Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Palembang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hoeeekkkk!


Baru saja ia masuk ke dalam pesawat, bukan kursi tujuan utama Arga. Akan tetapi, ia langsung berlari ke Toilet untuk menuntaskan rasa mual nya terlebih dulu.


Hingga beberapa saat, merasa sudah lebih walau masih begitu lemas, Arga mendudukkan dirinya di kursi. Sepanjang perjalanan, Arga memilih untuk memejamkan mata, menikmati musik di earphone nya dan tak lupa ia juga mengenakan kaca mata serta masker agar tidak terbayang bahwa dirinya sedang berada di pesawat.


Jam sudah menunjuk angka dua dini hari. Dan ia baru saja keluar dari Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Meskipun tubuhnya masih terasa begitu lemas, akan tetapi, laki laki itu segera berkeliling untuk mencari penjual pempek yang ternyata masih tutup lantaran terlalu pagi.


“Arga!” Laki laki itu menoleh dan menatap pada orang yang baru saja menegurnya.


“Ngapain kamu disini?” Tanya Arga langsung mengerutkan dahinya, menatap pada seorang wanita yang tengah tersenyum begitu manis padanya.


“Kamu sendiri ngapain disini? Kamu lupa, kalau ini juga kampung halaman ku?” Oke kini Arga benar benar lupa, ia tidak mengingat apapun tentang hal yang menurut nya tidak penting, “Melamun? Kamu cari apa?”


“Pempek!” jawab Arga singkat.

__ADS_1


Wanita itu menganggukkan kepala nya, “Jam segini belum buka. Nanti, sekitar jam delapan, ada salah satu restauran dan pusat oleh-oleh menjual itu, dan itu sangat recommended, mau coba? Aku bisa mengantarkan mu ke sana.”


Arga terdiam, ia tidak begitu hafal dan tahu lokasi sekitar. Selain itu, ia juga tidak pernah membeli makanan tersebut, karena tidak ingin kecewa karena rasa yang kurang enak, akhirnya Arga menganggukkan kepalanya.dan menerima tawaran dari wanita tersebut.


“Baiklah, kamu menginap di mana? Aku bisa menjadi tour guide dadakan loh, daripada kamu naik taksi dan—“


“Aku akan menggunakan taksi, temui aku disini saja, aku pergi!” ucap Arga dengan cepat memotong pembicaraan wanita itu dan pergi begitu saja, membuat wanita itu tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


“Ibuu!” Wanita itu menoleh saat seorang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun itu berlari ke arah nya.


“Astaga, kenapa kamu turun dari mobil!” pekik wanita itu pelan karena panik melihat anaknya yang keluar dari dalam mobil, padahal ia sudah mewanti-wantinya agar tidak keluar.


“Bukan siapa siapa, sudah ayo kita pulang. Ckckckc, kamu ini memang paling bisa kabur kalau di suruh diam!” omel wanita itu berdecak membuat sang anak langsung tersenyum dan memeluk ibu nya.


Tanpa keduanya sadari, bahwa Arga belum benar benar pergi dari kawasan itu. Laki laki itu masih menatap wanita dengan anak kecil laki laki itu dengan perasaan yang tak menentu. Dan saat Arga melihat wanita itu masuk ke dalam mobil, ia menghela napas nya berat.


‘Ku harap kalian sudah benar benar bahagia, maaf!’ gumam nya pelan sambil terus menatap kepergian mobil wanita itu.

__ADS_1


Pyaarrr!


Pagi harinya, saat Maira hendak membuat susu tanpa sengaja ia menjatuhkan gelasnya hingga pecah dan berhamburan ke lantai. Ia hendak berjongkok untuk mengambil pecahan beling itu, namun dengan cepat di tahan oleh mama mertuanya.


“Jangan sembarangan Mai!” Mama Naura membawa Maira untuk duduk di kursi meja makan, “Kamu duduk disini, biar Mama yang buatkan.”


“Tapi Ma—“ Wanita itu merasa tidak enak dan kurang nyaman atas perhatian perhatian dari mama mertuanya.


Sejak ia hamil, Arga memang mengajak Maira untuk tinggal di rumah orang tuanya. Karena ia selalu sibuk bekerja, dan merasa khawatir jika Maira hanya sendirian di rumah.


Maka ia mengajak tinggal di rumah mama Naura agar dirinya juga bisa fokus dalam bekerja. Selain itu, Maira juga tidak merasa kesepian dan banyak sharing dengan mama nya.


Tapi, Maira sering kali merasa tidak nyaman dan tidak enak. Ia terlalu banyak menonton drama ikan terbang, dan sejak ia hamil ia menjadi lebih sering Overthingking, sering membedakan mengapa mama mertuanya sangat baik dan perhatian padanya.


Tidak seperti ibu mertua yang berada di drama ikan terbang, yang mana selalu menyiksa menantu nya. Dan Arga serta Maira pernah berdebat hanya karena hal seperti itu.


Aneh bukan? Tidak masuk akal. Tapi itulah Maira, sejak hamil memang selalu menciptakan keanehan dan keajaiban yang terkadang tidak masuk akal.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2