
...~Happy Reading~...
Hoeeekkkk!
Hoeeekk!
Setelah menempuh perjalanan hampir sepuluh jam lamanya. Kini keduanya sudah tiba di Bandar udara Internasional Gimhae. Arga segera berlari untuk mencari toilet, karena sejak turun tadi, ia merasa perutnya sudah bergejolak begitu hebat.
Entah apa yang salah pada dirinya. Ini bukan kali pertama ia naik pesawat. Bahkan, ini juga bukan kali pertamanya menginjakkan kaki di Korea. Sebelumnya, Arga sudah beberapa kali mengunjungi Seol dan semua berjalan lancar.
Memang kali ini, perjalanan sedikit jauh. Karena Maira ingin membeli makanan di Busan bukan seol. Yang mana, perjalanan lebih lama dua jam, tapi bukan berarti dirinya mabuk, bukan? Bahkan, selama di pesawat, Arga sama sekali tidak menyentuh makanan nya. Hanya minum kopi serta air putih, itupun ia langsung memuntahkan nya lagi.
Sedangkan Maira? Jangan ditanya, wanita itu justru menikmati semua makanan di pesawat. Bahkan, makanan milik Arga pun langsung dihabiskan oleh nya.
“Mau ke rumah sakit aja gak? Kayaknya kamu keracunan apa gitu deh?” tanya Maira saat melihat Arga yang baru saja keluar dari toilet.
“Kita ke Hotel aja.” Arga kembali menarik koper yang ditangan Maira lalu menggandeng istrinya keluar Bandara. Beruntung, Hotel yang sudah disiapkan oleh papa nya berada tak jauh dari Bandara, sehingga membuat Arga segera istirahat setibanya di sana.
__ADS_1
Hilang sudah angan angan Maira untuk bisa langsung menyantap makanan korea keinginan nya. Kini, melihat wajah suaminya yang begitu sayu dan lemas, membuat hatinya ikut sakit.
“Hiks hiks hiks,” Arga yang baru saja memejamkan matanya, kini kembali membuka mata saat mendengar suara isak tangis.
“Kenapa?” tanya Arga dengan suara yang begitu lirih, tangan kekarnya ia angkat untuk menyentuh wajah istrinya.
“Kamu sakit, gara gara aku hiks hiks!” Maira langsung menutup wajah nya dengan menggunakan tangan, isak tangis nya semakin kencang membuat Arga terpaksa mengurungkan niat untuk istirahat.
Menghela napas nya berat, Arga berusaha untuk bangkit dan mendudukkan dirinya dengan bersandar pada headboard tempat tidur. Menarik tubuh istrinya dan memeluk nya dengan sedikit erat.
“Aku hanya kelelahan, bukan gara gara kamu,” ucap Arga sambil mengusap rambut istrina begitu lembut.
“Bukan sayang. Aku lelah karena kerjaan, bukan kamu. Maaf ya, karena aku sakit, kamu jadi harus menunda cari makanan.”
Maira langsung melepaskan diri, ia sedikit menjauh lalu menatap suaminya dengan mata yang masih basah karena air mata, “Kata siapa di tunda?”
Untuk sesaat, Arga terdiam. Laki alki itu mengerjapkan matanya dengan sedikit bingung. Baru beberapa detik lalu, Maira meminta maaf karena ulahnya Arga jadi sakit. Dan sekarang, tiba tiba wanita itu mengatakan tidak akan menunda keinginan nya.
__ADS_1
Apakah maksud Maira, mereka akan tetap jalan mencari makanan di saat Arga sedang lemas begitu? Pikir laki laki itu tak habis pikir.
“Aku sudah memesan makanan, jadi kita bisa makan di Hotel!” pekik nya senang seketika membuat hati Arga merasa sedikit lega.
Ia pikir, bahwa Maira akan nekat mengajaknya jalan jalan di saat perutnya yang kurang beres serta tubuh yang masih sangat lemas. Ternyata ia salah. Tapi, wait! Arga kembali menatap istrinya, dengan wajah bingung nya.
“Makan di Hotel?” tanya Arga yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Maira.
“Aku tuh pengen makan di Hotel sama kamu!” jawab Maira tersenyum begitu lembut sambil menggenggam tangan suami nya.
“Kamu gak mau makan langsung di restauran nya?” tanya Arga lagi yang langsung di balas gelengan kepala oleh Maira.
“Aku capek Ga!” Maira langsung menghela napas nya berat, kembali menyandarkan kepala nya pada dada bidang suami nya, “Aku males jalan jalan tuh. Apalagi kamu sakit, gak bisa gendong aku. Ya udah, mending kita disini aja,” imbuh nya begitu santai.
Sementara Arga, laki laki itu langsung terdiam dengan eskpresi wajah datarnya. Ia benar benar merasa tertipu oleh istrinya sendiri. Ia berfikir bahwa Maira ingin makan di restauran langsung yang ada di korea. Tapi setelah tiba di korea langsung, justru Maira tidak mau pergi dan memilih tinggal di Hotel.
Sedikit bingung, tapi itu Maira, istrinya sendiri yang memang memiliki keajaiban luar biasa. Tidak ingin semakin pusing, Arga pun memilih untuk memejamkan matanya lagi dan tidur sebelum makanan istrinya datang dan membuat perutnya kembali bergejolak.
__ADS_1
...~To be continue ......