Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Memasak


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari berganti minggu dan bulan. Hubungan Arga dan Maira semakin membaik dan dekat. Tidak ada lagi rasa canggung atau gugup setiap kali keduanya berhadapan. Bahkan di depan keluarga nya, keduanya terlihat seperti pasangan yang sangat romantis.


Tak jarang juga, Arga mengajak Maira untuk pulang ke Bandung, guna mengunjungi kedua orang tua nya. Dan sesekali, keduanya juga akan menginap di rumah mama Naura bersama dua saudara Arga lain nya.


Jika di lihat dari luar, kehidupan Maira dan Arga sangat menyenangkan. Harmonis dan romantis, bahkan keduanya tak segan untuk bergandengan tangan atau berpelukan di depan keluarga.


Namun, meski begitu saat di rumah keduanya juga akan bersikap seperti biasa. Hanya sebatas teman atau sahabat. Keduanya begitu menikmati peran masing masing, dan saling mendukung kesibukan masing masing.


Maira pun juga sudah sering les masak bersama mama Naura, untuk membuat masakan yang tak kalah enak dari sang suami. Dan meskipun terkadang masih terasa sedikit aneh, namun hal yang membuat Maira pantang menyerah, karena Arga selalu menghargai nya.


Seperti siang ini, hari weekend, Arga dan Maira memilih menghabiskan waktu di rumah untuk membersihkan rumah dan memasak bersama. Arga memang tidak menyewa pekerja untuk menginap, atas kesepakatan bersama, pekerja yang bekerja di rumah Arga hanya harian dan saat weekend akan libur.


“Gimana menurut kamu?” tanya Maira saat menyuruh suami nya untuk mencicipi menu baru yang ia dapatkan dari sang mama mertua beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


“Kayaknya kurang gula sedikit deh,” jawab Arga saat mencoba menyecap kembali rasa di lidah nya.


“Ih kan kata Mama gak pakai gula! Gimana sih kamu,”


“Pakai Mai! Aneh kalau gak pakai gula,”


“Dih kok kamu ngeyel sih Ga. Mama sendiri kok yang bilang gak pakai gula!” kata Maira langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal.


“Ya udah terserah kamu deh, yang penting mateng. Aku beresin yang itu dulu,” ucap Arga yang tidak ingin berdebat.


‘Masa pakai gula sih? Perasaan waktu itu Mama bilang gak pakai gula deh,’ gumam nya masih merasa kurang yakin.


“Mai ini—“ Arga langsung menghentikan langkah kaki nya sambil mengerutkan dahi saat melihat ternyata istrinya masih diam sambil berpandangan dengan kompor, “Jangan terlalu serius natap kompor, nanti jatuh cinta, bahaya loh!” bisik Arga ketika sudah berada tepat di belakang maira, hingga membuat gadis itu terkejut dan tanpa sadar menyentuh wajan di depan nya.


“Auuwhhh!” pekik nya terkejut dan langsung menggigit bibir bawah nya saat tangan nya kepanasan.

__ADS_1


“Astagfirullah, hati hati ih!” seru Arga segera membawa tangan Maira ke wastafel dan mencuci nya dengan air mengalir.


“Kamu ini kebiasaan kalau masak sambil melamun,” imbuh nya karena khawatir.


“Kamu juga kebiasaan ngagetin, udah tau aku lagi ngelamun, malah di kagetin!” balas Maira tak kalah kesal.


“Bukan ngagetin, Cuma ngingetin! Lagian Cuma gara gara gula, kamu sampai kaya gitu, astagfirullah Mai,bibir kamu berdarah lagi kan!” kata Arga sedikit geram karena lagi lagi bibir sang istri berdarah.


Salah satu kebiasaan buruk Maira, ia suka sekali menggigit bibir, terlebih saat khawatir, panik dan ketakutan.


Hingga membuat bibir nya sering berdarah, dan tak jarang pula dirinya yang di salahkan oleh sang mama karena mengira bahwa Arga pelaku nya yang sudah mencium Maira dengan begitu kasar tanpa kelembutan.


Padahal, tanpa mereka semua tahu. Jangankan mencium bibir, mencium pipi saja Arga belum berani.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2