
...~Happy Reading~...
“Bagaimana hari ini?” Arga langsung memeluk istrinya ketika tiba di Kamar.
“Pusing, Aish ngambek sama Adam!” Maira menghela napas nya dengan begitu berat, kembali membayangkan tentang perdebatan antara dua anak nya yang masih berlangsung hingga malam ini.
“Kenapa lagi?” Arga membalik tubuh Maira sambil mengerutkan dahi. Maira pun segera menjelaskan semuanya kepada Arga, tentang bagaimana Aisyah menuduh Adam yang menghamili kelinci kesayangan nya, Mochi.
Iya benar, Mochi adalah salah satu kelinci kesayangan Aisyah, kelinci yang benar benar ia rawat dan istimewa kan sejak lahir di antara puluhan kelinci lain nya. Aisyah sudah memisahkan antara kelinci cewek dan cowok, agar tidak bertambah lagi.
“Kenapa Aisyah nyalahin Adam?”
Lagi lagi , Maira menghela napas berat, “Karena Adam yang bantuin Aisyah buat mindahin anak anak kelinci sesuai gender. Dan kalau ternyata Mochi hamil, berarti Adam salah masukin gender ke kandang yang itu. Kamu tahu kan, anak perempuan kamu sangat over protektif sama kelinci kelinci nya!”
Arga mengangguk paham, memang benar Aisyah sangat lah over terhadap barang atau apapun yang menjadi kesayangan nya. Sedangkan Adam, lebih terkesan cuek dan tidak perduli karena memang ia tidak begitu menyukai sesuatu. Apapun yang di miliki Adam, pasti tidak akan bertahan lama.
__ADS_1
“Sekarang Aisyah udah tidur?”
“Udah, kecapean abis nangis lagi,” kata Maira dengan mimik wajah sedih nya.
Tentu saja Maira sedih, karena wanita itu begtu takut setiap kali melihat putrinya menangis. Sejak kecil, jika Aisyah menangis, maka pasti akan berakibat kurang baik, entah ia akan merasa sesak lagi atau bahkan anfal seperti kejadian beberapa bulan lalu saat kelinci nya mati.
Maka dari itu, sejak tadi Maira terus memikirkan keadaan putri nya. Maira menemani Aisyah tidur di kamar nya sampai benar benar terlelap, dan baru keluar ketika Arga pulang dari kantor.
“Aish sudah besar Sayang, insyaallah dia akan semakin kuat dan akan baik baik saja! Jangan khawatir ya!” Arga kembali memeluk istrinya, mencoba memberikan ketenangan agar sang istri tidak lagi terlalu cemas.
Hingga kini, Arga masih belum bisa melepaskan Aisyah, Arga masih takut jika Aisyah keluar rumah dan berinteraksi dengan orang luar. Apalagi teman teman di sekolah, yang menurut Arga tidak semua anak bisa memahami keadaan Aisyah. Arga takut, jika nanti hal buruk akan terjadi dan ia akan menyesal seumur hidup, tidak. Arga masih takut untuk mengambil resiko lebih.
“Biarkan seperti ini dulu, Sayang. Kelak akan ada masa nya, bersabarlah!”
“Aish sudah ingin sekolah, Ga. Kasihan dia!”
__ADS_1
“Lebih kasihan kita jika sampai hal buruk terjadi pada Aish Sayang. Fisik nya masih lemah, dan aku tidak mau terjadi hal buruk pada nya.”
“Kelak, cepat atau lambat kita pasti bisa melepaskan Aish di dunia luar, tapi tidak sekarang. Dia masih terlalu kecil!”
Seiring berjalan nya waktu, hubungan Arga dan Maira semakin membaik, bahagia dan harmonis. Hanya keadaan Aisyah saja yang masih menjadi PR dalam rumah tangga mereka. Namun, tak bisa di pungkiri bahwa kehadiran Aisyah dan kedua saudara kembar nya juga menjadi pelengkap sempurna dalam kehidupan Arga dan Maira.
Definisi kebahagiaan yang sesungguhnya, bisa membangun rumah impian tempat berpulang bersama dengan pasangan.
Bukan tentang megah dan besarnya rumah itu, namun tentang keluarga yang bisa menjadi alasan utama. Setelah berat menjalani kehidupan di luar sana, memiliki tempat tujuan untuk pulang, adalah hal yang sangat luar biasa indahnya.
...Selesai~...
...Terimakasih untuk semuanya yang sudah menemani Arga dan Maira sapai di titik ini. Semoga nanti kita kembali di pertemukan di ruangan yang baru, dimana kita bisa menyaksikan pertumbuhan triple A bertemu dengan para jodoh nya.... Luve luve utuk semuanya, tunggu kamar selanjutnya ya Insyaallah ........
^^^Eitsss tunggu dulu! Masih akan ada bbrpa part lagi, tentang keseruan triple A. jadi jangan buru2 lompat dari kapal ya 🙈🤭🤭^^^
__ADS_1