
...~Happy Reading~...
“Jujur, aku sedikit heran. Mengapa di saat kita hamil, justru para suami yang mengalami couvade syndrom?” celetuk mama Naura mengerutkan dahi nya seolah sedang berfikir keras.
Jika di pikir pikir, memang benar adanya. Dari Mike, Kenzo, Yusuf bahkan kedua anak Ken dan Naura juga mengalami hal yang sama. Dan kini, Arga juga mengalami hal serupa. Sebesar itukah cinta yang dimiliki para lelaki di sana, hingga rela mengalami rasa yang begitu menyiksa dan menyakitkan untuk istrinya.
“Itu tandanya, cinta kami para laki laki itu tulus dan sangat besar. Bukankah begitu?” jawab papa Kenzo sambil melirik besan nya.
Mungkin, dulu mereka adalah rival, karena hubungan antara Ken dan Arsy sebagai kekasih. Tapi, semakin bergulirnya waktu, ternyata Takdir Tuhan jauh lebih indah dari impian nya dulu. Membuat papa Kenzo kini bersyukur karena dulu ia tetap memilih istrinya dan di berikan tiga anak yang begitu tampan dan sempurna.
Begitupun dengan Arsy yang tak kalah bersyukur, dirinya mendapatkan jodoh yang sangat tepat. Mike yang sudah ia anggap sebagai kakak sejak ia kecil, berhasil menjadikan nya seorang wanita sholeha yang bisa melahirkan tiga anak yang sangat sholeh dan sholeha.
__ADS_1
Tak bisa Arsy bayangkan, bagaimana jika dulu dirinya dan Ken berjodoh. Mungkinkah kehidupan nya akan sebahagia sekarang? Mengingat bahwa kelakuan Ken dulu sangat jauh dari suaminya yang saat ini.
Arsy yang pendiam dan lembut, sedikit kurang cocok dengan Ken yang bar-bar urakan dan rusuh. Dan mungkin, memang sudah menjadi Takdir Tuhan, Kenzo dan Naura berjodoh, yang mana Naura bisa menjadi pawang akan kerusuhan seorang Kenzo.
Mengingat kenangan masa muda memang tidak akan ada habisnya. Tapi mereka tetap bersyukur, kini mereka bisa bersatu dalam satu keluarga besar, walau harus di awali dengan sebuah paksaan dan perjodohan.
“Insyaallah,” jawab abi Mike membalas senyuman papa Kenzo membuat para wanita langsung berdecak.
“Tapi Ra, aku masih heran. Kenapa Arga bisa langsung mual saat mendengar kata pesawat?” tanya umma Chila masih bertanya tanya, kini Arga dan Maira sudah tidak ikut berkumpul. Keduanya memutuskan untuk segera istirahat mengingat bahwa Arga yang baru pulang dari rumah sakit, dan Maira yang sedang hamil muda maka tidak boleh terlalu lelah.
“Entahlah, aku sendiri juga bingung Ar. Padahal baru minggu kemarin dia dari Bali naik pesawat juga loh, dan baik baik saja.” Cerita mama Naura juga bingung.
__ADS_1
“Sudah, lebih baik kita doakan saja yang terbaik untuk anak dan para calon cucu kita.” Ucap abi Mike menegakkan posisi duduknya.
“Amiinn ... Dan aku berharap, di antara tiga bayi itu ada satu saja yang nyempil anak perempuan,” gumam mama Naura tersenyum lebar saat langsung mendapatkan tatapan dari suami dan besan nya.
Sebenarnya, ia sangat berharap jika ketiga cucunya akan perempuan semua. Karena hingga kini, dirinya belum mendapatkan cucu perempuan.
Naura yang sejak dulu, sangat ingin memiliki anak bayi perempuan, namun terhalang karena salah putri kembarnya hilang. Membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk merawat serang bayi perempuan.
Memang ia sudah menemukan Kara saat ini, bahkan putrinya juga sudah menikah. Begitupun dengan anak pertama nya yang juga sudah menikah, ia juga sudah memiliki tiga cucu, tapi di antara semuanya belum ada yang perempuan.
Maka tak salah bukan, jika Naura berdoa semoga di antara tiga bayi Arga dan Maira ada perempuan nya atau bahkan perempuan semua, agar dirinya bisa lebih bahagia dan merasa sempurna dalam hidup nya.
__ADS_1
Walau sebenarnya, mau laki laki atau perempuan tidak akan ada bedanya, Naura akan tetap menyayangi semua cucunya, akan tetapi tdiak ada salahnya jika berharap dan berdoa, siapa tahu Tuhan mendengar dan dirinya benar diberikan cucu perempuan.
...~To be continue ......