CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
part 28


__ADS_3

"Bukan benci, Hanya saja dia sudah terlalu masuk kedalam urusan yang seharusnya hanya kita yang tahu"


( Adinda yaura permata wijaya )


.


.


.


• Happy reading •


”Apa Adinda. Selingkuh!" Sebuah suara dari arah pintu utama membuat Adinda dan juga Fandy kompak menoleh.


”Salsa!" Ucap Adinda sambil menatap tamu yang tak diundang itu.


Salsa berjalan kearah keduanya dengan tatapan yang seolah dibuat serius, ya apa lagi kalau bukan untuk membuat Fandy tidak curiga.


Salsa menatap Adinda, Adinda pun hanya merunduk dengan mata yang berkaca-kaca. ”Loe selingkuh Din?" Salsa mencoba bertanya tapi pertanyaan itu mengusik Adinda, ya menurut Adinda. Salsa tidak berhak untuk mencampuri urusan Rumah tangganya.


Adinda mendongkak dan menatap Fandy. Yang tengah menatap kearah Salsa denga tatapan yang sulit diartikan, sedangkan Salsa? Dia juga menatap Fandy seolah ingin duduk disampingnya, Aneh.

__ADS_1


”Salsa, aku mohon kamu gak usah ikut campur dalam masalah ini, karena ini bukan hak kamu, Ini masalah ku dan Ka Fandy, kumohon jangan masuk kedalamnya!" Ucap Adinda dengan nada tegas.


Salsa hanya tersenyum tipis, Dan bukan malah menanggapi Adinda. Dia justru bertanya pada Fandy. ”Fan. Adinda gak ngelakuin itu kan" Sungguh ingin rasanya Adinda. Mengatai Salsa saat ini, Dia terlalu masuk kedalam urusan yang seharusnya tidak dia campuri.


Dan yang lebih membuat Adinda. Kesal justru Fandy menanggapi pertanyaan Salsa. Demi apapun Adinda. Ingin menangis sekarang.


”Gue gak tau sa. Gue bingung siapa yang salah disini, Tapi gue percaya sama Dinda. Dia gak mungkin selingkuh" Fandy menatap Adinda dengan penuh arti, Adinda mendongkak dan menatap wajah sang suami.


Salsa menatap Adinda. Lalu kembali bersuara. ”Iya gak mungkin seorang Adinda selingkuh kan, gue gak percaya."


”Oh iya. Kok loe ada disini, kapan datangnya?" Tanya Fandy.


”Baru aja Fan, dan pas nyampe gue denger loe ngobrol sama Adinda. Maaf ya gue nguping" Salsa tersenyum kuda.


Fandy diam dan menatap sang istri yang diam bak patung, Fandy tahu bahwa Adinda. Merasa tidak nyaman dengan kehadiran Salsa. Namun tidak mungkin kan Fandy. Mengusir Tamu.


”Din. Kamu naik aja keatas, nanti Mas nyusul Mas mau bicara sama kamu. Tapi masih ada Salsa. Jadi kamu diluan aja!" Adinda mendongkak sementara Salsa? Matanya membulat sempurna saat Fandy mengatakan kata Mas Perasaan Salsa sewaktu dikafe itu, Fandy. Hanya Bicara biasa saja, masih dengan kata Loe/Gue tidak seperti tadi, Aneh.


Adinda menatap Fandy dan Salsa secara bergantian. Lalu mengangguk dan berjalan kekamarnya dan Fandy, Adinda juga rasanya ingin menangis sekarang ini, Karena Permasalan tadi dan ditambah lagi kehadiran Salsa.


Fandy menghembuskan nafas pelan, Lalu menatap tamunya itu. ”Sa. Maaf ya bukan maksud gue ngusir loe, gue pengen bicara dulu sama Istri gue, loe pahan kan?" Ucap Fandy dengan senyum tipis.

__ADS_1


Salsa  paham maksud dari Fandy. Dia tengah mengusir Salsa. Secara halus Hal itu membuat Salsa menatap Fandy sejenak Lalu bersuara. ”Iya gue paham, kalau loe ada apa-apa bilang kegue ya kita udah sahabat dari lama, Jadi loe jangan sungkan-sungkan berbagi masalah sama gue" Jawab Salsa dengan tatapan yang tak pernah lepas dari Fandy. Tak tahu kah Fandy bahwa Adinda tengah mengawasi dari lantai atas, Dan satu hal yang Adinda tidak inginkan pun terjadi...


”Gue bakal ada kok Fan." Mata Adinda membola sempurna saat Salsa secara langsung memeluk Fandy. Ya Allah. Kuatkan hati nya sekarang ini, Adinda ingin berbalik dan berlari kearah kamar namun, Satu suara lantang menyambar telinganya.


”Fandy apa-apaan ini!"


Adinda menoleh dan menatap suara tegas itu. ”Papa. Mama." Ucap Fandy dan Adinda bersamaan, dengan tempat yang berbeda.


📕📕📕


Hallo👋


Assalamualikum semua. Maaf part ini


gaje:( soalnya otak ku lagi kurang fokus * Curhat deh😂


Semoga masih suka ya sama cerita ini, Dan Doakan aku juga agar imajinasiku ngalir kek air dan ideku Gak berhenti Nyetok kek makanan dikulkas sultan😂


Jangan Lupa Vote Dan Komen💞


🌹Syukran🌹

__ADS_1


__ADS_2