
...~Happy Reading~...
“Om, ini Arga kapan boleh pulang? Sumpah gak enak banget disini!” Laki laki itu langsung mendengus kala melihat kedatangan om nya untuk memeriksa.
“Udah tahu disini gak enak, kenapa kamu kesini!” saut Raka dengan cepat, karena sejak malam, laki-laki itulah yang sudah setia menunggu adik bungsu nya di rumah sakit.
Maira, mama Naura dan umma Chila, tentu saja harus pulang karena mengurus baby triple A. Sedangkan papa Ken harus pergi keluar kota, begitupun dengan abi Mike yang tidak bisa berlama lama meninggalkan pondok pesantren. Jadilah, mau tak mau. Ikhlas tak ikhlas, Raka lah yang paling senggang dan harus menunggu adik bungsu nya.
“Yang maksa kesini itu Maira sama Mama, bukan aku!”
“Ya kalau kamu gak banyak tingkah, gak bakal kaya gitu!”
__ADS_1
“Kakak!” Arga langsung memekik saat Raka dengan sengaja menimpuk kaki Arga yang masih di gips dengan bantal. Meskipun hanya bantal sofa, namun tetap saja, rasanya sungguh nikmat hingga membuat laki laki itu sangat ingin menendang kakak nya kalau bisa.
“Raka bisa tolong diem dulu?” Kiano yang sejak tadi diam, sebenarnya sudah sangat pusing menghadapi kedua keponakan nya. Kiano pikir, bahwa Arga dulu tidak akan seperti Raka, akan tetapi siapa sangka sejak Arga menikah, ternyata sikap nya sebelas dua belas dengan kedua kakak nya, apalagi kakak ipar nya yakni suami dari Kara.
Jika boleh jujur, Kiano akan lebih memilih pasien lain, sesulit apapun asal bukan dari golongan keluarganya sendiri. Karena dirinya sudah sangat pusing dan lelah menghadapi tingkah ajaib para keluarga nya sendiri.
Jika dulu, dirinya selalu di buat pusing oleh tingkah kedua saudara nya, yakni Kenzo dan Kayla. Namun, kini tingkah itu seolah menurun langsung kepada para anak anak mereka. Entah sampai kapan Kiano bisa hidup tenang dan menikmati hidup nya yang sudah semakin berumur itu.
Di rumah sakit, ia akan di buat pusing dengan tingkah Arga dan Raka, sedangkan di rumah ia akan kembali di buat pusing dengan tingkah anak dan istri nya.
“Arga, Raka, kalian itu sudah bukan anak kecil lagi. Kalian sudah menikah bahkan sudah memiliki anak!” Kiano kembali menghela napas nya berat,”Apa kalian tidak malu dengan anak anak kalian? Dimana pun selalu saja debat!”
__ADS_1
“Tuh kakak durhaka Om, suruh jagain adek nya aja kaya gak ikhlas coba!” cetus Arga langsung mendengus dan memalingkan wajah nya ke samping.
“Kamu itu adik gak tahu diri, udah di jagain masih bilang gak ikhlas. Tau gitu, ku pites kamu Ga, dari dulu!” saut Raka tak kalah kesal dari Arga.
Cklek!
“Siapa yang mau mites dan siapa yang mau di pites! Sini!” ucap seorang wanita yang langsung menatap kedua anak laki-laki nya dengan tajam.
“Sayang!” Arga langsung memasang wajah memelas nya saat melihat kedatangan istri dan ibu nya, “Mah, anak sulung mama tuh yang mau mites Arga, jahat banget.”
“Raka ih, udah tahu adek nya lagi sakit, malah di ajak ribut. Kamu gak kasian sama Arga yang habis nyungsep dari pohon. Coba kamu bayangin kejadian kamu dulu, kamu juga terjun dari truk, itu sakit kan? Masa kamu gak bisa ngertiin Arga sih Ka, padahal kamu udah pernah ngerasain astagfirullah." Omel mama Naura panjang lebar seketika membuat Arga menahan tawa nya seolah merasa menang karena di bela dari kakak nya.
__ADS_1
‘Najis banget adek gue, ya Allah!’ umpat Raka mengepalkan tangan nya saat melirik ke arah Arga, ‘Ini dulu mama ngidam apaan sih bisa brojolin bocah tengil kaya dia. Bangkee banget jadi adek.’
...~To be continue ......