Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Rumah baru


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Assalamualaikum .... “ ucap Maira ketika memasuki sebuah rumah yang akan ia tempati bersama Arga.


Seperti yang ia katakan dalam hati beberapa saat yang lalu. Bahwa, tidak akan ada malam pertama di antara dirinya dan Arga. Se usai acara pernikahan itu, kini keduanya langsung meluncur menuju rumah yang sudah di siapkan oleh Arga setelah menikah.


Dan, ya begini lah adanya. Semua dekor bahkan foto yang terpanjang di setiap sudut rumah itu adalah foto pre-wedding antara Arga dan Rahel. Bukan Maira.


Sakit, jangan di tanyakan lagi. Tapi Maira berusaha untuk bersikap biasa saja, dan sadar diri atas takdir yang sedang ia jalani.


“Walaikumsalam ... “ jawab Arga sambil meletakkan beberapa barang milik Maira masuk ke dalam rumah.


“Mai, maaf jika—“


“Tidak apa Ar, aku paham kok. Santai aja,” kata Maira dengan cepat memotong perkataan Arga seolah tahu apa yang akan di katakan oleh laki laki tersebut.


“Besok pagi, aku janji akan menyingkirkan semua foto foto itu. Tapi, malam ini, kita istirahat dulu ya. Sumpah aku capek banget, Mai. Dari kemarin mondar mandir Jakarta Bandung dan mengurus semua nya,” keluh Arga dengan raut wajah lelah nya.

__ADS_1


Maira mengerti, ia hanya bisa menganggukkan kepala nya mencoba memahami apa yang di rasakan oleh sahabatnya.


“Dimana kamar ku?” tanya Maira seketika membuat Arga terdiam.


Kamarku? Membuat hati Arga merasa sedikit terasa aneh dan mengganjal. Kenapa Maira menanyakan kamarnya? Apakah itu tandanya, wanita itu tidak mau se kamar dengan nya? Pikir Arga dalam hati.


‘Mungkin, dia masih butuh waktu,’ gumam Arga dalam hati nya, mencoba berfikir positif.


“Kamu mau di bawah atau di atas?” tanya Arga memberikan pilihan, “Kamar utama ada di bawah, di sana.” Imbuh nya menunjuk salah satu kamar yang berada tepat di dekat tangga.


“Di lantai dua, juga ada dua kamar. Fasilitas nya saja, hanya yang di bawah, lebih luas sedikit. Terserah kamu mau dimana?”


Menghela napas nya dengan sedikit berat, akhirnya Maira memilih kamar yang berada di atas, karena pasti kamar utama akan di gunakan oleh Arga dan Rahel. Dan Maira tidak mau kembali terluka, jika memasuki kamar it dan ternyata sudah di hias sedemikian rupa tentang keduanya.


Mungkin, Maira tidak akan sanggup, Maka dari itu, ia memilih jalur aman dan segera pergi ke lantai dua.


“Aku di atas aja,” jawab nya sambil tersenyum.

__ADS_1


Arga menganggukkan kepala nya, ada rasa sedikit tidak rela bagi nya jika harus berpisah kamar. Tapi Arga mencoba menghormati Maira, karena mungkin berat bagi gadis itu untuk menerima dirinya sebagai suami.


Arga tidak ingin memaksa Maira lagi untuk kepentingan nya. Rasanya, ia sudah sangat bersalah karena sudah memaksa Maira menikah dengan nya dan membatalkan khitbah-an dari gus Hilal.


Dan kini, sebisa mungkin Arga akan membuat Maira merasa nyaman dan tidak tertekan lagi oleh nya.


“Maira .... “ panggil Arga saat melihat Maira hendak menaiki tangga.


“Hemm,” gadis itu menoleh dan menatap laki laki yang sudah ber status suami nya dengan raut wajah polos.


“Selamat malam,” kata Arga membuat senyuman di wajah Maira sedikit terbit, “Terimakasih untuk pilihan kamu.”


Lagi lagi, Maira menganggukkan kepala nya, “Sama sama Arga,” jawab nya lalu ia segera menaiki tangga dengan perasaan yang sangat sulit di artikan.


Berbagai rasa kini tengah ada di hati nya. Bak seperti sebuah permen nano yang memiliki rasa aneh dan campur aduk, kini itulah yang ia rasakan. Sedih, senang, sakit juga ada sedikit getaran bahagia yang ia rasakan.


Entah lah, rasanya begitu aneh, dan ia hanya bisa pasrah dengan jalan yang akan ia lalui ke depan nya.

__ADS_1


‘Allah with me. Bismilah ... “ gumam Maira saat hendak memasuki salah satu kamar yang berada di lantai dua.


...~To be continue ......


__ADS_2