Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Konyol


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ada apa Ga?” tanya mama Naura dan langsung ikut menghampiri putra bungsu nya.


“Ma, masa anak Arga di jungkir jungkir, terus kaya di aniaya gitu. Bukankah itu salah satu tindak kekerasan. Pa, Papa harus pecat dokter itu, dan juga—“


“Tunggu!” ucap papa Kenzo segera memotong perkataan anak nya, “Aniaya bagaimana maksud kamu?”


“Pa, dua bayi Arga sudah keluar dan nangis kenceng. Tapi yang satu nya gak bisa nangis, Arga pikir karena apa, tapi ternyata lagi di aniaya sama itu dokter. Wajar aja anak Arga gak nangis, pasti dia itu kesakitan Pa. Pokok nya Arga gak mau tau, kalau sampai anak Arga kenapa napa, Papa harus pecat dokter itu, bila perlu masukin ke penjara.” Ceritanya begitu menggebu kala mengingat perlakuan dokter terhadap salah satu bayi nya.


Sementara itu, Kenzo dan Naura yang mendengar penjelasan dari anak nya langsung menghela napas nya berat. Wajar saja, jika Arga sampai di usir oleh Dokter. Entah apa yang ada di otak anak mereka, sampai bisa berpikiran begitu jauh tentang dokter yang jelas jelas sedang melakukan pertolongan pada anak nya.

__ADS_1


“Duduk lah, tenang! Banyak berdoa agar anak anak dan istri mu selamat!” Papa Kenzo mengajak Arga untuk duduk di kursi dimana tempat nya ia duduk nya.


“Tapi Pa, anak Arga! Itu—“


“Udah diem Ga! Kalau di bilang tenang, berarti tenang. Jangan rusuh!” sentak papa Kenzo pelan namun tertahan sambil menepis tangan Arga yang terus menunjuk ke arah pintu ruang operasi.


Waktu terus bergulir, detik berganti menit hingga kini sudah hampir dua jam lamanya, Maira belum juga keluar dari ruang operasi. Membuat perasaan Arga semakin tak menentu dan kalut.


“Pa, ini udah lama banget. Kenapa mereka belum keluar juga, Papa Arga mau masuk lagi. Arga harus mastiin kalau mereka baik baik saja. Ayo Pa!” rengek nya seolah membuat Kenzo dan Naura dejavu kala Arga masih berbentuk tuyul, dimana anak itu akan selalu merengek kala menginginkan sesuatu.


“Sumpah, Papa itu jahat gak ada khawatir khawatirnya sama cucu!” Baru saja Arga hendak bangkit dan membuka pintu ruangan itu, tapi tiba tiba pintu sudah lebih dulu terbuka dari dalam, membuat Arga seketika langsung terdiam.

__ADS_1


“Bagaimana keadaan menantu dan cucu saya?” tanya papa Kenzo yang langsung bangkit dari kursi nya dan ikut menghampiri Arga dan Dokter. Begitu pun dengan mama Naura yang juga ikut mendekat, sedangkan Rahel dan Zaco sudah pulang sejak tadi atas paksaan dari Arga.


“Alhamdulilah, kondisi nya sudah stabil. Saat ini pasien sudah sadar, dan kami akan segera memindahkan nya ke ruang perawatan,” jawab Dokter membuat helaan nafas lega terdengar dari tiga orang di sana.


“Lalu bagaimana dengan anak anak ku? Terlebih salah satu bayi ku yang tadi kalian aniaya?” Dokter itu langsung menghela napas nya sedikit kasar kala kembali di ingatkan dengan pertanyaan konyol itu.


“Maaf Pak Arga, kami hanya melakukan tugas kami. Karena—“


“Tugas apaan kaya gitu? Bayi baru lahir di cekik di jungkir balik begitu, apa kalian gak mikir itu bayi masih sangat kecil, apa kalian—“


“Diem Ga, diem!” Mama Naura langsung membungkam mulut anak nya agar tak terus membuat nya malu. Sungguh, kalau bisa mama Naura sangat ingin memasukkan anak bungsu nya itu lagi ke dalam perut agar tak terus menerus bersikap konyol.

__ADS_1


Awal nya, Naura berfikir salah satu anak nya ada bisa sedikit kalem dan memiliki otak waras. Ternyata, setelah menikah, sikap Arga sangat mirip dengan kakak dan juga ayah nya. Yang mana sedikit gila dan banyak kurang waras.


...~To be continue ......


__ADS_2