adinda menutup matanya, Dan.... Ya malam itu adalah malam yang paling indah bagi pasangan ini,


Cinta datang tanpa diundang, rindu datang tanpa diminta, Dan memilikimu membuatku merasakan Arti cinta Dan rindu secara bersamaan,


( Fandy syauqi ardavan )


📕📕📕


Assalamualikum semua,  maaf part ini pendek semoga masih suka,


Oh iya kalau ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan, silahkan berkomentar tapi yang sopan ya:)


Oke sampai ketemu di episode selanjutnya💞


Jangan lupa Vote and komenn!!

__ADS_1


🌹Syukran🌹


__ADS_2