
...~Happy Reading~...
Setelah tiba di Indonesia. Kondisi Arga semakin memprihatinkan, laki laki itu dengan sangat terpaksa langsung di larikan ke rumah sakit lantaran kondisinya yang sangat buruk. Maira, wanita itu tak henti menangis saat melihat suaminya sampai mendapatkan infus dari om nya.
“Hiks hiks hiks, sakit gak Ga?” tanya Maira di sela isak tangis nya.
“Mai, suami mu gapapa. Tenang saja,” ucap om Kiano yang barus aja usai memeriksa keadaan Arga.
“Kalau gapapa, gak mungkin sampai di infus Om, gimana sih!” cetus Maira langsung memanyunkan bibir nya kesal.
“Mungkin Arga ada salah makan saat di Korea?” tanya om Kiano lagi membuat tangisan Maira terhenti.
“Salah makan? Dia saja gak ada makan apa apa Om, kemarin kemarin dia gapapa, bahkan sangat baik baik saja. Tapi, pas mau pulang tiba tiba dia drop, mual terus. Apalagi sampai di Bandara dan masuk pesawat, tubuh nya langsung ambruk, dia sempat pingsan juga beberapa jam di pesawat. Anteng nya Cuma pas itu aja, se lebih nya pas sadar dia mual terus, sampai buat pramugari repot,” jelas Maira panjang lebar membuat Kiano mengangguk paham.
“Sejak kapan kamu phobia pesawat Ga?” tanya om Kiano mengerutkan dahi nya.
Hooeekkk!
__ADS_1
Lagi, mendengar kata pesawat, membuat perut Arga kembali bergejolak ingin muntah, tapi karena perutnya kosong membuatnya tidak bisa mengeluarkan apapun selain rasa pahit dan tidak enak di mulut nya.
“Om, jangan bilang pesawat! Dia—“
Hoeekkkk!
“Cukupp!” pekik Arga memejamkan matanya erat, perutnya benar benar sangat sakit, kepala nya berdenyut semakin nyeri. Istrinya melarang om nya menyebut nama pesawat, dari sendirinya sejak tadi terus mengoceh dengan menyebutkan nama pesawat beberapa kali.
Kiano yang melihat keadaan keponakan nya hanya bisa menghela napas nya berat, “Mai, sepertinya kamu yang harus di periksa. Ayo!”
Cklek!
“Arga!” Mama Naura dan papa Kenzo langsung menuju rumah sakit saat mendengar kabar dari adik nya, bahwa anaknya dilarikan ke rumah sakit saat baru mendarat di Indonesia.
Sebenarnya, mama Naura sedikit heran. Anak dan menantu nya baru pulang honeymoon, mengapa bisa langsung pulang ke rumah sakit, bukan pulang ke rumah saja.
“Kamu kenapa bisa begini? Cuma ke korea aja bisa bikin kamu, dan juga di sana juga bukan sedang musim dingin, masa kamu KO sih Ga? Apa kamu kecapean di sana, kamu kerja keras terus ya?” tanya mama Naura beruntun dan panjang lebar seketika membuat Arga langsung mendengus kesal.
__ADS_1
“Kak, mending kakak temenin Maira aja buat di periksa sama Farah. Sepertinya yang butuh pemeriksaan Maira bukan Arga,” ucap Kiano seketika membuat empat pasang mata di ruangan itu langsung menatap ke arah nya.
“Dihhh om Kiano kenapa sih? Nyumpahin Maira sakit ya? Pengen banget Maira di periksa, om gak seneng lihat Maira sehat?” kata Maira mendengus dengan bibir manyun kesal.
Berbeda dengan Maira dan Arga yang nampak bingung. Mama Naura dan papa Kenzo justru saling menatap satu sama lain, hingga beberapa detik lalu saling melemparkan senyuman penuh arti.
“Bagaimana menurut mu?” tanya mama Naura kepada papa kenzo.
“Kita tidak akan tahu sebelum memastikan nya,” jawab papa Kenzo ikut tersenyum.
“Baiklah, Maira ayo sayang.” Mama Naura segera menggandeng tangan menantu nya dan menuntun nya keluar ruangan.
“Maaa! Istrinya Arga mau di bawa kemana?” teriak Arga seolah tak rela di pisahkan dengan istrinya, “Mamaaa!”
“Udah kamu diem aja dulu, lagi sakit juga masih aja rusuh!” kata papa Kenzo lalu mendudukkan diri di kursi samping brankar Arga.
...~To be continue ......
__ADS_1