Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Foto pernikahan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Kamu mau di sini apa di atas?” tanya Arga ketika sudah tiba di depan kamar nya,


“Ar, sumpah ini masih siang loh. Mau ngapain masuk kamar?” ucap Maira sambil menghela napas nya berat.


“Ya gapapa sih siang siang juga, emang ada larangan? Kita udah sah loh, halal mau kapan pun. Pagi, siang sore atau malam, sama saja Mai!” jelas Arga dengan memasang wajah smirk nya.


‘Ya Allah, haruskah sekarang hamba melepas keperawanan? Tapi—‘ Maira hanya bisa bergumam dalam hati nya, menghela napas nya berat lalu ia pasrah.


“Ya udah, karena kamu diem. Aku anggep kamu mau di kamar ini,” ucap Arga lalu segera membuka pintu kamar nya.


Dan ....


Betapa terkejut nya Maira saat memasuki kamar milik suami nya. Ini adalah kali pertama, Maira memasuki kamar tersebut. Betapa terkejut nya ia saat melihat foto pernikahan nya sudah terpajang begitu besar di atas tempat tidur Arga.


Bahkan, ukuran foto itu hampir sama besar nya dengan ukuran tempat tidur. Maira tidak tahu, kapan Arga mencetak foto itu dan di pasang di sana.


Takjub, tentu saja. Maira saja tidak ada memasang satu pun foto di dalam kamar nya. Sedangkan Arga? Sungguh di luar nurul memang suami nya itu.


“Kamu gak mau siang, baiklah. Aku tutup gorden nya,”


Arga menurunkan Maira dan meletakkan nya dengan sangat hati hati di atas tempat tidur king size nya. Ia berjalan menuju jendela dan menutup nya rapat agar cahaya matahari tidak masuk ke dalam kamar nya.


Tak hanya itu, Arga juga mengganti lampu utama, menjadi lampu tidur, sehingga membuat suasana kamar itu terasa seperti malam hari.


‘Duhhh jantung, bisa di kondisikan gak sih? Jangan buat aku grogi, bisa?’ rutuk Maira dalam hatinya begitu resah dan takut.

__ADS_1


“Bagaimana? Udah kaya malam kan?” tanya Arga merentangkan kedua tangan nya sambil tersenyum begitu lebar, yang mana justru semakin membuat hati Maira semakin ketakutan.


“Ar, kayak nya kamu belum ngunci pintu depan deh. Gerbang gimana? Nanti kalau—“


“Sudah semua kok! Lagian disini aman, gak akan ada penyusup,” kata Arga kini ikut mendudukkan diri di dekat Maira.


“Ar, sumpah aku deg deg an. Aku—“


“Kamu takut sama aku?” tanya Arga kini menatap serius kepada istri nya.


Dengan perlahan, Maira menundukkan kepala nya sambil mengangguk kecil, “A—aku ... “


“Apa kamu belum siap? Apakah aku terlalu memaksa?” tanya Arga lagi dengan begitu lembut, tangan nya terulur untuk menyentuh dagu Maira dan mengangkat nya secara perlahan.


“Maaf, jika aku terlalu buru buru. Aku tidak akan memaksa kamu, gapapa kalau kamu emang belum siap. Kita bisa coba lain waktu, kita—“


Memejamkan mata sambil menarik napas panjang, lalu ia hembuskan lagi dengan sangat perlahan, Maira membuka mata nya, “Insyaallah aku siap. Jadikan aku milik mu."


Dan seketika itu juga, senyuman Arga kembali terbit. Bahkan, kini jauh lebih bersinar dari sebelum nya. Dengan sedikit gugup, ia mulai hendak melepaskan hijab yang di kenakan oleh Maira.


Ini juga kali pertama setelah sekian lama ia tidak melihat Maira tanpa hijab. Tentu saja, itu sejak saat mereka kecil. Dan setelah mereka dewasa bahkan menikah, ini adalah kali pertama, Arga akan melihat istrinya tanpa penutup kepala.


Drrtt ... Drrttt ...


Suara getaran ponsel di atas nakas seketika mengalihkan pandangan keduanya. Di saat yang sangat tidak tepat, mengapa ponsel itu harus berbunyi? Batin Arga sedikit kesal.


“Siapa?” tanya Maira.

__ADS_1


“Gak tau, biarin aja. Kita—“


Drrttt ... Drrtt


“Angkat aja dulu, siapa tahu penting. Aku mau ke toilet dulu!” ucap Maira tersenyum sebelum akhirnya ia segera bangkit dan pergi ke dalam toilet, untuk sedikit mengulur waktu nya.


‘Shitttt! Siapa sihh ganggu aja!’ umpat Arga dalam hati begitu kesal sambil mengacak acak rambut nya frustasi.


...~To be continue ......


Arga : Mom, kayaknya yang rusuh Papa sama kakak. Jangan dendam ke aku, bisa gak?


Mommy : Dih, siapa yang dendam? (Sambil nyeruput kopi)


Arga : Ini kenapa di tunda mulu sih ah!


Mommy : Apanya yang di tunda (Muka polos)


Arga : Ah elah, Mommy gak seru. Jangan kelamaan pokok nya aku gak mau! (Cemberut)


Mommy : Kamu kenapa sih Ga? Mommy gak ngerti, kamu ngambekan kaya bocil ih


Arga : Mommy tuh ngeselin! Mau ngerasain itu aja di tunda lama banget!


Mommy : Cup cup cup, adudududuhhh anak ganteng cini cini sama mommy. mau coba sama mommy dulu gak, sini (Merentangkan tangan)


Arga : Aku mau angkat telfon aja! (Pergi)

__ADS_1


Mommy : Dihh, gak jelas! Padahal Mommy udah baik hati, mau ngajarin 😌😌


__ADS_2