CALON IMAMKU

CALON IMAMKU
part 22


__ADS_3

🌼Happy reading🌼


''Dinda?" Panggil fandy dengan suara pelan tapi masih bisa didengar oleh adinda


Adinda tampak tersenyum sambil tetap mengaduk sayur yang tengah dia masak,


”Iy-a kak fandy? " Dan kali ini adinda yang bersuara, suasana memang masih terbilang canggung diantar keduanya sehingga membuat kedua pasangan ini tidak banyak berbicara, terlebih lagi mereka hanya berdua dirumah itu karena kedua orang tua fandy tengah berada dimakassar untuk menemui calon suami fani, ya karena fani akan menikah dalam waktu dekat ini dan rumah calon mertuanya berada dikota makassar


Bukan tanpa sebab. ya karena calon suami fani sendirilah yang mengajak fani dan kedua orang tua nya untuk bertandang kekampung halamannya yaitu kota makassar


”Gak jadi deh" Jawab fandy dengan detak jantung yang lumayan cepat,


”Kak fandy hari ini kerja?" Tanya adinda basa-basi setelah mengangguk


”Hmm...iya sih hari ini udah masuk, tapi ya kerjanya habis pulang dari kuliah," ucap fandy sambil menatap kearah adinda yang tengah membelakanginya,


”Oh...ni kak  makan dulu," jawab adinda sambil meletakan nasi beserta lauk pauknya dipiring milik fandy,


”Din?" Tanya fandy lagi


”Iya kak fandy?" Jawab adinda sambil meletakan nasi untuk dirinya


”Kita makannya sepiring berdua ya minum juga gitu, biar bisa kaya rasulullah," ucap fandy kemudian, ya karena fandy sedang ingin mencairkan suasana yang sempat tegang antara dia dan juga adinda


             


”Hehe, iya kak fandy," jawab adinda dengan tawa kecil


”Kok kamu ketawa? Aku lucu ya? Emang banyak yang bilang gitu," ucap fandy dengan kepedean tingkat tinggi yang dia miliki


''Hahahaha!! Lucu anda! Kamu kepedean ya, emang siapa yang bilang kamu lucu?" Tanya adinda sambil menaruh kembali nasi nya kedalam tempat nasi lalu duduk disamping sang suami


”Banyaklah.... Din?" Ucap fandy lagi


”Iya kak fandy. Kenapa mending makan dulu keburu dingin tu," jawab adinda sambil menunjuk nasi yang ada dipiring

__ADS_1


''Bentar dulu makannya,


”Kamu gak laper ya. lagi pula kita juga mau berangkat kuliah ntar telat gimana? ngomong nya nanti aja ya," bujuk adinda


”Iya deh tapi kamu suapain aku ya Din.,"kata fandy dengan senyum yang mengembang


''Kaya anak kecil aja,"jawab adinda sambil tertawa


”Ya gak papa lah sekali-sekali kita romantis gitu sayangku," ucap fandy lagi.


"Jijay ya! Sayang-sayang  Mau aku dupak ya!,"ucap adinda sambil menatap sengit kearah fandy


" Ya Allah. galak amat,"lirih fandy lalu mengambil sendok untuk menyuapi dirinya sendiri. Sementara Adinda hanya bisa menahan tawa melihat fandy yang seperti itu


                                         ****


Jam perkuliahan sudah usai beberapa menit lalu. Dan kini tampak seorang gadis berhijab segi empat tengah menunggu kedatangan seseorang ditempat parkiran mobil,


Setelah menunggu beberapa saat, tampaklah sebuah mobil "BMW" dengan cat putih. Melaju kearah gadis bernama Adinda itu dengan kecepatan sedang,


”Yuk Din. Masuk" Ucap fandy sambil membukakan pintu mobil itu untuk Adinda.


”Din? Nanti malam ikut gue yuk. Kita makan diluar" Fandy bersuara membuyarkan lamunan adinda.


Adinda menoleh dan menatap wajah fandy lalu bersuara ”Kemana kak? Bukannya kak fandy kerja"


”Kan gue pulang nya jam tujuh. Jadi jam delapan kita bisa jalan cari makanan. Sekalian paca....fandy menghentikan omongannya setelah mendapat tatapan horor dari Adinda


”Apa?" Tanya adinda dengan nada dingin


”Makan... Makan malem diluar. Kamu gak bosen...." sudahlah fandy benar-benar bingung apa yang ingin dia katakan saat ini


”Hahaha! Lucu anda" jawab adinda sewot


”Bercanda din, mau gak?" tanya fandy lagi sambil tetap fukus untuk menyetir

__ADS_1


”Hmm... Yaudah deh. Aku ikut aja" Adinda beralih dan tersenyum hangat kepada fandy


”Din?


”Iya kak kenapa?" Tanya adinda


”Gue mau nanya lu harus jawab jujur!" Fandy keliatannya serius kali ini


”Nanya apa kak?"


”Loe tu sebenernya punya perasaan gak sih kegue!" Fandy memulai bembicaraan yang membuat jantungnya berpaju cepat itu.


Deg!


Adinda kaget saat mendengar ucapan fandy. Pertanyaan macam apa itu? Kenapa dia ingin mengetahui perasaan adinda kepadanya? Jujur saja adinda memang sudah mulai mencintai fandy sejak dia dan fandy resmi menikah. Akan tetapi adinda sama sekali tidak ingin perasaan nya diketahui oleh fandy. Karena dia takut fandy belum punya perasaan yang sama kepadanya. Tapi setelah fandy bertanya seperti itu reflex saja bibir adinda ingin menyampaikan tentang segala rasa yang dia pendam selama ini.


Adinda langsung menoleh kearah luar jendela. Hati nya sudah tidak kuat lagi. Apa adinda beritahu saja tentang segala rasa yang dia pendam kepada fandy. Ah adinda benar-benar bingung untuk sekarang ini


”Din? Loe jawab pertanyaan gue!" Fandy kali ini merendahkan volume suaranya menjadi selbut mungkin. Adinda langsung menatap kearah fandy. Lalu menarik nafas dalam sebelum bersuara


”Kak fandy. Ak-u.....


                                      📕📕📕


Hallo👋  Loha. Holla😂


Assalamualikum semua apa kabar semoga senantiasa dalam lindungan Allah ya, Aamiin


Maaf part ini agak gaje:v


Soalnya otakku tiba-tiba jadi kurang fokus Afwan ya semua. Intinya semoga kalian masih suka sama cerita ini😙


oh iya nanti aku juga bakal publis cerita baru ya.


yang judulnya "Petualangan Cinta Menujuh Halal" jangan lupa dibaca ya😂

__ADS_1


Dan jangan lupa vote and comment💞


🌹Syukran🌹


__ADS_2