CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
part 23


__ADS_3

"Aku tidak pernah tau jikalau kamu adalah pria yang tercipta untukku. Aku tidak pernah tau kalau kamu orang yang pernah aku anggap teman sewaktu kecil. Ternyata akan menjadi penyempurna agamaku, aku tidak pernah mengatakan ini padamu. Tapi sekarang dengan lantang aku ingin mengatakannya. Ana uhhibbuka fillah imamku"


~ Adinda yaura permata wijaya ~


.


.


❤Happy reading❤


"Din? Loe jawab pertanyaan gue!" Fandy kali ini merendahkan volume suaranya menjadi selembut mungkin. Adinda langsung menatap kearah fandy. Lalu menarik nafas dalam sebelum bersuara


"Kak fandy. Ak-u.....adinda menggantungkan kalimatnya lalu menatap fandy sejenak


”Aku kasi tau nanti malam," setelah itu adinda turun dari mobil setelah beberapa menit lalu sudah berada didepan rumah dan meninggalkan fandy yang merdecak kesal karena ulah sang istri yang membuatnya penasaran setengah mati.


Kemudian fandy pun langsung memarkirkan mobilnya dan turun untuk menyusul adinda yang sudah berada didalam rumah.


***


”Din cepetan nanti kita telat!" Teriak fandy yang tengah duduk diruang tamu sambil menunggu sang istri bersiap. Ya karena malam ini adinda dan fandy akan makan diluar, fandy telah pulang dari kerja sejak sejam lalu,


Setelah beberapa saat muncul lah adinda yang sudah cantik dengan gamis berwarna pink dan hijab segi empat berwana putih dengan sedikit sentuhan kilauan berwarna pink yang menambah aura kecantikan sepemakai. Fandy menatap istrinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan dia melihat adinda seperti putri sekarang. Meski hanya memakai riasan tipis tapi itu sangat cantik. Dan tidak terlalu berlebihan,


”Kak fandy!" Sahut adinda dan membuat fandy mengerjab beberapa kali sebelum bersuara


”Eh iya ayo kita pergi sekarang" Ucap fandy lalu melangkah diluan untuk menyiapkan mobil


”Aneh banget" Ucap adinda pelan sambil mengikuti fandy dari belakang


”Silahkan masuk tuan putrinya fandy " Fandy membukakan pintu mobil untuk Adinda sambil bergaya ala pangeran dicerita dongeng.


”Lebay!" Ucap adinda lalu masuk tanpa menatap fandy,


”Gue gak lebay din. Tapi gue pengen bersikap kaya suami sejati" Kata fandy sambil memasang Seatbelt nya.


”Oh ya. Emang kak fandy suami nya siapa?" Adinda menjulurkan lidahnya. Membuat fandy mengerutkan dahinya. Bukan tanpa sebab karena fandy baru melihat tingkah adinda yang seperti itu,


”Bisa bercanda juga ya Kamu sayank!" Adinda melotot saat mendengar ucapan fandy diakhir kalimat, sementara fandy langsung melajukan mobil nya tanpa menghiraukan tatapan horor adinda


”Apa...apa gak denger " Ucap adinda sambil memanyunkan bibirnya


”Itu mulut gak usah digituin ntar gue makan!" Adinda semakin panas dengan perkataan fandy yang seperti itu,

__ADS_1


”Kak fandy gak lucu!" Teriak adinda didalam mobil. Fandy hanya tertawa melihat istrinya seperti itu. Menggemaskan menurutnya.


***


Setelah beberapa menit fandy dan adinda sampai disebuah tempat makan yang bernuansa klasik


”Ayo din. Gue udah siapin tempat dibagian belakang" Ucap fandy seraya menuntun adinda untuk pergi ketempat yang dikatakan fandy,


Setelah sampai adinda dikejutkan dengan suasana tempat itu. Lampu-lampu berbagai warna ditambah lagi tempat itu berada di Outdoor jadi pengujung bisa melihat langit malam dan bintang-bintang, yang akan membuat orang yang melihat akan berdecak kagum,


Adinda menatap fandy sejenak lalu bersuara ”Kak fandy kok ini kaya diner sih?" Tanya adinda sambil melirik fandy


Sementara fandy hanya tertawa kecil dan langsung bersuara ”Sengaja. Udah gak usah banyak nanya, Mending duduk trus kita makan" Ucap fandy lalu memenggang tangan adinda dan menyeretnya. Adinda tersentak dengan perlakuan fandy, Dia mencoba untuk melepas tangan fandy yang seenaknya menggandeng dirinya. Namun fandy malah makin membererat genggamannya, mau tidak mau adinda pun mengalah


”Silahkan duduk sayank!" Goda fandy dan menarik kursi ala pasangan yang baru mengenal cinta,


Adinda tampak mematung sambil menunduk. Entah sejak kapan detak jantungnya berpaju cepat, Pipi adinda pun terasa panas.


”Hey!" Fandy memetikkan jarinya didepan wajah adinda dan tentu saja itu membuat adinda terkejut ”Kok malah bengong" Lanjut fandy sambil tersenyum lembut


”Kak. Gak usah panggil aku sayank bisa?" Adinda memelankan suaranya saat dikalimat terakhir,


Fandy tampak terdiam sejenak lalu bersuara ”Gak bisa!" Ucap fandy lalu menyeret adinda. Lebih tepatnya menarik paksa tangan adinda untuk duduk. Tentu saja itu membuat adinda menahan kesal sekaligus gugup karena diperlakukan seperti itu oleh fandy.


”Gak usah yank...yank!" Tegur adinda Dan semakin menggembungkan pipi nya. Fandy gemas melihat adinda lalu tanpa sengaja fandy mencubit pipi adinda dengan reflex.


”Aw!" Adinda meringis kesakitan saat pipinya dicubit dengan tidak adanya persetujuannya oleh fandy.


”Enak? makanya jangan digemesin gue jadi pengen cubitkan. Coba aja ini dirumah udah gue makan loe!" Fandy tertawa renyah Dan tentu saja itu membuat adinda semakin kesal dibuatnya.


”Emangnya aku makanan!" Ucap adinda pelan sambil menampakan wajah tidak sukanya,


”Iya, kamu emang makanan, makanan buat aku" Lagi dan lagi fandy tertawa puas karena berhasil bercanda dengan istrinya itu, ini adalah kali pertama fandy bisa merasakan bergurau dan menggoda Adinda setelah beberapa minggu lalu menikah, Adinda tampak membuang wajah dari fandy, ya lebih baik dia melihat bintang-bintang dari pada mendengar ocehan fandy.


”Malam Pak. Bu. Mau pesan apa?" Seorang pelayan kafe itu datang Dan membuat fandy serta Adinda kompak menoleh dan menatap sipelayan kafe itu.


”Loe mau makan apa din?" Tanya fandy sambil melihat daftar buku makanan yang diberikan sipelayan.


”Sama kaya kak fandy aja" Ucap adinda dan kembali fokus ke atas langit memandangi bintang-bintang yang bersinar begitu indah.


”Nasi goreng dua ya, minumnya es teh aja" Fandy langsung memberikan kembali daftar buku itu pada sipelayan, lalu setelah dijawab pelayan itupun langsung berjalan dan mengambil pesanan fandy.


”Din" Fandy bersuara dan membuat Adinda menoleh dan menatap wajah fandy.

__ADS_1


”Iya kak kenapa?" Tanya adinda dengan raut wajah bingung.


”Loe bilang malam ini loe bakal kasi jawaban kegue, loe itu sebenernya punya rasa gak sih sama gue" Ujar fandy dengan tatapan seriusnya.


Adinda menghela nafas pelan sebelum bersuara ”Kak fandy maaf, aku harus tau dulu perasaan kakak sama aku"


”Oke, gue emang suka sama loe dari pas gue udah ngucapin ijab kabul" Tandas fandy dengan keringat yang jatuh membasahi keningnya.


Entah sejak kapan pipi adinda terasa panas bahkan detak jantungnya pun tidak karuan sekarang, apa kah dia juga harus mengatakan yang sebenarnya pada fandy?


Adinda menggingit bibir bawahnya dan berusaha jujur pada fandy ”Iya kak fandy ak-u juga udah punya perasaan sama kak fandy disaat kak fandy mengucap ijab kabul itu, dan itu pasti dari hatiku" Tak tahukah adinda bahwa fandy serasa ingin lompat sekarang, dia begitu bahagia saat mendengar ucapan dari wanita yang telah sah menjadi istri nya ini.


”Ana uhhibbuka fillah imam" Ucap adinda pelan dengan detak jantung yang sangat cepat.


”Din. Coba loe pegang tangan gue" Pinta fandy dan membuat Adinda kebingungan.


”Emang kenapa?" Tanya adinda


”Pegang dulu" Fandy menarik tangan adinda dan menggenggamnya, adinda merasakan tangan fandy yang begitu dingin seperti es.


”Tangan kak fandy dingin banget" Ucap adinda sambil melihat fandy.


”Iya gue lagi deg-degan banget karena ucapan loe" Ucap fandy dan membuat Adinda tertawa.


”Kok loe malah ketawa?"


”Lebay!"


”Loe mah din gak ad... Ucapan fandy terhenti


”Fandy?" Sahut seseorang dari arah belakang, membuat keduanya langsung menoleh secara bersamaan.


Ternyata seorang wanita dengan rambut panjang yang tergerai serta dres berwarna cram selutut yang memanggil fandy. Wanita itu langsung menghampiri fandy dan adinda yang tengah duduk.


Wanita itu menatap adinda sejenak dan bersuara ”Hay fandy. Masih ingat kan sama gue" Wanita berkulit putih itu tersenyum sambil memegang bahu kiri fandy, sementara adinda hanya menatap kearah fandy dengan tatapan bertanya-tanya.


”Siapa dia? Kok deket banget sama kak fandy?" Adinda membatin sambil menatap wanita itu dan fandy secara bergantian.


📕📕📕


Assalamualikum.... Maaf ya kalau masih banyak typo yang amburadul, semoga masih suka.


Jangan lupa vote and komenn!!

__ADS_1


🌹Syukran🌹


__ADS_2