
...~Happy Reading~...
“Ngantuk tapi pura pura gak ngantuk, memang ya anak kamu satu ini. Ckckck!” Maira berdecak dan menggelengkan kepala nya sambil menatap wajah mungil sang putri yang sudah terlelap.
“Iya deh iya, anak aku aja. Aku yang hamil dan ngelahirin Aish!” Arga tiba tiba langsung memeluk Maira dari belakang hingga membuat wanita tiga anak itu sedikit terkejut.
“Sayang, anak anak sudah tidur. Kamu gak mau nidurin DIA juga?” imbuh Arga sedikit berbisik di telinga istrinya sambil terus menghirup aroma harum pada tubuh sang istri.
“Ga, ...”
“Udah selesai kan? Dia kangen banget sama kamu!”
Kangen, tentu saja Maira sendiri sebenarnya juga kangen dengan suaminya. Karena sudah hampir satu minggu ini keduanya tidak bertemu di dunia yang sama, dunia awan. Meskipun tamu bulanan Maira sudah pergi, Akan tetapi, hari ini dirinya benar benar merasa sangat lelah, mengingat tiga harian ini mereka mengurus dan mempersiapkan acara ulang tahun anak anak nya.
“Dih kangen banget, orang juga, baru seminggu!”
__ADS_1
“Jangankan seminggu, Sayang. Sehari aja rasanya berat loh. Ayo lah!”
Maira menghela napas nya berat, jika sudah begini ia sudah tak bisa mengelak lagi selain mengiyakan. Daripada ia menolak, selain mendapat dosa dirinya juga akan mendapat masalah karena Arga memaksanya melakukan di dalam kamar, yang mana akan mengganggu Aisyah. Jadilah Maira mengiyakan dan dengan cepat, Arga langsung menggendong istrinya menuju kamar di depan agar tidak mengganggu ketenangan putri nya di alam mimpi.
...🍁🍁🍁...
Pagi harinya, Maira terbangun dan seketika itu juga ia dibuat terkejut karena menyadari dimana tidurnya saat ini. Arga dan Maira kesiangan untuk bangun dan keduanya masih berada di kamar depan.
“Argaa! Bangun Ga, kita kesiangan!” Maira terus memekik dan membangunkan suaminya sambil menunjukkan jam kecil yang ia ambil di atas meja, dimana jam itu sudah menunjukkan angka delapan pagi.
“Biarin aja Sayang, sini bobo lagi!” Arga bergumam pelan tidak memperdulikan pekikan istrinya, laki laki itu justru menarik istrinya kembali ke dalam selimut dan memeluk nya erat.
Karena Maira yang terus memberontak dan berusaha melepaskan diri, kini justru membuat mata Arga terbuka dan menatap istrinya datar. Bukan marah karena Maira akan pergi, melainkan wajah Arga menyiratkan aura memelas yang luar biasa, karena akibat pergerakan Maira membangunkan sesuatu di bawah sana.
“Bangun,”
__ADS_1
“Ya makanya ayo bangun, kan dari tadi aku udah ngajak bangun. Kasihan Aish sendirian di kamar,” Maira mengira bahwa Arga mengajak nya untuk bangun. Dengan cepat, wanita itu segera bangkit dan hendak pergi.
Namun, lagi lagi pergerakkan nya di hentikan kembali oleh Arga. Dengan cepat, laki laki itu langsung menidurkan istrinya lagi ke tempat tidur dan menindih nya.
“Ga!” seru Maira bingung.
“Aish udah bangun dari tadi, dia sekarang sudah sama Opa nya, jadi kita istirahat dulu disini.” Bukan lega setelah mendengar penjelasan dari suami nya, Maira justru kini menelan saliva nya dengan sedikit sulit.
Bagaimana tidka, jika mata suami nya kini sudah berkabut dan seolah siap menerkam nya, “Tidurin lagi, yuk. Habis itu kita mandi lagi.”
“Gaaa!” Tentu saja, Maira langsung protes. Bukan menolak, perlu di ingatkan kembali, mengapa keduanya bisa kesiangan sampai jam delapan lebih pagi ini. Itu semua karena Arga.
Sebenarnya, pagi tadi Maira dan Arga sudah bangun dan mandi, bahkan melaksanakan sholat subuh. Hanya saja, selesai sholat, Arga kembali mengajaknya bermain lagi dengan dalih olah raga dan sehat. Memang tidak terlalu lama, karena memang keduanya masih mengantuk akhirnya tertidur.
Maira berniat hanya tidur setengah jam, dia akan segera kembali ke kamar nya untuk melihat Aisyah, namun ternyata dirinya bablas hingga jam delapan lebih. Sementara Arga, setelah pencapaian nya tadi, laki laki itu tidak tidur melainkan mandi kembali dan mengecek keadaan putrinya.
__ADS_1
Tak lupa, Arga juga menitipkan anak anak nya kepada para orang tua barulah dia tidur lagi bersama Maira. Maka dari itu, Arga tidak panik saat di bangunkan oleh sang istri.
...~To be continue ......