
...~Happy Reading~...
“Loh, Arga sama Maira mana?” tanya mama Naura saat menyadari bahwa anak bungsu dan menantu nya tidak ada saat sarapan.
“Masih tidur Ma, biarin aja. Capek mungkin,” jawab Raka sambil menyuapkan makanan ke mulut nya, “Kemarin di kembar nakal katanya!” imbuh nya seraya melirik ke arah dua anak nya.
“Kami gak kembar!” jawab keduanya bersamaan dengan tegas dan kesal.
Berulang kali, Raka mengatakan kepada Maira bahwa anak nya bukan anak kembar. Akan tetapi, dirinya sendiri juga terkadang ikut usil mengatai anak nya sendiri kembar, hingga membuat kedua anak nya berseru dan berdecak dengan begitu kesal kepada sang ayah.
“Jero, panggil om Arga sama Tante Maira gih, sarapan nya sudah siap.”
“Tapi Omaaaa ... Jero lagi makan, laper banget! Kakak aja sana kak!” ucap anak kedua Raka itu justru menyuruh sang kakak agar naik ke atas.
“Dihhh kamu yang di suruh sama Oma, bukan aku!” tolak nya menggelengkan kepala nya.
Memang begitu, saat sedang makan. Waktu dua tuyul itu tidak akan bisa di ganggu gugat. Keduanya tidak akan mau meninggalkan makanan nya jika masih memenuhi piring. Kecuali saat sudah selesai makan atau sedang luang, akan di suruh apapun tanpa pikir panjang keduanya akan menurut.
“Berdua!” ucap Ryana langsung menghentikan perdebatan kedua anak nya.
Jika sang ibu sudah menyuruh dan ekspresi wajah nya sudah sangat tidak bisa di kondisikan. Maka Jeremy dan Jeromy sudah tidak bisa membantah! Sang ayah saja selalu kalah dengan ibu nya, apalagi mereka yang masih berbentuk tuyul.
Dan tanpa pikir panjang, tanpa membantah lagi, Jeremy dan Jeromy pun terpaksa langsung beranjak dari tempat duduk nya dan berlari menaiki tangga untuk memanggil Arga serta Maira yang hingga kini masih terlelap indah dalam mimpi nya.
Tok ... tok ... tok ...
__ADS_1
“Om Argaaa!”
“Tante Maira, oh tante Maira!”
“Om bangunnn! Sama Oma di suruh sarapan! Gak boleh tidur terus!”
“Om kerja Om, udah siang! Papa sama Opa udah mau berangkat!”
“Om Argaaaa! Tante Maira!!”
Keduanya terus berteriak di depan pintu sambil mengetuk pintu itu dengan sedikit kencang hingga membuat sang pemilik kamar akhirnya terusik dan mau tak mau harus bangun.
Deg!
Awal nya, Maira dan Arga sudah mandi bahkan sudah menjalankan sholat subuh berjamaah di dalam kamar. Hanya saja, usai sholat subuh, dengan dalih ‘membiasakan’ agar tidak berlarut dalam sakit.
Akhirnya mereka kembali bermain dan berperang hingga mengakibatkan kini keduanya masih polos dan hanya tertutup selimut, lantaran begitu lelah untuk kembali mandi lagi.
“Sabah alkhayr Zawjati, Humaira ...”
Cup!
Blushhhhh!
Maira semakin tak bisa menyembunyikan rona kemerahan di wajah nya. Gadis yang baru saja berubah menjadi seorang wanita itu langsung menyembunyikan wajah nya di dada bidang sang suami kala mendengar sapaan pagi sang suami yang di akhiri dengan sebuah kecupan singkat di bibir nya, yang mana hal itu mampu membuat jantung nya kembali bekerja dengan sangat ekstra.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Arga berpura pura tidak mengerti.
Padahal, ia sangat tahu bahwa saat ini istrinya sedang merasa malu.
‘Masyaallah, istriku sangat menggemaskan. Dari dulu gak berubah, hihihi!’ gumam Arga terkekeh dalam hati nya, sambil terus berusaha mengangkat wajah sang istri namun sulit karena Maira justru semakin mengeratkan pelukannya pada Arga.
“Dihh, Maira hahahaha!” Arga semakin tergelak lantaran kini tangan wanita di dekapan nya itu justru membalas perbuatan nya.
“Kamu nyebelin!” rengek wanita itu terdengar begitu manja namun sangat membuat hati Arga puas dan bahagia.
“Kok nyebelin sih, orang Cuma ngucapin selamat pagi doang. Salah nya dimana, hahaha Mai, stop!”
“Ya ketawa kamu itu yang nyebelin!”
“Dihhh hahahhaa! Maira stopp!” Dan seketika itu juga Maira langsung menghentikan aksi nya.
Bukan karena perkataan Arga yang menyuruh nya berhenti. Akan tetapi, tentang sesuatu yang tanpa sengaja tersentuh oleh nya, yang langsung membuat nya langsung menghentikan aksinya untuk menggelitik perut sang suami.
“Ar—“ gumam Maira dengan raut wajahnya yang sangat sulit di tebak.
“Kamu sih, kan aku bilang stop. Kalau begini kan gak bisa stop,” jawab Arga yang langsung menyengir kuda, yang mana membuat wajah Maira seketika langsung lemas.
‘Sensitif banget sih. Dasar baperan!’ gerutu Maira dalam hati saat lagi lagi dirinya harus berperang di bawah selimutnya.
...~To be continue .......
__ADS_1