Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Mau makan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Cklek!


Arga memasuki ruangan nya, dan menemukan istrinya sedang tertidur pulas di sofa tempatnya semula, membuat Arga hanya bisa menghela napas nya berat. Dengan perlahan, ia mendekati nya dan mengangkat tubuh mungil itu ke dalam kamar agar lebih leluasa istirahat.


Cup!


Arga mengecup kening Maira dengan lembut, menatap wajah istrinya dengan begitu lekat hingga mengerutkan dahi. Mata Maira sedikit sembab, Arga berfikir apakah istrinya menangis? Tapi kenapa? Batin nya.


Euugghhh!


Mata nya terbuka dan menemukan keberadaan Arga di depan nya. Membuat air mata yang tadi sudah berhenti kini kembali lolos membasahi pelupuk matanya.


“Ada apa?” tanya Arga begitu lembut mengusap kepala istrinya.


“Hiks hiks hiks, jahat! Aku benci banget sama kamu, Ga!”


Deg!


Arga terdiam dan semakin mengerutkan dahi. Mengapa?

__ADS_1


“Aku meeting, sayang. Tadi—“


“Kenapa gak bilang? Kamu gak angkat telfon ku, gak bales chat ku. Harusnya kamu bisa ngabarin aku kan? Bukan langsung pergi gitu aja, kamu manusia Ga, bukan setan apalagi jelangkung!” pekik nya begitu marah melampiaskan rasa kesal nya.


“Iya aku salah, maaf.” Ucap Arga mengalah, karena memang dirinya yang bersalah.


“Gak mau! Pokok nya ku kesel, aku marah sama kamu!” seru Maira dan langsung memunggungi suami nya dengan perasaan kesal bercampur marah.


“Terus gimana? Kamu mau apa, aku harus gimana biar di maafin?” tanya Arga, laki laki itu ikut naik ke atas tempat tidur, berusaha untuk membujuk istrinya agar tidak merajuk lagi.


“Aku mau ke Korea!” jawab nya ketus, membuat dahi Arga kembali menyatu bingung.


“Ngapain? Kamu mau honeymoon?” tanya Arga dengan wajah full senyum.


Arga terkekeh, istrinya memang sedikit random. Tadi ingin ke korea, sekarang ingin makan, entah ingin apa lagi nanti,pikir Arga.


“Ya udah, kamu mau makan apa? Yuk kita cari, tapi jangan marah lagi,” bujuk Arga mengajak istrinya untuk mencari makanan.


“Ya itu aku mau ke korea, mau makan!” jawab Maira masih dengan suara kesal nya membuat Arga kembali terdiam dengan mata mengerjab bingung.


“M—maksud kamu, kamu mau makanan korea?” tanya Arga memastikan, “Aku tahu dimana restauran korea yang enak disini, mau ke sana?” imbuh Arga menawarkan.

__ADS_1


“Enggak mau!” tolak Maira menggelengkan kepala nya, “Maunya ke korea langsung, ga mau di Jakarta!” imbuh nya tegas.


Glek!


Arga menelan saliva nya. Ke korea hanya untuk makan. Bukan Arga mempermasalahkan soal uang, bukan. Tapi, rasanya sedikit mustahil dirinya bisa ke korea dalam waktu dekat karena pekerjaan nya yang cukup banyak.


Mungkin, jika hanya seputaran luar kota, masih bisa Arga usahakan. Tapi untuk ke Korea, rasanya sulit. Kalau pun bisa, itu pasti nanti saat weekend, itu pun tidak bisa berlama lama pikir nya.


“Ya udah, weekend kita ke sana ya?” bujuk Arga lagi namun langsung di balas gelengan kepala oleh Maira.


“Sekarang, aku mau sekarang!”


“Mai .... “ keluh Arga langsung menatap sayu pada istrinya.


“Ya udah kerja aja terus kamu nya. Pikirin aja terus kerjaan kamu, gak usah mikirin aku hiks hiks hiks.” Lagi lagi dan lagi wanita itu menangis terisak di balik selimut nya. Hatinya begitu sakit mendengar penolakan dari suami nya.


“Gak usah deket deket aku lagi, gak usah tidur sama aku. Gak usah minta di masakin sama aku, gak usah minta di temenin sama aku. Minta makan aja sama kerjaan kamu, tidur juga tidur aja sama kerjaan kamu hiks hikshiks. Seharusnya juga kamu nikah aja sama kerjaan, ngapain nikah sama aku hiks hiks,” omel nya panjang lebar membuat Arga hanya bisa diam dan menghela napas nya berat.


Ingin di iyakan sulit, di diamkan semakin sulit untuk nya karena Maira terus mengomel dan menggerutu sambil terisak di balik selimut.


‘Ini salah makan apa gimana sih? Astagfirullah, gara gara drama pasti ini, jadinya dia juga buat drama.’ Gumam Arga dalam hati sambil mengusap wajah nya frustasi.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2