
...~Happy Reading~...
“Gapapa ya, kita nginep disini lagi?” ucap Arga saat memasuki kamar nya bersama Maira.
“Ya gapapa sih,” jawab nya semakin gugup saat melihat Arga mendekati nya.
Maira sudah mandi dan berganti baju, akan tetapi gadis itu masih mengenakan hijab nya seperti biasa. Sedangkan Arga, laki laki itu baru saja masuk ke kamar karena tadi harus membicarakan sedikit pekerjaan dengan kakak nya.
“K—kamu mandi dulu sana, biar cepat istirahat,” imbuh Maira, namun tak di dengarkan oleh Arga.
Laki laki itu, justru kini malah memeluk Maira dari belakang sambil meletakkan kepala nya di bahu Maira. Membuat gadis itu langsung menelan saliva nya karena gugup.
“Kamu capek banget ya? Mau langsung istirahat, emang nya?” tanya Arga menatap pantulan wajah nya dan Maira dari cermin yang terlihat begitu menyedihkan.
“Arga ... “
__ADS_1
“Iya Mai, aku mandi dulu. Gapapa kok, kamu istirahat aja, cup!” Sebuah kecupan singkat hinggap di pipi Maira, sebelum akhirnya laki laki itu memilih pergi untuk mandi dan berganti pakaian.
Maira terdiam, apakah ia terlalu egois? Lelah? Sebenarnya ia tidak lelah. Hanya saja, ia terlalu gugup. Biar bagaimana pun ini adalah kali pertama bagi nya. Dan Arga?
Laki laki yang sudah berteman baik dengan nya sejak lama, wajar bukan jika dirinya merasa canggung. Karena mereka sudah terbiasa akrab sebagai sahabat, dan kini harus bersatu dalam hubungan yang jauh lebih erat lagi.
Maira menatap dirinya di pantulan cermin, menatap lekat pada wajah nya sendiri lalu ia memutuskan untuk melepaskan hijab nya. Tak hanya hijab yang ia lepaskan, melainkan juga ikat rambut di kepala nya, hingga membuat rambut nya kini tergerai bebas dan indah.
‘Bismillah, ya Allah.’ Gumam nya pelan sambil menarik napas panjang.
Maka dari itu, ia mengganti pakaian nya dengan sebuah handuk mandi. Bath robe yang cukup tebal, akan tetapi ia juga melepaskan semua pakaian dalam nya. Ia berencana akan menyusul Arga ke dalam kamar mandi, akan tetapi saat ia tiba di depan pintu, ia kembali terdiam.
‘Bener gak sih ini? Kok makin deg deg an begini?’ gumam nya sambil berusaha mengatur nafas nya.
Mungkin, jika di suruh memilih, ia akan memilih untuk uji nyali di rumah kosong dengan ribuan hantu. Di banding kan harus melakukan hal seperti ini, ia merasa seperti wanita penggoda.
__ADS_1
Oh tidak, dirinya bukan wanita penggoda. Ini ia lakukan kepada suami nya sendiri, sudah bersertifikat halal.
Cklek!
Dengan menarik napas panjang untuk yang ke sekian kali nya. Akhirnya, Maira berhasil membuka pintu itu, hingga membuat laki laki yang di dalam sana sedikit terkejut.
“Mai!” pekik nya seketika langsung membuat Maira memejamkan matanya dengan begitu erat.
“Argaaaaa sialannnn!’ teriak Maira dalam hatinya begitu menjerit saat melihat pemandangan di depan nya.
Memang salah nya, mengapa ia masuk ke dalam kamar mandi, di saat ia tahu bahwa suaminya sedang mandi. Kurang kerjaan, itulah dirinya. Bukan kah seharusnya ia bisa saja menunggu di luar. Mengapa ia harus masuk ke dalam kamar mandi.
Bodoh memang, tapi itulah Maira. Ia sendiri juga tidak tahu, mengapa bisa memiliki ide seperti itu. Dan sial nya, kini ia harus terjebak dengan ide nya sendiri.
...~To be continue ......
__ADS_1