Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Menyerah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hanya beberapa jam, Arga dan Maira mengurus Jeremy dan Jeromy. Tapi, kini keduanya sudah sangat terlihat begitu lelah. Bahkan, Maira yang biasanya begitu aktif dan sangat bersemangat, bar bar seperti dua tuyul itu, justru kini terlihat begitu lesu dan sangat lelah.


Menjadi seorang baby sister, ternyata sangat melelahkan. Apalagi jika anak yang mereka asuh memiliki ke aktif an yang sangat luar biasa, seperti mainan yang baru saja di isi baterai full.


“Ini baru Jeremy sama Jeromy, si Badai belum ikut gabung. Kalau gabung, sumpah aku nyerah, lambaikan tangan ke kamera!” keluh Arga yang menyetir mobil sambil melirik sekilas ke arah dua tuyul yang kini sudah terlelap di kursi belakang.


Karena kelelahan dan kekenyangan, kini kedua nya sudah berkelana memasuki alam mimpi. Sehingga membuat suasana mobil terasa begitu tenang, dan damai.


“Punya anak banyak bikin pusing ya? Aku gak jadi lah pengen punya anak kembar,” ucap Maira menggelengkan kepala nya dengan tiba tiba.


“Terus, kamu mau punya anak berapa?” tanya Arga sedikit menoleh ke arah Maira.


“Satu dulu, mungkin. Nanti kalau udah agak gedean baru nambah, gak mau kembar gak mau juga terlalu deket kaya mereka,” kata Maira kembali menggelengkan kepala nya, membuat Arga terkekeh.

__ADS_1


“Baiklah, nanti kita bikin bareng ya?” kata Arga menggenggam tangan Maira sambil mengerlingkan sebelah mata nya.


Sungguh menyebalkan. Hanya mendengar perkataan abstrak dari suaminya sudah membuat wajah maira merona. Terlebih melihat ekspresi wajah Arga yang menggoda nya, membuat nya sangat ingin memukul laki lakinitu, namun sayang tangan nya di genggam oleh Arga sehingga membuat nya tidak bisa melakukan nya.


Lagi juga, bikin bareng? Bukan kah kata itu sangat ambigu. Apakah Arga pikir dirinya bisa membuat sendiri, dan juga memang nya apa yang mau di buat, kue? Arrkk sungguh, Maira sangat malu sekaligus kesal kepada suami nya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini mobil milik Arga sudah tiba di kediaman orang tuanya. Dan ternyata saat ia tiba, bertepatan dengan mobil milik Raka yang juga baru sampai di halaman rumah itu.


“Mana anak anak?” tanya Raka langsung to the poin begitu turun dari mobil.


“Heh heh heh! Si Maira udah gede! Biar dia sama Ryana, kamu angkat satu itu!” ucap Raka mencekal tangan adik nya dan melepaskan genggaman tangan pengantin baru itu dengan sedikit kasar.


“Sayang, ajak adik ipar mu masuk. Kasihan dia capek ngurus anak anak kita, cup!” imbuh nya kepada sang istri, dengan di akhiri sebuah kecupan singkat di bibir Ryana membuat Arga dan Maira seketika langsung mendelik tajam menatap dua manusia tak punya malu seperti Raka.


“Kak!” tegur Arga langsung memberikan layangan protes.

__ADS_1


“Apa sih, kalian juga udah nikah kan. Bahkan yang lebih dari ini juga udah biasa, jangan kaya anak perjaka ting ting kamu! Udah buruan, angkat Jero!” kata Raka cuek lalu segera membuka mobil adik nya untuk mengambil salah satu anak nya.


Bagaimana bisa, Raka mencium bibir istrinya di depan orang? Sungguh, Maira benar benar tak habis pikir akan hal itu. Dan lagi, Ryana juga tidak mempermasalahkan nya, wanita itu hanya membalas dengan senyuman dan langsung menggandeng tangan Maira lalu mengajak nya ke dalam rumah.


Dan entah mengapa, tiba tiba Maira menyentuh bibir nya sendiri, mengingat kembali ciuman pertama yang baru saja ia rasakan siang tadi. Lagi dan lagi, hanya mengingat hal seperti itu, sudah membuat wajah nya kembali merona.


Oh Tuhan, sungguh rasanya ia sangat ingin merutuki dirinya sendiri. Mengapa ia menjadi begitu mesumm dan selalu mudah terbayang akan rasa yang pernah di berikan oleh suami nya siang tadi.


‘Astagfirullah, sadar Mai, sadar! Jangan di pikriin terus!’ jerit Maira dalam hati nya sambil terus menggelengkan kepala.


“Kamu kenapa Mai?” tanya Ryana menghentikan langkah saat melihat tingkah adik ipar nya yang sedikit aneh.


“Hehehe, gapapa kak.” Jawab Maira sedikit kikuk.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2