
...~Happy Reading~...
"Mah, itu, tadi Mas Arga. Mama itu Ma—"
"Mai, tenang dulu. Ada apa? Bicara pelan pelan, jangan panik." Mama Naura langsung mengajak menantu nya untuk duduk di sofa agar lebih tenang.
Dirinya sedang memasak, akan tetapi, tiba tiba Maira datang dengan wajah panik dan khawatir. Bicara terbata seperti terburu buru dengan mata sedikit sembab akibat menangis.
"Tadi Maira di telfon sama mas Arga hiks hiks hiks."
"Arga nelfon kamu?" Maira menganggukkan kepala nya, tanpa ia sadari bahwa dirinya lah yang menelfon Arga, "Terus kenapa kamu nangis? Kenapa kamu panik begini? Arga gak bicara macem macem sama kamu kan?"
Entah mengapa, perasaan mama Naura sedikit cemas dan was was. Bukan takut terjadi apa apa dengan anak bungsu nya. Tapi mama Naura takut jika Arga menghubungi Maira hanya untuk bicara kasar atau bahkan sampai mengatakan talak.
Mama Naura berharap bahwa pikiran nya tidak benar terjadi. Akan tetapi, melihat Maira yang terisak seperti itu, membuat mama Naura jadi berfikir bahwa benar putra nya kembali menyakiti Maira.
"Mama hiks hiks."
__ADS_1
"Ada apa ini?" Umma Chila datang dengan membawa salah satu bayi Maira yang perempuan, karena sejak tadi terus menangis. Jadilah oleh umma Chila dibawa keluar untuk bertemu Maira. Akan tetapi, tidak ada di kamar melainkan justru berada di lantai bawah.
"Aku gak tau!" Mama Naura langsung menggelengkan kepala nya. Karena sejak tadi, menantu nya hanya diam dan menangis. Belum mau bicara ada apa.
Dengan perlahan, umma Chila memberikan baby Aish kepada mama Naura. Sedangkan dirinya duduk di sebelah Maira untuk menenangkan nya.
"Umma, tadi mas Arga telfon Maira. Terus kan katanya mau pulang, kata Maira ya udah pulang aja. Orang gak ada yang ngelarang kan. Eh tiba tiba mas Arga teriak kenceng banget Umma. Bahkan, saking kenceng nya, Maira sampai merasa bahwa mas Arga ada di sekitar sini. Padahal kan gak mungkin Maira takut Umma. Maira coba telfon lagi gak bisa. Maira takut kalau mas Arga lagi nyetir sambil telfon terus ketabrak, atau—"
"Astaghfirullah, Sayang. Jangan bicara seperti itu!" Umma Chila langsung menghela napas nya dengan berat setelah memotong penjelasan Maira yang panjang lebar.
"Assalamu'alaikum!"
Dan berapa terkejut nya, saat ternyata orang tersebut adalah suaminya sendiri, Arga datang dengan jalan tertatih dan di bantu oleh satpam tetangga sebelah.
"Astaghfirullah, Arga kamu kenapa!" Mama Naura langsung memekik dan menghampiri anak nya, membantu Mamang untuk mendudukkan anak nya di sofa ruang tamu.
"Aduhhh pelan pelan Ma! Sakitt!" Arga langsung meringis menahan nyeri kala Sang mama yang niat membantu nya, namun justru malah menyakiti nya.
__ADS_1
"Kamu kenapa Mas?" Maira semakin tak kuasa menahan air mata nya. Wajah nya begitu memelas menahan tangis saat menghampiri Arga, terlebih kala melihat penampilan suami nya yang sedikit acak acakan dan kotor.
"Aku gapapa kok," jawab Arga langsung tersenyum saat di depan istrinya.
'Gapapa tapi tadi nangis!' gumam Mamang pelan yang seketika langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arga.
"Hehehe gak kok Pak. Kalau begitu saya balik lagi ya Pak. Ibu, semuanya saya permisi!" ucap Mamang memilih segera kabur dan kembali ke tempat persinggahan nya, yakni di pos penjaga rumah sebelah.
"Sayang, peluk dong. Sakit banget kaki aku!" Arga merentangkan kedua tangan nya, ia sudah sangat merindukan sang istri, berharap bisa segera mendapatkan pelukan, namun sial karena dirinya malah terjun bebas dari atas pohon rambutan yang mana tinggi nya sekitar hampir tiga meter lebih.
"Modus kamu Ga! plaakk!" cetus mama Naura mendengus sambil tangan nya dengan sengaja menepis sedikit kasar kaki anak nya yang sedang terluka.
"Mamaaaa!" seru Arga benar benar tak habis pikir dengan kesadisan mama Naura. Benarkah dia mama kandung nya? Mengapa begitu tega, pikir Arga.
...~To be continue......
Note :
__ADS_1
Kalau tiba tiba, kamar ini ada tulisan TAMAT nya. Jangan di hiraukan yaa. Mommy sengaja klik tamat. Tapi tetap akan Mom lanjut kok. Nanti kalau udah bener2 tamat, mommy akan tulis tamat beneran. So, abaikan jika di cover atau di apanya kamar ini logo end. sebelum mommy tulis kata TAMAT beneran, brrti belum tamat. Oke 🥰🥰🥰🥰