
...~Happy Reading~...
Cklek!
Arga dan papa Kenzo langsung mengalihkan pandangan ke ara pintu, dimana Maira dan mama Naura sudah kembali dari ruangan dokter Farah. Terlihat bagaiman cerahnya wajah mama Naura, namun wajah Maira justru terlihat begitu lemas seperti tak bertenaga.
“Sayang, kenapa habis di periksa malah kamu yang lemes begitu? Kamu sakit? Tadi di suntik atau di kasih sesuatu sama dokter Farah jadinya kamu lesu gitu, kamu kenapa?” tanya Arga beruntun, laki laki itu segera mengubah posisi nya menjadi duduk lalu papa Kenzo bangkit dan membiarkan menantu nya duduk di kursi nya.
“Bagaimana Sayang?” tanya papa Kenzo sedikit berbisik kepada istrinya.
“Sukses!” seru mama Naura terlihat begitu bahagia.
“Alhamdulilah,” gumam papa Kenzo ikut senang.
“Kenapa sih Ma? Kenapa Maira jadi kaya gini?” tanya Arga semakin bingung melihat orang tuanya bahagia namun istrinya justru lesu tak bertenaga.
__ADS_1
“Huaaaaaa!” Arga semakin dibuat terkejut sekaligus bingung, saat melihat istrinya malah menangis dengan begitu kencang.
“Loh, kok malah nangis lagi?” Panik Arga segera memeluk Maira, “Mama apain istrinya Arga sih Ma?”
“Mama ngapain?” kata mama Naura malah balik bertanya, “Yang ngapa-ngapain kan kamu, kenapa salahin Mama.”
“Arga dari tadi disini Ma, sedangkan Maira kan pergi sama Mama!” kata Ara mendengus.
“Huaaaa kenapa banyak bangettt!” Teriak Maira lagi sambil menangis dan sesekali menghentakkan kaki nya ke lantai membuat dahi Arga semakin di landa kebingungan karena sifa Maira yang semakin menjadi.
Jika tahu hasilnya akan seperti ini, mungkin Arga akan memilih agar istrinya tidak usah di periksa dokter. Yang mana justru membuat nya bukan lebih baik melainkan lebih parah dari sebelumnya.
“Apanya yang banyak, Sayang?” tanya Arga berusaha menenangkan istrinya.
“Anaknya banyak banget Ga, huaaa aku takut!”
__ADS_1
“A—anak? Anak apaan? Banyak gimana maksud nya sih?” Arga semain bingung, ia berusaha menatap orang tuanya, bukan mendapatkan jawaban justru kekehan dari mama dan papa nya yang dia dapat.
“Anak manusia lah, pakai nanya anak apaan. Emang kamu apaan!” seru Maira spontan langsung memukul dada suaminya.
“Anak aku? Banyak? Aku belum punya anak Sayang, aku aja baru ngelakuin sama kamu, serius deh, aku gak pernah selingkuh!” kata Arga berusaha menenangkan istrinya.
“Biar begini aku anak baik, tanya aja sama Papa sama Mama, iya kan Ma? Arga dari dulu gak pernah macem macem apalagi selingkuh sampai punya ana banyak, gak Sayang itu gak bener. Kamu dapet info darimana kaya gitu?” jelas Ara panjang lebar, mengira bahwa Maira menangis karena menemukan fakta baru yang menuduhnya selingkuh sampai memiliki anak banyak.
“Sayang, Mama keluar dulu ya. Kamu jelasin baik baik, Mama percaya sama kamu.” Mama Naura dan papa Kenzo yang sudah tak kuasa menahan tawa nya, akhirnya memilih untuk pamit keluar. Mencoba memberikan waktu untuk Maira dan Arga agar bicara dari hati ke hati.
“Sayang, kamu kenapa sih? Kamu gak percaya sama aku?” tanya Arga lagi dengan wajah memelas nya.
“Yang bilang kamu selingkuh siapa?” kata Maira semakin kesal dan merengek.
“Ya itu tadi, kamu bilang anak ku banyak. Banyak darimana, satu aja belum ada kok banyak,” keluh Arga lalu menghela napas nya berat.
__ADS_1
“Ini, disini anak kamu banyakk!” kesal Maira langsung mengambil tangan Arga dan meletakkan nya di perut nya, yang mana seketika langsung membuat Arga terdiam dan mengerjapkan matanya berulang dan mencoba mencerna apa yang di katakan oleh istrinya.
...~To be continue ......