
"Wahai dzat yang mengatur segala apa yang ada di bumi dan isinya, yang maha tahu apa yang terbaik bagi hambanya, Berikan lah kekuatan untuk hati ini agar sabar dan ikhlas dalam menerima apa yang engkau telah takdir kan untuk hamba."
( Adinda yaura permata wijaya )
.
.
.
• Happy reading •
Adinda turun dari mobil Andi. Air matanya sedang tidak bersahabat sekarang beberapa kali dia mencoba mengelapnya namun selalu saja jatuh. Dia berlari kecil masuk kerumah orang tuanya, namun sebuah suara memaksanya untuk menoleh dan menatap sepemanggil itu, ternyata itu Dafid. Ya Dafid dia tengah berjalan kearah Adinda dengan Rania dan juga Mia. Apakah Ketiga sahabatnya itu sudah tahu tentang masalah perceraian Adinda?
”Dinda!" Mia dan Rania langsung memeluk sahabatnya itu memberikan kekuatan agar Adinda tegar dalam menghadapi masalah yang harus dia teriman sedini ini.
”bicaranya di dalam kamar kamu aja ya, biar kamu sekalian tenangin diri." Pinta Rania dan di jawab Anggukan oleh Adinda. Setelah itu mereka berjalan beriringan Adinda. Rania. Dan Mia. Berjalan berdampingan sementara Dafid membantu Andi untuk mengangkat barang Adinda.
Adinda dituntun untuk duduk oleh Rania dan Mia, kaki nya sudah lemas sekarang air mata seakan tak mau berhenti menitih, rasa sesak di dada nya pun tak kunjung hilang, kedua sahabat pun paham dengan apa tengah dirasakan Adinda. Mereka akan mencoba memberikan kekuatan agar Adinda kuat dan dapat menerima apa yang di takdirkan untuk nya.
”Minum dulu Din." Rania menyerah kan satu gelas air putih untuk Adinda. Rania tahu bahwa sahabatnya itu sudah sangat lelah tapi dia dan juga Mia akan mencoba untuk membuat Adinda melupakan masalahnya sejenak, ya sejenak saja.
”Kamu istirahat aja Din, biar aku sama Mia yang beresin barang kamu, kamu tenang aja kita bakal temenin kamu kok disini oke." Ucap Rania, sementara Mia sudah terlihat merapikan barang Adinda. Beruntung Adinda memiliki sahabat seperti Rania dan juga Mia.
”Ummi kamu mana Din?" Tanya Mia dengan keadaan yang masih sama.
”Masih dirumah Kak Fandy." Adinda menatap punggung sahabatnya itu. Mia langsung menoleh dan menatap Adinda yang juga tengah menatap, Mia menghentikan Aktifitasnya lalu berjalan mendekati Adinda. Rania tampak memperhatikan kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
”Kenapa?" Tanya Mia dengan nada lembut.
Adinda masih menatap kearah Mia. ” Mia Kamu mikirin Dafid?" Mia tersentak dengan pertanyaan Adinda.
”Kok malah bahas Dafid sih Din. Udah jangan bahas masa lalu lagi, Kamu gak usah mikirin itu sekarang kamu fokuskan pikiran kamu ke Masalah yang sekarang kamu hadapi. Gak usah mikirin aku. Aku gakpapa kok." Ucap Mia sambil merangkul sahabatnya itu. Namun tanpa diduga ada Dafid dibelakang pintu dia menguping pembicaraan Adinda dan sahabatnya.
”Mia maafin gue!" Adinda. Mia. Serta Rania. Kompak menoleh dan menatap Dafid yang tiba-tiba ada di depan pintu kamar Adinda. Mia merunduk Dia kembali mengingat kejadian dimana Dafid secara tidak langsung melamar Adinda. Tepat di depan wajahnya.
”Jangan dibahas Fid. Ini bukan salah kamu aku yang salah karena suka sama kamu." Mia kembali menatap Dafid. Adinda tahu Senyum Mia sekarang palsu dia tidak tega dengan sahabatnya itu.
”Mia maaf ya gue bener-bener gak tau tentang perasaan loe kegue, Dan maaf juga gue gak bisa punya perasaan yang sama seperti loe." Ucap Dafid. Jujur ya dia harus jujur walaupun kejujurannya akan menyakiti Mia.
”Gakpapa Fid. Oh iya aku mau ngasi tau juga." Jeda sekian detik Mia menatap Adinda dan juga Rania. ” Nanti aku bakal kuliah diluar negeri!"Jelas Mia. Adinda dan Rania tampak terkejut. Mereka saling menatap.
”Kamu mau pindah?!" Sambar Dafid dengan cepat. Ya Dafid tau kalau ini juga tentang dirinya.
”Kenapa? Karena gue ya. Loe mau ngejauh dari gue makanya loe mutusin buat pindah kuliah, iya kan Mia?!" Dafid menatap Mia dengan tatapan terkejut.
Mia menggeleng cepat lalu bersuara ”Bukan, Aku emang ada renjana buat kuliah diluar negeri dari kecil. Gak ada hubungan nya sama kamu kok Fid. Tenang aja." Mata Mia berkaca-kaca. Adinda. Dan Rania menatap sahabatnya itu. Berat memang rasanya berpisah dengan sahabat. Adinda dan Rania langsung memeluk Mia. Mereka menangis dalam pelukan penuh arti ini, Menumpahkan segala apa yang mereka pendam Dafid. Hanya dapat merunduk.
”Kalian jangan nangis, Setelah lulus kan aku balik lagi." Ucap Mia sambil menangis.
”Kita udah sama-sama dari dulu, aku cuman sedih dengan keputusan kamu Mia. Tapi apa pun keputusan kamu itu pasti yang terbaik, tugas aku dan Rania. Hanya mendukung apa yang udah jadi keinginan kamu." Adinda berat untuk kehilangan sang sahabat, Dia baru ingin di Ceraikan oleh Fandy. Dan dia harus ditinggal keluar negeri oleh Mia juga? Berat memang.
”Udah jangan bahas, kamu tenangin diri kamu aja Din. Jangan mikirin ini oke." Adinda mengangguk sementara Rania dia hanya menatap kedua sahabatnya itu.
”Kalian nginep disini ya, temenin aku." Pinta Adinda dan dijawab Anggukan oleh Mia dan juga Rania.
__ADS_1
Dafid hanya mampu diam dia tidak tau apa yang dia rasakan sekarang, Mendengar Mia akan keluar Negeri membuat Hati Dafid sedikit tersentil, aneh.
🍁🍁🍁
Adinda membuka kedua matanya lalu menatap jam Dinding yang ada dikamarnya, Mia dan juga Rania masih terlelap tapi Adinda? Dia sulit untuk tidur sekarang pikirannya kacau, sangat.
Adinda melihat jam waktu menujukan pukul 01 : 25 Malam, Adinda memutuskan untuk Sholat agar pikirannnya tenang, Dia turun dari kasur dan berjalan kearah kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Adinda mulai menggelar sajadah dan segera menunaikan sholat.
”Assalamualikum warahmatullah."
Setelah mengucap salam Adinda menadahkan kedua tangan nya berdoa dan meminta kepada sang pencipta agar dikuatkan hatinya serta diberi jalan untuk semua permamasalahannya.
”Wahai dzat yang mengatur segala apa yang ada di bumi dan isinya, yang maha tau apa yang terbaik bagi hambanya, Berikan lah kekuatan untuk hati ini agar sabar dan ikhlas dalam menerima apa yang engkau telah takdir kan untuk hamba."
Ada harapan atas doa yang Adinda panjatkan, Dia berharap agar hati nya dapat ikhlas jika dia akan benar-benar bercerai dari Fandy.
📕📕📕
Assalamualikum... Maaf part ini panjang:v
Mari kita berdoa agar Adinda dan Fandy gak pisah😭 Nulis part menuju ending ini butuh perjuangan, gak tega sama Adinda😭
Udah lah jangan lupa Vote Dan Komen, Dan Doakan juga agar endingnya indah:v
Oke lah sampai bertemu di Episode selanjutnya,
__ADS_1
🌹Syukran🌹