
...~Happy Reading~...
Uhukkk uhuukkk hukkk!
Mama Kiara Naura yang sedang meminum jus, langsung tersedak saat mendengar anaknya hendak berpamitan pergi ke Korea. Yang benar saja, pikirnya, mengapa dadakan sudah seperti tahu bulat saja.
“Ngapain sih?” tanya mama Naura langsung mengerutkan dahi nya.
“Honeymoon Ma, kan sejak nikah kami belum honeymoon,” jawab Maira dengan wajah tersenyum senang.
“Honeymoon? Kenapa dadakan?”
“Gak dadakan juga sih Ma, sebenarnya sudah di planning jauh jauh hari. Cuma, tempatnya aja yang dipilih dadakan,” jawab Maira lagi dengan senyuman yang tak pernah luntur menghiasi wajahnya.
Sebenarnya, Naura tahu bahwa anaknya sedang memiliki banyak pekerjaan, karena suaminya dan juga anak pertamanya selalu mengeluh harus keluar kota dalam waktu dekat. Mereka sangat mengandalkan Arga untuk meng-handle kantor sementara. Tapi ternyata, Arga juga akan pergi, lantas jika seperti ini, siapa yang akan menghandle kantor?
“Arga, kamu sudah bicara sama Papa kamu?” tanya mama Naura saat melihat anak bungsu nya datang setelah mengambil sesuatu di kamarnya.
__ADS_1
“Sudah Ma,” jawab Arga, lalu mendudukkan diri tepat di samping Maira.
“Terus?” Arga langsung menghela napas nya berat. Ia tahu bagaimana yang di pikirkan oleh mama nya, tapi ia sendiri juga tidak memiliki pilihan lain, atau dirinya yang akan terkena musibah dalam sejarah dari istrinya sendiri.
“Memangnya kenapa Ma? Gak boleh ya kalau kami pergi?” tanya Maira seketika melunturkan senyuman nya, kini wajahnya berubah menjadi sendu dan bahkan matanya sedikit berkaca-kaca.
“Eh! B—bukan begitu Sayang. Itu, maksud Mama—“ Naura dibuat panik saat melihat menantunya yang hendak menangis. Naura berfikir, kalau Maira tersinggung atas pertanyaan nya, membuat hatinya merasa tidak enak.
“Kantor memang sedang cukup sibuk. Tapi semua sudah ditangani sama Papa dan kak Raka, lagipula ada kak Angkasa juga yang akan ikut membantu, Arga sudah bicara padanya, jadi Mama gak usah khawatir. Papa gak akan lembur lagi,” jelas Arga panjang lebar dan langsung merangkul bahu istrinya, mengusapnya perlahan berusaha menenangkan nya.
Mama Naura langsung menghela napas nya lega saat mendengar penjelasan dari anak bungsu nya, “Eh tadi kamu bilang apa?”
“Yang terakhir?”
“Papa gak akan lembur lagi,” bukan Arga yang menjawab, melainkan Maira yang menjawab sambil memakan biskuit yang tersaji di atas meja.
“Ckckckck!” Sontak saja, mama Naura langsung berdecak, “Mama gak perduli papa kamu mau lembur atau gak! Yang mama khawatirin itu kakak kamu.”
__ADS_1
Bohong, tentu saja Arga tahu bahwa mamanya sedang berbohong. Pasalnya, wanita paruh baya itu sudah mulai merasa kesepian di rumah seorang diri. Jam lima sore, jika papa Kenzo belum pulang, maka wanita itu akan menyusul suaminya ke kantor.
Dan jika mendapatkan kabar jika suaminya lembur, maka dia akan mendiamkan nya karena berfikir bahwa suaminya lebih mementingkan pekerjaan dibanding dirinya.
Di satu sisi, Arga juga memaklumi karena mama Naura hanya tinggal sendiri, Kara, Raka dan dirinya kini sudah berkeluarga dan sudah memiliki keluarga sendiri. Apalagi kedua kakak Arga kini sudah memiliki banyak anak, yang membuat mereka semakin sibuk dan jarang datang berkunjung ke rumah orang tua.
Sedangkan dirinya? Meskipun pengantin baru dan belum memiliki anak, tapi jarak rumah Arga dan rumah orang tuanya cukup jauh. Dua kali lipat dari jarak ke kantor, makanya mereka jarang bisa datang berkunjung. Dan kalau pun datang, mereka harus menginap dan itupun dihari weekend.
“Mas.... “
“Iya Sayang?” jawab Arga langsung menoleh ke arah istrinya yang sejak tadi tak henti memasukkan makanan kedalam mulut. Tak hanya waktu di rumah mama Naura, kini saat keduanya sudah berada di mobil menuju Bandara pun, Maira masih juga memakan cemilan.
Sejak dulu, Maira memang sangat suka mengemil. Namun, entah mengapa akhir akhir ini ia merasa nafsuu makan cemilan nya berlipat ganda.
Bahkan, cemilan yang kini ia makan, adalah cemilan yang ia bawa dari rumah mama mertuanya. Biskuit di dalam toples yang disajikan di atas meja tamu, tanpa permisi langsung di gendong oleh Maira dan di masukkan nya ke dalam mobil.
Hingga kini, toples berwarna biru itu tak lepas dari pangkuan nya. Membuat Arga sedikit heran, tapi ia mencoba mengerti karena bukan Maira namanya jika tidak ajaib, pikirnya.
__ADS_1
...~To be continue .......