Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Kedatangan orangtua


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Tiga hari setelah Arga di rumah sakit. Kini, akhirnya ia sudah bisa pulang ke rumah. Suatu kejutan saat keduanya tiba di rumah, ternyata orang tua Maira juga sudah berada di sana bahkan sampai menyiapkan makanan untuk anak dan menantu nya.


“Umma, Abi!” Wanita itu segera melepaskan genggaman tangan nya dari Arga dan langsung berlari ke arah orang tuanya yang berada di teras rumah.


“Astagfirullah, Maira!” seru umma Chila dan abi Mike bersamaan karena panik.


Keduanya sudah tahu dari papa Kenzo bahwa kini Maira tengah mengandung bayi kembar tiga. Masyaallah, hati abi Mike dan umma Chila sangat bahagia, makanya mereka langsung menuju Jakarta saat mendapatkan kabar itu pagi tadi.


Awalnya, umma dan Abi akan langsung ke rumah sakit, akan tetapi mama Naura melarang, dengan alasan karena Arga yang sudah di perbolehkan pulang.


Papa Kenzo juga menyarankan agar menunggu di rumah saja, dan akhirnya langsung di setujui oleh umma Chila. Dan kini, saat anak dan menantu nya sudah pulang dari rumah sakit, kedua orangtuanya itu langsung dibuat panik lantaran Maira yang berlari seolah tidak perduli dengan kandungannya yang masih sangat rawan.


“Kangen sama Abii!” rengek Maira yang langsung bergelayut manja di lengan ayah nya.

__ADS_1


“Ayo kita masuk dulu,” abi Mike menggandeng tangan putrinya dengan pelan berharap putrinya bisa lebih berhati hati.


“Iks, Abi jalan nya lama banget,” celetuk Maira ingin mempercepat langkah nya, namun i tahan oleh sang ayah sambil menggelengkan kepala nya saat bertatapan mata dengan Maira.


Setelah beberapa saat, kini semua keluarga sudah berkumpul diruang keluarga. Maira, sejak tadi tidak bisa lepas dari ayahnya, wanita itu terus bersandar manja di bahu sang ayah, mengabaikan wajah suaminya yang terlihat cemberut dan kesal lantaran juga ingin bermanja kepada istrinya, namun istrinya justru bermanja dengan ayah nya.


“Jadi Arga mengalami couvade syndrom?” tanya umma Chila yang langsung di balas anggukan kepala oleh mama Naura.


“Dan dia tidak bisa mendengar kata pesawat, maka pasti akan—“


Hoeekkk!


Maira yang melihat suaminya kembali kambuh akibat mama mertuanya, seketika langsung ikut berdecak dan bangkit dari posisinya. Tangan nya sempat di tahan oleh abi Mike namun ia segera membalas dengan senyuman seolah memberikan kode bahwa ia akan menghampiri suaminya.


“Mas gapapa?” tanya Maira pelan saat sudah mendudukkan diri di samping Arga.

__ADS_1


Seketika itu juga, senyuman langsung terbit dengan begitu cerah menghiasi wajah Arga saat dihampiri oleh istrinya. Tak hanya kedatangan Maira yang kini berada di sebelah nya, namun juga panggilan Maira yang memanggil nya Mas di depan para keluarga, membuat hatinya semakin terasa menghangat.


‘Ke kamar aja yuk?’ ajak Arga dengan sedikit berbisik di telinga Maira. Suaranya yang begitu pelan namun manja, seketika membuat mata Maira langsung mendelik.


Bug!


“Aduhhhh!” pekik Arga langsung mengusap bahu nya yang di pukul oleh Maira.


“Maira!” tegur umma Chila saat melihat putri nya malah menganiaya suaminya sendiri.


Semua orang berfikir, bahwa Maira mendekati suaminya karena ingin bermanja manja atau menenangkan suaminya yang mual nya kembali kambuh. Tapi siapa sangka, jika ternyata kedatangan Maira di sebelah Arga justru karena ingin memukul atau menganiaya laki laki malang tersebut.


Tanpa para orang tua sadari bahwa Maira melakukan itu, karena memang ulah Arga sendiri yang menurut Maira sangat menyebalkan. Bagaimana tidak, saat ini mereka sedang berkumpul dengan para orang tua.


Terlebih umma Chila dan abi Mike yang baru saa datang dari Bandung jauh jauh ke Jakarta ingin menjenguk dan melihat keadaan Arga yang habis di rawat di rumah sakit. Tapi ternyata laki laki itu justru mengajaknya untuk pergi ke kamar.

__ADS_1


Dan Maira tahu, apa yang ada di otak suaminya itu jika sudah berada di dalam kamar. Maka dari itu, ia langsun gmemukul bahu Arga berharap suaminya itu segera mendapatkan hidayah dan sadar bahwa ajakan nya sesat dan sangat tidak sopan.


...~To be continue ......


__ADS_2