Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Aneh


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Maira mengerutkan dahinya, saat dimana ia melihat sebuah foto yang di kirimkan oleh seseorang melalui chat WhatsApp nya. Berulang kali, ia menatap lekat foto itu, seolah memastikan apakah itu nyata atau editan semata. Akan tetapi, semakin ia menatap foto itu, semakin juga dirinya merasa yakin bahwa itu adalah asli.


“Bagaimana bisa?” gumam Maira dalam hatinya tanpa sadar membuat matanya berkaca- kaca. Hatinya begitu sesak, perih dan rasanya sangat sakit, ketika ia melihat foto kebersamaan suaminya dengan sang mantan kekasih. Sebuah foto dimana kini Arga sedang di Bandara bersama dengan seorang wanita yang tak lain adalah Rahel.


Maira semakin dibuat yakin, saat melihat baju yang di kenakan oleh Arga. Yang mana baju itu adalah baju yang ia beli beberapa hari lalu. Jadi ia sangat hafal dengan baju itu karena masih baru. Dan secara tidak langsung, foto itu membuktikan bahwa itu adalah Bandara Palembang dan baru pagi ini. Maira melihat ke arah jam di dinding kamar nya, sudah menunjuk angka sebelas siang. Sebentar lagi, pasti Arga akan pulang, pikir nya.


‘Ingin tidak percaya, tapi ini baju pemberian ku. Mau ku percaya, tapi aku gak mau!’ Bingung, itulah yang Maira rasakan saat ini.


Ia tidak menyangka jika ternyata kepergian Arga ke Palembang mempertemukan nya dengan sang mantan. Apakah Arga bahagia? Apakah mereka akan kembali lagi? Dan apakah waktu Maira kini sudah habis? Pikirnya begitu kalut.

__ADS_1


Tanpa sadar, Maira menggigit bibirnya sampai berdarah, air matanya ikut luruh bersamaan dengan tangan nya yang mengambil tisu untuk menghapus darah di bibir nya. Wanita itu begitu kalut dan ketakutan, jika ternyata suaminya pulang akan membawa Rahel. Yang mana itu berarti, tugasnya sebagai istri pengganti sudah usai, tapi bagaimana ? Dirinya sudah mengandung, bahkan ada tiga nyawa yang kini berada di dalam rahim nya, dan membayangkan hal itu, sudah membuat kepalanya begitu pusing serta perutnya terasa sedikit kram.


“Plis Mai, jangan pikirkan apapun! Percaya, kalau Arga gak akan kaya gitu, kamu lagi hamil anak dia, hasil bibit dia, gak mungkin kamu di tinggalin. Oke, selow Mai, selow pliss!” gumam nya pelan sambil menarik napas nya panjang berusaha untuk menenangkan dirinya.


Sementara itu, mobil yang Arga tumpangi baru saja tiba di rumah. Tanpa berlama lama, ia langsung turun dari mobil dan mencari keberadaan Maira. Dengan membawa dua paper bag yang berisi makanan permintaan dari istrinya, Arga terus berjalan cepat seolah tak sabar untuk memberikan nya kepada sang istri.


“Mai,... Maira ... “


“Oh iya, walaikumsalam. Maira mana Ma?” tanya Arga segera mencium punggung tangan ibu nya.


“Ada di kamar, dari habis sarapan tadi belum turun lagi,” jawab mama Naura. Arga menganggukkan ekpala, setelah mengucapkan makasih, laki laki itu kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar.

__ADS_1


Ceklek!


Arga membuka pintu kamar nya, terlihat bahwa kini istrinya tengah berbaring memunggungi pintu kamar. Arga mengira bahwa istrinya sedang tertidur, dengan sangat hati hati, Arga meletakkan makanan itu di atas meja, lalu ikut naik ke atas tempat tidur untuk mendekati istrinya.


Aneh!


Itulah yang Arga rasakan saat ini. Biasanya, Maira akan langsung bangun dan menghambur memeluk nya ketika ia pulang kerja. Bahkan, tengah malam pun saat ia pulang lembur, Maira sudah menunggu nya membuka pintu kamar dan langsung memeluk nya. Walaupun kadang Maira sudah tidur, jika mendengar suara pintu di buka apalagi merasakan pergerakan Arga yang naik ke tempat tidur, wanita itu pasti akan terbangun dan tersenyum padanya. Tapi kenapa hari ini tidak? Pikir Arga sedikit bingung.


“Sayang ... “ panggil Arga dengan pelan, mencoba menyentuh bahu sang istri, namun ternyata langsung di tepis kasar oleh Maira. Tentu saja, hal itu membuat Arga begitu terkejut.


“Mai, ini aku!” Arga langsung membalik tubuh istrinya dan terlihat bahwa ternyata wanita itu sedang tidak tidur, “Kenapa?” tanya Arga mengerutkan dahi nya, saat menyadari bahwa mata istrinya merah seperti orang habis nangis.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2