CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
RESEPSI YANG MEWAH


__ADS_3

Hanafi mentap Hany yang terlihat sangat cantik. Jauh dari gaya berpakaiannya yang sering di pakai sehari -hari. Kali ini, Hany lebih nampak terlihat alim dan seperti wanita sungguhan.


Kedua mata Hanafi juga tak berkedip saat Hany mulai berjalan ke arahnya bersama Papah Broto. Senyum manisnya langsung terbit saat wanita yang berada di depannya kini telah SAH menjadi istrinya.


Hanya berjalan pelan sambil menunduk karena harus melihat jalan yang akan di laluinya. Maklum ia tak biasa memakai kebaya dan kain panjang yang begitu susah untuk bergerak di tambah sandal selop dengan hak tinggi ukuran sekitar sembilan sentimeter.


Bukan saja membuat Hany kesulitan berjaln dan harus hati -hati agar tidak terserimpet. Tapi juga selop ber -hak tinggi itu membuat kakinya begitu pegal dan terasa keram.


Seorang MC pun mulai bersuara dan menuntun jalannya acara. Papah Broto langsung menyandingkan Hany tepat di sebelah Hanfi.

__ADS_1


"Tolong jaga putri semata wayang Papah, sama seperti Papah menjaganya hingga ia se -besar ini," titah Papah Broto dengan suar tegas sambil menepuk pelan lengan Hanafi.


Hanafi mengangguk tegas.


"Hanafi janji akan selalu menjaga Sakinah dan membuatnya sellau bahgaia," suara lantag HAnafi pun membuat Papah Broto semakin yakin bahwa putrinya bersama dnegan orang yang tepat.


Sesuai dengan tuntunan sang MC. Hanafi dan Hany berdiri saling berhadapan dan saling bertukar cincin dan saling memakaikan di jari manis sebelah kanan. Setelah itu Hany mencium punggung tangan Hanafi dengan lembut sebagai sikap hormat dan patuh serta menghargai Hanafi sebagai suami, dan Hanafi pun membalas dengan mencium dahi Hany dengan penuh kasih sayang dan ketulusan mencintai Hany sebagai istrinya.


Acara ijab kabul sudah selelsai. Semua para tamu undangan boleh meninggalkan area masjid dan langsung masuk ke ballroom di hotel yang terletak bersebelahan dengan masjid. Di sana acara resepsi pernikahan akan di langsungkan secara meriah dan istimewa.

__ADS_1


Kedua mempelai mengganti pakaiannya. Ballroom itu tidak terlalu terang tapi smeua lampu akan menyorot jelas kedua pengantin yang berbahagia.


Pakaian yang di kenakan saat ini adalah, kebaya panjang dengan warna merah marun serta payet emas dan bertabur mutara yang berkilau. Tetap, memakai selop tinggi berwarna emas agar terlihat tinggi. Maklum, Hany Sakinah makhluk mungil yang sangat menggemaskan.


Keduanay berjalan bergandengan tangan menuju pelaminan. Benar seklai acara pernikahan itu begitu sangat mewah dan elegan. Sorot lampu itu benar -benar hanya tertuju pada keduapengantin yang berjalan hingg duduk di pelaminan.


Mereka harus berdiri berjam -jam untuk menyalami setiap tamu undangan yang datang untuk memberikan selamat dan berfoto sebagai kenang -kenangan sebelum akhirnya menikmati hidangan yang telah di sediakan di ballroom yang luas itu.


Sudah satu jam berlalu, keduanya masih bertahan dengan kedua kakinya yang mulai terasa pegal dan sakit. Senyumnya tetap harus terbit walau sedikit di paksakan untuk memberikan rasa terima kasih dan bahagia atas kedatangan semua orang.

__ADS_1


"Wajahmu kenapa?" tany Hanafi berbisik.


"Sakit ini kakinya. Haknya terlalu tinggi jadi keram," jawab Hany dengan suara kelelahan.


__ADS_2